VERIFIKASI PAYPAL DENGAN KARTU DEBIT VISA DIGIBANK BANK DBS (DIGIBANK BY DBS INDONESIA)

 

ALTERNATIF KARTU DEBIT/ATM INDONESIA LAINNYA YANG BISA UNTUK PAYPAL DAN BELANJA ONLINE (UPDATE):
http://amirz123.blogspot.co.id/2016/12/daftar-kartu-debit-indonesia-untuk.html

CARA MENGECEK APAKAH STATUS AKUN PAYPAL ANDA SUDAH 100% TERVERIFIKASI DAN TERKONFIRMASI (LANJUTAN):
https://amirz123.wordpress.com/2017/01/14/cara-mengecek-status-akun-paypal-anda-terverifikasi-dan-terkonfirmasi/

CARA VERIFIKASI PAYPAL DENGAN KARTU DEBIT/ATM BTN SECARA MANUAL (UPDATE):
https://amirz234.wordpress.com/2017/03/29/cara-verifikasi-paypal-dengan-kartu-debitatm-btn-secara-manual-update/

 

 

Jika anda sudah membuat akun PayPal namun belum terverifikasi, ataupun akun PayPal anda sudah terverifikasi namun anda belum mempunyai kartu kredit untuk berbelanja di PayPal (selain VCC/VCN dan beli saldo), maka sebagai alternatif anda salah satunya dapat menggunakan Kartu Debit Visa Digibank Bank DBS (termasuk juga Kartu Debit Visa Tabungan Reguler Bank DBS) dimana Digibank Bank DBS Indonesia saat tulisan ini dibuat (Maret 2018) merupakan salah satu dari beberapa segelintir bank di Indonesia yang sudah mengizinkan Kartu Debit/ATM nya dipakai untuk transaksi online termasuk PayPal.

Namun kebijakan PayPal sendiri hanya menerima kartu kredit dan debit fisik keluaran bank lokal untuk verifikasi serta tidak menerima (bukan tidak bisa) segala jenis kartu virtual/non fisik termasuk VCC (Virtual Credit Card) dan VCN (Virtual Card Number) seperti VCN BNI dan VCN CIMB Niaga (baik bank yang konvensional maupun syariah) yang sifat datanya anonim dan tidak bisa diuji kepemilikannya secara fisik (wujud kartu, statement, banyak dijual-belikan ke orang lain/salah gunakan, dsb), termasuk juga kartu prepaid/debit fisik keluaran issuer luar seperti Neteller, Payoneer dsb yang institusi keuangannya tidak beroperasi/terdaftar resmi secara lokal di indonesia (locally licensed). Note: untuk bank asing yang beroperasi/terdaftar resmi secara lokal di Indonesia maka dapat saja diterima PayPal jika kartunya memang bisa dipakai online/PayPal.

Ini adalah quote Email resmi dari CS PayPal:

A. How do I become verified?
For the time being, the only way to become verified in Indonesia is to add a debit or credit card to your PayPal account and complete the card confirmation process.
You can use any card with a Visa, MasterCard, American Express, or Discover logo. Your card must also be enabled for making international online payments. You may need to contact your bank or card issuer to find out if online payments are enabled.
Note: We don’t accept VCC (virtual credit card or bank) for example from Neteller, Payoneer or VCN by BNI.

 

I noticed that you added VCC card **4985 and we have removed it from your account. Please always use your local issued card only as the funding source.
Note: We do not accept VCC (virtual credit card or bank) for example from Neteller, Payoneer, VCN by BNI, or CIMB Octopay.
It’s my pleasure to assist you. If you have any questions, click Help & Contact at the bottom of any PayPal page.

Verifikasi PayPal di Indonesia secara legal saat ini hanya dapat dilakukan dengan kartu kredit atau kartu debit bank lokal yang fisik bukan VCC/VCN.

Di Indonesia Rekening Tabungan Bank Lokal sudah tidak bisa lagi digunakan untuk Verifikasi dan juga Transaksi PayPal, namun hanya untuk keperluan Withdrawal (Penarikan Dana) hasil pembayaran saja. Untuk verifikasi dan transaksi PayPal tetap memerlukan adanya kartu kredit atau kartu debit aktif di akun PayPal. Berbeda dengan Skrill/Neteller maka kartu kredit/debit hanya bisa digunakan di PayPal sebagai alat verifikasi dan pembayaran langsung, dan tidak bisa digunakan untuk top-up menambah saldo diakun PayPal punya sendiri.

Selain kartu kredit/debit hanya saldo legal hasil dari pembayaran barang/jasa sendiri ataupun pengiriman dana personal (family and friends) yang dapat digunakan untuk belanja PayPal ataupun withdrawal, dan tidak berhubungan sama sekali dengan fitur verifikasi PayPal.  Jual beli saldo PayPal dari dan ke pihak lain adalah ilegal dan tidak sesuai dengan kebijakan PayPal.

 

VERIFIKASI/TRANSAKSI PAYPAL
DENGAN KARTU DEBIT VISA DIGIBANK BANK DBS

Sampai saat ini (Confirmed – February 2018) Kartu Debit Visa Digibank Bank DBS juga sudah dikonfirmasikan dapat dipakai disemua online merchant domestik/internasional yang sudah menggunakan 3dsecure/VBV serta beberapa online merchant domestik/internasional non 3dsecure/non CVV2 namun sudah bekerjasama/teregistrasi resmi di sistem Bank DBS (whitelisted/supported/registered/unblocked merchants), termasuk diantaranya Google Playstore Region Indonesia, Itunes Store Region Indonesia, Facebook Ads, Spotify Premium, dan PayPal

https://www.dbs.com/id/iwov-resources/pdf/FAQ%20-%20Debit%20Card%20ver%201%206%20revM%2028%2010.pdf 

 Kartu Debit Digibank Bank DBS (Visa):

https://www.dbs.com/digibank/id/id/index.html

  • Penerbit Kartu (Issuer): The Development Bank of Singapore (Bank DBS Indonesia).
  • Terdapat dua macam tabungan dari Bank DBS yaitu tabungan reguler/konvensional dan terakhir Digibank yaitu digital banking/saving berbentuk aplikasi mobile yang masing-masing mempunyai kartu debit Visa Platinum (BIN/jenis kartu adalah Visa Platinum Debit Card) yang sudah memakai chip (EMV/NSICCS) seperti CC. Kartu debitnya juga mempunyai nama nasabah/card holder yang sudah tercetak by default.
  • Sejauh ini untuk tabungan Digibank tidak disyaratkan setoran awal, saldo minimum, biaya admin dsb. 100% gratis. Saldo bisa ditransfer/ditop-up belakangan. Besar saldo tersimpan pada rekening tetap mendapatkan bunga/interest dan mungkin mendapatkan reward Rp 50.000,00 gratis pada saat registrasi/aktivasi pertamakali (jika promo masih berlaku, selanjutnya silahkan digoogle).
  • Meskipun registrasi online Digibank dapat dilakukan oleh semua WNI yang sudah punya eKTP (verifikasi biometrik) namun saat ini untuk verifikasi biometrik Digibank sendiri saat ini hanya dapat dilakukan secara fisik di area Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi) meskipun setelah sukses verifikasi mungkin kartu debitnya dapat tetap dikirim untuk nasabah dengan domisili diluar Jabodetabek. Digibank juga akan terus ekspansi segera meskipun mungkin belum semua kota.
  • Digibank merupakan inovasi tabungan dan metode pembayaran baru dari bank DBS berbasiskan aplikasi mobile digital banking yang dilengkapi kartu debit Visa (fisik) yang bisa didownload dari Apple App Store (iOS) dan Google Playstore (Android).
  • Kartu debitnya saat ini hanya bisa digunakan nomornya untuk transaksi online pada merchant yang sudah menggunakan fitur 3dsecure/VBV (by default) namun kartu debit Visa Digibank Bank DBS (baik Digibank maupun tabungan reguler) juga bisa dipakai di beberapa merchant non 3dsecure/non VBV/non CVV2 yang sudah bekerjasama dengan Digibank (masuk database “whitelisted/supported merchants” pihak bank) seperti Google Playstore Region Indonesia, Itunes Store Region Indonesia, Facebook Ads, Spotify Premium, dan PayPal (baca update dibawah).
  • Selain berfungsi sebagai kartu ATM juga dapat digunakan pada mesin pembayaran Kartu Kredit (EDC) dengan otentikasi PIN ataupun Signature (Visa).
  • Bisa untuk transaksi lokal maupun internasional/cross border (fitur transaksi internasional diaktifkan nasabah) dengan charge mata uang selain Rupiah (fees dan konversi berlaku).
  • Limit transaksi online (VBV and non VBV registered/whitelisted/supported merchants termasuk PayPal diatas dsb) dan EDC harian sama yaitu Rp 25.000.000,00. Limit harian belanja kartu debit tabungan adalah tetap limit total gabungan dari transaksi EDC + Online jika ada, bukan terpisah. Limit transaksi tarik tunai dan transfer harian ATM serta rekening ataupun E-Channel lain terpisah dengan limit transaksi harian belanja kartu debit.
  • Sumber dana bisa ditop-up internal atau setelah transfer dari bank lain.
  • Laporan transaksi/statement by email tiap bulan dan bisa didownload dari akun mobile banking (e-statement).
  • Perlindungan nasabah misalnya dari fraud sejauh ini sangat baik (juga sesuai ketentuan pihak Visa International). Nasabah bisa mendapatkan akses langsung ke statement/daftar transaksi yang dilakukan. Ada juga fitur nasabah untuk dapat melakukan block/unblock card sendiri (opt in/opt out) jika sedang tidak digunakan (maksimal 60 hari) serta on/off fitur transaksi internasional/non IDR currency. Jika anda ada komplain/masalah dengan transaksi, tidak dapat diselesaikan dengan merchant, ataupun yang tidak dilakukan oleh anda (unauthorized charges) atau ingin membatalkan/mengganti/blokir kartu dsb dapat menghubungi CS Bank terlebih dahulu lewat fitur bantuan/sanggahan transaksi/virtual assisstant/live chat aplikasi Digibank.
  • Banyak promo seperti discount, cashback dsb karena sudah banyak merchant khususnya lokal yang bekerjasama dengan Promo Digibank Bank DBS.
  • Selebihnya tentang Kartu Debit Digibank Bank DBS E-Commerce: https://www.dbs.com/digibank/id/id/tabungan/index.html (Digibank) dan https://www.dbs.com/id/iwov-resources/pdf/FAQ%20-%20Debit%20Card%20ver%201%206%20revM%2028%2010.pdf (Tabungan Reguler) atau hubungi DBS Customer Center 1500327 (24 Jam).

Update Untuk Kartu Debit Visa Digibank Bank DBS:

TRANSAKSI ONLINE KARTU DEBIT VISA DIGIBANK BANK DBS DI “WHITELISTED/SUPPORTED/REGISTERED/UNBLOCKED” NON 3DSECURE MERCHANTS DIATAS: VERIFIKASI PAYPAL (USD), GOOGLE PLAY STORE REGION INDONESIA (IDR/RP), DAN ITUNES STORE REGION INDSONESIA (IDR/RP)

Update Februari 2018 untuk Kartu Debit Visa Digibank Bank DBS: Berbeda dengan umumnya kartu kredit dan kartu debit “full online” bank lokal lainnya diatas maka untuk Kartu Debit Visa Digibank Bank DBS saat ini mungkin tidak semua international online merchant non 3dsecure/VBV diapprove (security reason)/selektif kecuali beberapa merchant non 3dsecure/VBV yang sudah bekerjasama/teregistrasi di sistem Digibank Bank DBS.

Beberapa online merchant non 3dsecure yang sudah bekerjasama/diapprove transaksinya/teregistrasi masuk whitelist Digibank Bank DBS saat ini (confirmed by bank – transaksi online non 3dsecure/VBV 100% berhasil dengan Kartu Debit Visa Digibank Banks DBS) diantaranya:

– Google Play Store Region Indonesia (IDR/RP)
– Itunes Store Region Indonesia (IDR/RP)
– Facebook Ads (IDR/RP)
– PayPal (USD)
– Spotify Premium (IDR/RP)

Transaksi dengan online merchant non 3dsecure/VBV selain yang ada di daftar atas saat ini mungkin masih akan declined/masih diblokir, namun daftar tersebut masih bisa bertambah/berubah/universal kapan saja kedepannya seperti kartu kredit dan kartu debit “full online” lainnya sesuai policy Digibank Bank DBS. Untuk transaksi online dengan merchant yang sudah 3dsecure/VBV baik domestik maupun internasional maka Kartu Debit Visa Digibank Bank DBS sudah support/rata-rata tidak ada yang diblokir pihak Digibank Bank DBS.

SUMBER: https://amirz123.wordpress.com/2017/01/06/beberapa-kartu-debitatm-indonesia-untuk-verifikasi-paypal-dan-belanja-online-update/

Keuntungan dari kartu kredit/debit fisik lokal jika digunakan di PayPal bukan hanya bisa memverifikasi akun PayPal anda, namun berbeda dengan VCC/VCN kartu ini dapat ditambahkan permanen dan menjadi sumber dana (funding source) anda saat berbelanja dengan PayPal, tidak seperti VCC/VCN yang umurnya pendek atau dananya terbatas. Dana pembelian akan didebit dari rekening tabungan anda yang terhubung dengan kartu debit tersebut, jadi anda tidak lagi perlu repot2 membeli saldo PayPal dari orang lain (yang belum tentu legal dan beresiko).

Sama dengan kartu kredit penggunaan kartu debit lokal fisik ini juga didukung oleh kebijakan PayPal yang sejak lama sebenarnya sudah melarang penggunaan VCC/VCN termasuk kartu prepaid debit untuk keperluan verifikasi PayPal. Akun anda juga akan lebih aman dari resiko kena limit dsb.

Jika anda sudah mempunyai kartu debit tabungan bank lokal yang sudah support/didukung untuk PayPal seperti contohnya DISINI (pastikan  saldo anda cukup (minimal $3 USD atau sekitar Rp 42.000,00) diluar saldo minimal/temengendap/terkunci jika ada, kenapa harus begitu baca saja dibawah nanti) maka anda dapat langsung menggunakannya untuk memverifikasi akun PayPal anda. OK, berikut ini adalah langkah2nya dibawah:

CARA VERIFIKASI PAYPAL DENGAN KARTU KREDIT/DEBIT

Verifikasi akun PayPal dengan kartu kredit/debit adalah salah satu cara verifikasi identitas pemilik akun PayPal (KYC) bahwa data dan kepemilikan akun PayPal adalah benar adanya sesuai dengan data yang ada pada institusi keuangan yang terhubung (kartu kredit/debit/rekening tabungan). Dengan status akun PayPal terverifikasi anda akan mendapatkan benefit/privilege tambahan seperti hilangnya batas pengiriman dan penarikan, lebih dipercaya oleh pihak merchant, kemungkinan transaksi gagal atau kena limit lebih kecil, dst.

Dengan memasukkan kode khusus 4 digit konfirmasi kartu kredit/debit dari PayPal (Expuse Code) yang tertera di statement transaksi dari pihak bank ke dialog box konfirmasi kartu pada akun PayPal maka kartu anda akan langsung terkonfirmasi dan akun PayPal anda akan langsung terverifikasi. Langkah verifikasi PayPal ini berlaku sama/tidak jauh berbeda untuk setiap kartu kredit dan kartu debit, dengan fitur masing-masing dari bank penerbit kartu untuk mendapatkan kode verifikasi PayPal 4 digit Expuse Code.

Jika akun PayPal anda sudah terverifikasi sebelumnya namun anda menambahkan kartu kredit/debit baru maka langkah yang sama dapat dilakukan untuk menkonfirmasi kartu tersebut (recommended) agar dapat meningkatkan limit transaksinya di PayPal.

Untuk verifikasi beberapa kartu kredit/debit yang kode 4 digitnya mungkin tidak terlihat by default di statement (seperti Kartu Debit BTN saat ini) dapat juga dilakukan secara manual seperti klik DISINI atau https://amirz234.wordpress.com/2017/03/29/cara-verifikasi-paypal-dengan-kartu-debitatm-btn-secara-manual-update/

Mengenai verifikasi PayPal (umum): https://www.paypal.com/id/selfhelp/article/apakah-maksud-dari-status-terverifikasi-pada-penjual-atau-pembeli-faq1219

Sebagai contoh dibawah ini adalah langkah verifikasi PayPal dengan menggunakan Kartu Debit Visa Digibank Bank DBS:

Kartu Debit Visa Digibank Bank DBS https://www.dbs.com/digibank/id/id/tabungan/index.html

Mengenai verifikasi PayPal (umum): https://www.paypal.com/id/selfhelp/article/apakah-maksud-dari-status-terverifikasi-pada-penjual-atau-pembeli-faq1219

  1. Masuk ke akun PayPal anda dengan informasi sesuai email dan password yang digunakan ketika membuat akun anda:

  1. Scroll ke bagian atas, klik “Wallet”:

 

  1. Pada bagian kartu kredit, klik “Hubungkan kartu”:

  1. Pilih jenis kartu (Contoh: Visa untuk kartu debit Digibank DBS), serta masukkan 16 digit nomor kartu, tanggal kadaluwarsa (format: 2 digit Bulan garis miring 2 digit terakhir Tahun contoh: 04/17), serta kode CSC/CVC/CVV/CVV2 (Card Security Code – Mastercard: Card Validation Code/CVC, Visa: Card Verification Value/CVV) 3 digit dibelakang kartu anda, juga pilih alamat penagihan (billing address) anda sama dengan alamat tercetak yang ada di lembar tagihan kartu kredit atau dibuku tabungan untuk kartu debit, jika belum ada/tidak sama anda dapat menambahkan/mengedit alamatnya. Alamat penagihan ini boleh berbeda dengan alamat pengiriman nantinya (shipping address):

  1. Setelah selesai klik “Simpan” maka anda akan melihat kartu anda telah ditambahkan ke akun PayPal anda dengan kode xxxx-4 digit terakhir dengan tulisan “Baru”:
  1. Setelah itu klik lagi kartu anda dan kemudian klik “Konfirmasikan kartu kredit” dan klik lagi “OK”:

  1. Setelah itu anda akan melihat kartu anda dengan tulisan “Siap dikonfirmasi”:

  1. Klik sekali lagi kartunya, konfirmasikan kartu. Nanti akan ada kotak dialog dimana anda akan diminta untuk memasukkan 4 digit kode expuse PayPal (untuk kartu Visa formatnya seperti PP*1234 di statement anda sebesar $1.95 atau sekitar Rp 26-27 Ribuan):

  1. Pastikan anda juga mendapatkan 2 email pemberitahuan dari PayPal tentang penambahan kartu di akun PayPal anda dan juga “ucapan terimakasih” untuk usaha menkonfirmasikan kartu anda (jika belum maka alamat email anda mungkin belum dikonfirmasi di akun PayPal anda):

Catatan:  PayPal memberlakukan sama kartu debit dengan kredit dengan mengatakan “Terima kasih telah mengkonfirmasi kartu kredit Anda” bukan “Terima kasih telah mengkonfirmasi kartu debit Anda”.

  1. Tergantung pada fitur masing-masing bank issuer/kartu, untuk kartu debit Digibank DBS loginlah ke akun/rekening anda di aplikasi mobile Digibank (iOS/Android only): Ketuk/Sentuh/Touch “Beranda” -> “Tabungan dan Giro”. Ketuk/Sentuh/Touch lagi untuk detail per transaksi individual jika perlu. Kode verifikasi expuse 4 digit PayPal akan langsung terlihat instant/real time di Detail Deskripsi Transaksi/Histori Transaksi akun Digibank anda atau bisa juga di monthly e-statement jika sudah keluar/jatuh tanggal cetak tempo di aplikasi (download as PDF) ataupun sudah otomatis dikirim ke E-mail terdaftar nasabah oleh sistem bank:

 

 

LIST BEBERAPA TRANSAKSI ONLINE YANG BERHASIL TERMASUK DATA KODE “EXPUSE” 4 DIGIT PAYPAL DSB DARI DESKRIPSI TRANSAKSI TERKAIT YANG SUDAH TERPOSTING DI MONTHLY E-STATEMENT VIA EMAIL NASABAH YANG TERDAFTAR DI AKUN/REKENING DIGIBANK BANK DBS:

STATEMENT DBS

Note:
– Untuk transaksi internasional/dalam mata uang asing/non IDR currency termasuk online akan berlaku kurs Visa International waktu itu ataupun sesuai konversi/fee transaksi tertentu dari Bank penerbit kartu masing-masing dan termasuk interchange fees. Juga dalam statement/mutasi rekening tabungan bank lokal/kartu debit (IDR)
– Kebanyakan info konversi transaksi mata uang asing/USD tidak ditampilkan by default tidak seperti dalam statement kartu kredit yang biasanya lebih detail (ataupun tergantung fitur/kebijakan pihak Bank masing-masing).
– Beberapa/semua transaksi online (purchase) dengan beberapa kartu debit/ATM yang menggunakan jaringan pemrosesan Visa (processed as credit) memang biasa/kadang dapat saja terposting/terbaca dengan deskripsi/info yang dianggap transaksi POS/ATM biasa (switch/process as Visa credit-Visa debit/ATM/interbank network+PIN). Mungkin dapat berbeda tiap pemrosesan sistem bank/kartu, atau kembali/tergantung bagaimana pemrosesan teknis processor/sistem pihak bank/network masing-masing (baik in house maupun dengan third party) dsb khususnya untuk deskripsi akhir ke statement nasabah. Beberapa bank mungkin saja detail info/deskripsi pertransaksinya berbeda terpotong/tidak lengkap dsb seperti contohnya kartu debit Visa BTN/BTN Syariah dsb.
– Reversal/koreksi (void) pada saat “test” transaksi praotorisasi/otorisasi sementara kartu (cek kartu valid/keamanan) kini biasanya akan instant terjadi pada saat itu juga termasuk untuk kartu debit Visa Digibank Bank DBS ini dan mungkin juga beberapa bank lainnya (tiap bank/merchant/jenis kartu/network/transaksi mungkin bisa berbeda hasilnya dsb dst).

Note: Jika kartu sudah sukses tercharge namun kode belum terdapat disitu namun di sistem Digibank biasanya langsung/tidak lama muncul (instant/real time by default) jadi tunggulah beberapa saat biasanya kode akan tetap langsung muncul. Pastikan juga akun/rekening Digibank anda terisi saldo yang cukup untuk syarat otorisasi verifikasi kode PayPal (baca detail alasannya dsb dibawah):

Sebagai contoh diatas deskripsi transaksi: PP*5286CODE maka kode expusenya adalah keterangan dari nama “merchant” PP*5286CODE yaitu 4 digit “5286” dibelakang huruf PP*. (detail panjang deskripsi transaksi expuse code dst mungkin dapat sedikit berbeda/bahkan bisa hidden untuk setiap sistem bank/issuer/kartu namun content 4 digit kode unik verifikasi tersebut seharusnya akan tetap ada). Besar charge untuk kode expuse PayPal ini adalah $1.95 USD diatas atau sekitar Rp 26 ribuan atau lebih sedikit (tergantung kurs kartu Visa atau Bank plus fee konversi yang berlaku pada waktu itu).

Catatan: Di sistem Digibank biasanya deskripsi transaksi seperti kode PayPal dsb langsung muncul instant/real time. Namun jika karena suatu sebab deskripsi transaksi “kosong” atau masih “PAYPAL” untuk charge kode PayPal $1.95 USD (Rp 26.901,00 saat itu) seperti pada transaksi authorization (reversal) sebelumnya hanya “PAYPAL” ($1 USD atau Rp 13.788,00 kurs konversi saat itu yang kemudian langsung divoid/koreksi/reversal) maka kadang ada kemungkinan meskipun jarang terjadi transaksi tersebut mungkin saja masih pending sebentar/masih diproses oleh processor/sistem bank (fitur tiap bank/issuer/kartu mungkin berbeda seperti kode PayPal untuk beberapa CC/debit di fitur notifikasi SMS transaksi ataupun transaction history bisa didapat instant pada saat itu juga/real time meskipun masih unbilled/pending transaction termasuk Kartu Debit Visa Digibank Bank DBS ini). Bisa ditunggu sebentar beberapa menit/saat kemudian. Diatas juga nampak transaksi “card authorization hold” (pra-otorisasi/otorisasi sementara) dengan deskripsi “PAYPAL” untuk mengecek nomor kartu anda valid sebanyak 1 kali sebesar $1 USD (sekitar Rp 14.000,00) namun kemudian langsung dibatalkan/dikembalikan lagi secara otomatis (koreksi/void/reversal) sekitar beberapa detik/menit kemudian pada saat itu juga atau nanti (tergantung fitur bank). Karena hal itulah untuk amannya (recommended) anda memerlukan saldo minimal $3 USD atau sekitar Rp 42.000,00 untuk biaya verifikasi yaitu $1.95 USD expuse code + $1 USD authorization hold= $2.95 USD atau sekitar Rp 41-42 ribuan. Tagihan verifikasi expuse code $ 1.95 USD ini akan dikembalikan/di refund PayPal ke kartu debit atau saldo tabungan anda (ingat: bukan ke saldo/balance PayPal anda ya) antara 24 jam-21 hari atau max 1 periode billing bulanan/tagihan (tergantung kecepatan pemrosesan oleh pihak Bank dan network yang ada).

Jika setelah waktu diatas dana refund tersebut belum juga masuk/dikreditkan kembali ke saldo rekening Digibank anda, jangan kuatir hal ini kadang terjadi pada kartu kredit dan kartu debit. Untuk lama proses refund/pending payment/reversal biasanya bervariasi (tergantung kecepatan pihak bank dan merchant/payment gateway) bisa juga maksimal antara 1-30 hari (Visa guidelines – void authorization/reversal) atau 1 billing period/1 bulanan. Pada kartu debit dana refund biasanya harus menunggu terposting penuh ke mutasi sebelum bisa dibelanjakan/ditarik kembali, sedangkan kartu kredit biarpun terkadang awalnya mungkin belum langsung terposting penuh di statement (pending) namun dana refund bisa terdeteksi duluan dengan adanya kenaikan limit yang langsung bisa dibelanjakan (available balance) sesuai besar dana refund pada limit akun kartu kredit. Biasanya proses refund pada kartu kredit memang lebih cepat daripada kartu debit biarpun tidak selalu juga (tergantung bank/card issuer).

Jika refund (apapun) tidak kunjung masuk setelah melewati waktu diatas mungkin anda perlu menghubungi bank penerbit kartu kredit/debit. Untuk kartu debit Digibank Bank DBS dapat menghubungi terlebih dahulu lewat bantuan/sanggahan transaksi/virtual assisstant/live chat aplikasi Digibank, sedangkan  untuk kartu kredit dan debit tabungan Reguler Bank DBS dapat langsung menghubungi DBS Customer Center 1500327 (24 Jam) agar mengecek dan segera memproses manual posting dana refund tersebut supaya kembali/dikreditkan posting secepatnya ke saldo rekening kartu debit atau limit kartu kredit anda.

Refund Biaya Verifikasi Kartu Kode Expuse 4 Digit Dari PayPal $1.95 USD (Cr/Credit Purchase read as POS transaction refund) di Kartu Debit Visa Digibank Bank DBS (dicharge tanggal 6 Januari 2018, direfund tanggal 15 Januari 2018 atau sekitar 9 hari kemudian:

Note: Sebenarnya verifikasi PayPal dengan CC/Debit itu dasarnya 100% gratis tanpa biaya dan charge $1.95 USD tersebut direfund penuh oleh PayPal tapi tetap dalam Dollar (jika anda memakai CC/kartu kredit maka biasanya detail konversi yang spesifik dsb ada di CC statement/transaction list dibandingkan kartu debit) namun akan terdapat perbedaan  kecil jumlah dana refund $1.95 USD tersebut saat dikonversi kembali ke Rupiah (IDR) karena perbedaan kurs Visa/Bank konversi dan fee transaksi yang berbeda masing-masing pada waktu itu: Btw jadi akhirnya nggak bener2 mutlak 100% gratis yak (dalam IDR) wakakak, untung bukan refund jumlah besar (i.e > $100 USD etc) 😀

  1. Copy atau catat/hapalkan kode expuse tersebut. Masuk kembali ke akun PayPal anda, klik di wallet kembali ke kartu anda yang belum dikonfirmasi diatas dan masukkan 4 digit nomor tersebut ke kotak dialog yang tersedia:

  1. Pastikan anda mendapatkan “ucapan terima kasih” dari PayPal karena telah menkonfirmasi kartu anda dst serta status akun anda sudah terverifikasi. Dana $1.95 USD tersebut akan direfund ke limit kartu kredit (atau saldo tabungan kartu debit) anda:

KARTU DIKONFIRMASI PAYPAL

https://www.paypal.com/id/selfhelp/article/apakah-maksud-dari-status-terverifikasi-pada-penjual-atau-pembeli-faq1219

Link Untuk Mengecek Ulang Status Terverifikasi:

https://www.paypal.com/id/cgi-bin/webscr?cmd=_status

Status Akun PayPal Terverifikasi

Selain shortcut link langsung/praktis diatas anda juga masih dapat menemukan status verifikasi dalam tampilan baru akun PayPal anda meskipun pada tampilan yang baru statusnya tidak langsung/agak tersembunyi/hidden by default dan harus mengklik beberapa kali tidak seperti tampilan classic sebelumnya yang selalu langsung terlihat di front page.

Scroll kebawah (mode browser/PC) lalu klik berdasarkan urutan: “BANTUAN & KONTAK” -> “Rekening Saya” -> “Verifikasikan rekening anda” -> “Bagaimana cara memverifikasi rekening saya” -> klik hyperlink “memverifikasi rekening PayPal anda”. Status PayPal anda juga akan terlihat disitu:

1

2

4

4

  1. Selamat! Kartu anda sudah terkonfirmasi dan akun PayPal anda kini juga sudah TERVERIFIKASI. Pastikan sudah tidak ada lagi pesan “Konfirmasikan kartu anda” ataupun “Siap dikonfirmasi” pada wallet kartu:

Anda kini juga dapat berbelanja dengan PayPal dengan menggunakan kartu debit anda dsb (Tapi jangan lupa memastikan saldo tabungan anda masih cukup).

  1. Untuk lebih memastikan akun anda sudah komplit terverifikasi, anda juga akan dapat melihat profil “100%” (jika tidak tertutup foto profil), juga tiga status “Rekening (akun PayPal) dibuat”, “Alamat email dikonfirmasi”, dan “Kartu (Kredit/Debit) ditambahkan” dengan tanda centang hijau (untuk akun PayPal Indonesia penambahan Rekening Bank adalah optional, hanya untuk penarikan/withdrawal dana saja):

Karena salah satu indikator/benefit bagi pemilik akun PayPal yang terverifikasi adalah diangkatnya batas pengiriman dan penarikan (biasanya untuk akun belum terverifikasi limit/batas penarikan sekitar $10.000 USD/bulan. Untuk limit belanja/kirim pembayaran dari kartu kredit/kartu debit yang belum terkonfirmasi ataupun dari akun PayPal yang belum terverifikasi dulu adalah $100 USD namun mungkin sekarang sudah tidak lagi berlaku untuk akun Indonesia/berubah/berbeda tiap negara/akun sesuai policy and risk analysis/management pihak PayPal termasuk opsi pembayaran tanpa akun PayPal/express checkout dengan PayPal sebagai payment gateway biasa i.e Ebay etc), maka anda dapat juga mengklik “Lihat jumlah yang dapat Anda kirim dengan PayPal” didalam akun PayPal anda untuk mengetahui status akun PayPal anda (gunakan mode browser):

 

 

 https://www.paypal.com/id/cgi-bin/webscr?cmd=_show-limits

Jika status akun PayPal anda sudah terverifikasi, maka Batas Pengiriman dan Penarikan telah dihilangkan.

CARA MENGECEK APAKAH STATUS AKUN PAYPAL ANDA SUDAH 100% TERVERIFIKASI DAN TERKONFIRMASI (LANJUTAN):
https://amirz123.wordpress.com/2017/01/14/cara-mengecek-status-akun-paypal-anda-terverifikasi-dan-terkonfirmasi/

Jika anda pebisnis online ataupun menerima pembayaran/pengiriman dana yang menggunakan PayPal, maka sebagai info tambahan sama seperti nomor rekening tabungan lokal biasa maka semua kartu Visa baik kredit maupun debit yang sudah dikonfirmasi termasuk kartu debit Digibank DBS ini dapat juga digunakan untuk withdrawal/menarik saldo/dana hasil pembayaran/pengiriman di akun PayPal anda baik ke saldo tabungan (kartu debit) ataupun ke limit kartu kredit (dana di limit/kelebihan balance kemudian bisa ditarik di ATM berlogo Visa/Plus dengan fee Rp 50.000,00 tergantung bank), withdrawal PayPal ke kartu kredit/debit minimal $10 USD s/d $500 USD/hari, hal ini tidak bisa dilakukan dengan jenis kartu lainnya seperti Mastercard. Namun penulis sendiri tidak menganjurkannya karena fee dan konversinya ke Rupiah yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan withdrawal langsung ke bank lokal biasa (antara lain PayPal withdrawal fees $5 USD plus higher conversion and other fees).

 https://www.paypal.com/wdfunds

Update: Khusus untuk withdrawal/penarikan dana diatas dari saldo akun PayPal saat ini tampaknya kartu debit Visa (termasuk prepaid debit) sudah tidak bisa lagi digunakan untuk withdrawal dana langsung kekartu, jadi hanya dapat withdrawal langsung ke rekening tabungan bank lokal dulu saja (recommended). Withdrawal langsung kelimit kartu kredit Visa masih tetap bisa sesuai policy/kebijakan PayPal saat ini. Kebijakan ini dapat berbeda/berubah ditiap negara/akun/BIN kartu dst. Namun kartu debit Visa tetap selalu bisa digunakan untuk verifikasi serta transaksi online dengan PayPal seperti biasa (sesuai kebijakan bank/card issuer masing-masing).

Note:

– Memasukkan “(nomor) kartu debit/debet” tidak sama dengan memasukkan “(nomor) rekening tabungan/bank” di PayPal (atau dimanapun). Meskipun berkaitan namun rekening tabungan dan kartu debit merupakan dua produk/tools perbankan yang berbeda baik fungsi dan fitur termasuk beberapa lainnya disini dsb.

– Memasukkan “(nomor) kartu debit/debet” berlogo Visa/Mastercard yang sudah support PayPal/online adalah ekivalen dengan memasukkan “(nomor) kartu kredit dan charge card” berlogo Visa/Mastercard/Amex/JCB/Discover dsb di PayPal (i.e untuk verifikasi/transaksi PayPal).

Jadi jika misalnya anda mendaftarkan data nomor rekening tabungan bank tertentu di PayPal dan berhasil melakukan withdrawal dana pembayaran dari PayPal ke rekening tabungan tersebut, meskipun tujuannya withdrawalnya ke saldo tabungan yang sama tapi secara teknis hal tersebut tidak sama dengan melakukan withdrawal dengan/ke kartu debit/ATM yang terlink ke tabungan tersebut dan begitu juga sebaliknya. Juga tidak wajib menambahkan kartu debit lagi yang terlink ke rekening tabungan yang sudah ada tersebut sebelumnya atau sebaliknya (kecuali jika memang belum ada CC/debit sebelumnya atau dibutuhkan untuk verifikasi. Untuk rekening/bank boleh sama boleh juga beda). Termasuk juga tidak wajib nenambahkan rekening tabungan/Bank yang sama dengan bank penerbit kartu kredit yang sebelumnya sudah ada di akun PayPal dst.

 

Contoh Resi dan Detail Transaksi Online Di Akun PayPal Sebesar $10.52 USD Recurring Payment Di Pingler Limited Menggunakan Kartu Debit Visa Digibank Bank DBS:

Kartu Debit Visa Digibank Bank DBS https://www.dbs.com/digibank/id/id/tabungan/index.html

Deskripsi Transaksi Kartu Debit Tersebut di Histori Transaksi Aplikasi Mobile Digibank Yaitu “PAYPAL *PINGLERLIMI” Sebesar Rp 146.101 ($10.52 USD). Deskripsi Sama Persis Sesuai Keterangan Charge Di Kartu Dari PayPal Diatas:

Contoh Transaksi Online Dengan Merchant Non 3dsecure Lainnya Selain PayPal Yang Juga Sudah Supported Dengan Kartu Debit Visa Digibank Bank DBS i.e Google Play Store and Itunes Store Region Indonesia (all IDR):

  

Dan Juga Contoh Transaksi Online Kartu Debit Visa Digibank Bank DBS Di Tokopedia (IDR/RP) Menggunakan Fitur 3dSecure/VBV (Verified By Visa), Dengan 6 Digit Kode OTP HP:

Akhirnya, selamat menggunakan PayPal anda yang sudah terverifikasi (verified) secara legal untuk berbelanja, menerima pembayaran dan berbisnis online dsb! 😀

Jika anda ada masalah, minta bantuan, ataupun pertanyaan dsb dengan PayPal, selain dapat menghubungi CS PayPal via Email/Phone alternatifnya anda juga dapat coba menghubungi langsung staf PayPal di Facebook resmi PayPal: https://www.facebook.com/PayPal/ (in English, respon cepat biasanya dalam 1 jam) ataupun mengunjungi dan bertanya di situs resmi US-PayPal Community: https://www.paypal-community.com/t5/US-PayPal-Community/ct-p/US.

Catatan:

– Akun PayPal yang belum diverifikasi tetap dapat melakukan transaksi pembayaran, penerimaan dana, serta penarikan dana/withdrawal meskipun dengan jumlah limit/batasan yang lebih terbatas (terakhir untuk akun PayPal Indonesia yang belum terverifikasi maka limit/batas penarikan sekitar $10.000 USD/bulan atau ekivalennya dalam mata uang lain, dan jenis limit dapat berbeda tiap negara) serta beberapa limit/restriksi akun/transaksi lainnya yang diangkat jika akun PayPal sudah terverifikasi. Untuk limit belanja/kirim pembayaran dari kartu kredit/kartu debit yang belum terkonfirmasi dari akun PayPal yang belum terverifikasi dulu adalah $100 USD namun mungkin sekarang sudah tidak lagi untuk akun Indonesia/berubah/berbeda tiap negara/akun sesuai policy and risk analysis/management pihak PayPal.

https://amirz123.wordpress.com/2017/01/14/cara-mengecek-status-akun-paypal-anda-terverifikasi-dan-terkonfirmasi/

– Biarpun kartu kredit/debit belum dikonfirmasi namun sambil menunggu dapat kodenya kartu tersebut tetap bisa langsung dipakai transaksi setelah ditambahkan di PayPal (meskipun PayPal mungkin punya limit transaksi tersendiri untuk kartu kredit/debit yang belum dikonfirmasi/akun belum diverifikasi). Beberapa situs yang menggunakan PayPal seperti Ebay juga menyediakan opsi pembayaran kartu kredit/debit lewat PayPal tanpa perlu membuat akun PayPal ataupun dengan payment gateway lain, meskipun sebagian penjual mungkin lebih menyukai pembeli yang mempunyai akun PayPal yang juga sudah terverifikasi.

 

DISCLAIMER: Berhubung kebijakan masing-masing pihak institusi/bank penerbit kartu (issuer) yang dapat berbeda atau dapat berubah kapanpun juga maka mohon maklum jika mungkin tulisan diartikel ini tidak selalu akan berlaku, dan mungkin artikel ini juga Insyaallah akan selalu diupdate jika ada perubahan atau perkembangan kedepannya. Mudah-mudahan daftar kartu debit keluaran bank lokal yang sudah bisa full online PayPal dsb ini akan bisa terus bertambah kedepannya.

 

TAMBAHAN BEBERAPA INFO LAINNYA:

Beberapa Kartu Debit/ATM Indonesia Untuk Verifikasi PayPal dan Belanja Online (Update):
https://amirz123.wordpress.com/2017/01/06/beberapa-kartu-debitatm-indonesia-untuk-verifikasi-paypal-dan-belanja-online-update/

Verifikasi PayPal Dengan Kartu Kredit dan Kartu Debit/ATM/Debit Card Bank Lokal Indonesia:
https://amirz123.wordpress.com/2017/02/02/verifikasi-paypal-dengan-kartu-debitatmdebit-card-bank-lokal-indonesia/

Verifikasi PayPal Dengan Kartu Debit/ATM Visa Bank Permata/Permata Syariah:
http://amirz123.blogspot.co.id/2016/08/cara-memverifikasi-paypal-dengan-kartu.html

Verifikasi PayPal Dengan Kartu Debit/ATM Visa BTN/BTN Syariah:
https://amirz234.wordpress.com/2017/03/29/cara-verifikasi-paypal-dengan-kartu-debitatm-btn-secara-manual-update/

Daftar Kartu Kredit dan Kartu Debit Bank Lokal Indonesia Untuk Transaksi Online/E-Commerce (Confirmed):
https://amirz234.wordpress.com/2017/10/11/daftar-kartu-kredit-dan-kartu-debit-bank-lokal-indonesia-untuk-transaksi-onlinee-commerce-confirmed/

Beberapa Bank Di Indonesia Yang Bisa Mengeluarkan Secure Credit Card (SCC) Atau Kartu Kredit Dengan Jaminan:
https://amirz234.wordpress.com/2017/04/06/beberapa-bank-di-indonesia-yang-bisa-mengeluarkan-secure-credit-card-scc-atau-kartu-kredit-dengan-jaminan/

 

Iklan

PERBEDAAN TAMPILAN FISIK/VISUAL KARTU KREDIT DAN KARTU DEBIT/ATM

Contoh Kartu Kredit dan Kartu Debit/ATM (Foto Pribadi)

 

Contoh Kartu Kredit dan Kartu Debit/ATM (Foto Pribadi)
Contoh Kartu Kredit dan Kartu Debit/ATM

 

Penggunaan kartu kredit dan kartu debit/ATM beserta kartu pembayaran lainnya seperti prepaid/e-money dsb sebagai bagian dari APMK (Alat Pembayaran dengan Menggunakan Kartu) sudah semakin umum dewasa ini di Indonesia dalam rangka mewujudkan masyarakat non tunai (cashless society) seperti diluar sana selain juga metode pembayaran non tunai lainnya seperti aplikasi mobile, transfer banking dsb.

Baik Kartu Kredit maupun Kartu Debit/ATM serta juga Kartu Prepaid jika ada khususnya yang berlogo Visa/Mastercard adalah kartu transaksi paling populer dan luas/universal penerimaan/penggunaannya secara offline dan online diseluruh dunia termasuk di Indonesia dsb.

Meskipun semua sama-sama kartu transaksi (Payment Card) dan tampilan bisa mirip satu dengan yang lain namun perbedaan dasar antara Kartu Kredit dan Kartu Debit (termasuk Prepaid/Prepaid Debit) serta Kartu ATM adalah Kartu Kredit (Credit Card atau kadang bisa Charge Card buat American Express yang biasanya pembayaran full tagihan) menggunakan sumber dana untuk transaksi/berbelanja dari limit yang dihutangkan nasabah terlebih dahulu dari pihak bank (kredit) yang akan dibayarkan kemudian (bisa full ataupun cicilan). Sedangkan Kartu Debit/Debet (Debit Card atau kadang disebut Bank Card/Check Card untuk checking account) sumber dananya untuk transaksi langsung dipotong dari saldo tabungan punya nasabah sendiri (debit).

Kartu Prepaid (Prepaid Card ataupun Prepaid Debit Card) adalah kartu prabayar yang sumber dananya untuk transaksi biasanya merupakan dana terpisah diluar saldo utama tabungan perbankan reguler/terpisah/hasil top up/prepaid balance. Kartu prepaid mungkin bisa dipegang/digunakan siapa saja yang sudah diotorisasi card holder/nasabah pemilik asli (authorized user) dan mungkin account balance tidak mendapat bunga/interest seperti akun tabungan reguler (tergantung kebijakan issuer). Saldonya ada yang fixed/tidak bisa ditop up (non reloadable) maupun bisa ditop up (reloadable). Mungkin setelah ditop up saldonya tidak dapat dicairkan di ATM//direfund selain belanja saja. Juga mungkin untuk proteksinya tidak seperti kartu kredit/debit reguler jika hilang/dicuri dsb. Untuk di Indonesia contoh mudah fitur kartu prepaid/prabayar lokal adalah seperti kartu transaksi non tunai/prabayar reloadable e-money Bank Mandiri dan Flazz BCA yang sudah umum untuk i.e transaksi bayar tol, retail dsb serta beberapa macam kartu prabayar terbitan bank lainnya/retail/co-branding dsb, juga mungkin termasuk  beberapa macam non reloadable local/retail giftcard transaksi tertentu jika ada dsb.  Sedangkan untuk fitur kartu prepaid/prabayar lokal berlogo Visa/Mastercard (international cards) di Indonesia saat ini tampaknya baru hanya 3 macam kartu fisik Visa tambahan x-Card dari Jenius BTPN saja (1 akun Jenius BTPN bisa request 3 kartu opsional/tambahan x-Card). Reloadable dan expiry date panjang, serta jika sudah di top up limit kartu terpisah dari saldo rekening utama/saldo kartu debit fisik Visa utama m-Card Jenius BTPN. Jika ingin mengambil contoh fitur kartu prepaid virtual lokal berlogo Visa/Mastercard di Indonesia mungkin adalah virtual Visa e-Card Jenius BTPN  (beda fitur e-Card dengan x-Card selain hanya di bentuk kartu virtual/fisik selebihnya fiturnya hampir sama juga i.e reloadable dan expiry date panjang, serta jika sudah di top up limit kartu terpisah dari saldo rekening utama/saldo kartu debit fisik Visa utama m-Card Jenius BTPN. Untuk contoh kartu virtual prepaid lain yang non reloadable berlogo Visa/Mastercard di Indonesia dengan umur temporer/pendek tertentu adalah virtual prepaid Mastercard VCN BNI Debit Online dan juga VCN CIMB Clicks (ex-VCC Octopay Bank CIMB Niaga On Facebook dulu).

Kartu ATM (ATM Card) adalah kartu yang khusus digunakan untuk menarik uang tunai (withdrawal) dari tabungan nasabah melalui mesin ATM yang sesuai dengan bank/network yang digunakan. Selain itu juga kartu ATM dapat melakukan transfer secara elektronik ke rekening/bank lain. Namun terdapat juga kartu ATM yang dapat melakukan pembayaran di mesin EDC tertentu seperti kartu kredit/debit (EFTPOS) i.e Kartu ATM BCA yang lama sebelum diupgrade ke Mastercard. Kebanyakan kartu ATM bank saat ini juga merangkap kartu debit dan sebaliknya ataupun hybrid, bahkan kadang dianggap sama biarpun sebenarnya pengartiannya berbeda.

Sedangkan Kartu Virtual/Virtual Card adalah kartu pembayaran dalam wujud non fisik yang nomornya digenerate hanya terbatas digunakan untuk transaksi online saja, sering juga disebut dengan istilah VCC atau Virtual Credit Card meskipun sebenarnya istilah ini suka agak rancu karena kebanyakan dari sumber pendanaannya bukan seperti kartu kredit (i.e hutang ke bank dulu/kredit) namun lebih ke virtual prepaid/debit card yang dipotong/ditop up (prepaid balance) dari saldo rekening/account/card holder yang dilengkapi fasilitas tersebut (debit), meskipun ada juga bank/issuer kartu kredit tertentu yang menawarkan fitur VCC ini (i.e Citibank dsb). Kartu virtual/VCC umumnya juga mempunyai umur dan saldo yang lebih dibatasi penggunaannya (prepaid), juga tidak semua merchant dapat menerima kartu virtual/VCC khususnya instore/offline bahkan mungkin termasuk beberapa merchant online i.e PayPal dsb (risk/policy/security reason) dsb.

Tentu sudah banyak pula situs web dan blog lainnya termasuk penulis sendiri yang sebelumnya juga sudah sedikit banyak mengulas perihal serta persamaan dan perbedaan fitur kartu kredit dan kartu debit termasuk kartu ATM beserta kelebihan dan kekurangannya, satu bisa hutang dulu ke bank  (kartu kredit) yang lainnya harus langsung potong uang tabungan sendiri (kartu debit), “prestise/gengsi tambahan” dari perbedaan syarat dan ketentuan untuk mendapatkan (kartu kredit), dan juga persamaan (meskipun bisa ada juga perbedaan) beberapa fitur i.e untuk bertransaksi dimanapun termasuk untuk transaksi online dsb yang mungkin tidak terlalu perlu diulang dan diperjelas lagi detail teknisnya dsb disini (beberapa bank/issuer juga mengeluarkan kartu virtual/VCC/VCN sebagai pengganti kartu fisik untuk transaksi online). Bagaimanapun terkadang orang bahkan termasuk pengguna maupun pedagang/merchant penerima kartu kredit dan kartu debit khususnya ketika bertransaksi sering susah membedakan tampilan fisik keduanya yang sekilas memang kadang mirip. Apalagi sebagian besar kartu ATM keluaran bank ternama umumnya juga merangkap sebagai kartu debit yang biasanya juga menggunakan logo jaringan kartu kredit (i.e.Visa/Mastercard dsb) untuk aksesibilitas transaksi POS (Point of Sale) di mesin EDC merchant yang berlogo jaringan prinsipal kartu kredit.

Logo Prinsipal VISA dan MasterCard
Logo Prinsipal VISA dan MasterCard

Hal inilah yang kadang jadi salah paham menjadi kesalahpahaman bahkan masalah antara pembeli yang menggunakan kartu kredit atau kartu debit “berpenampilan kredit” dengan pedagang/merchant tertentu yang menerima pembayaran dengan kartu yang terkadang tidak bisa membedakan kartu kredit dengan kartu debit yang berlogo kartu kredit diatas, seperti pedagang khususnya merchant kecil yang sering mengenakan surcharge sekitar 3% untuk transaksi POS dengan kartu kredit tapi mungkin tidak dengan kartu debit (kecuali mungkin EDC off us/beda bank meskipun kadang bisa juga dengan mesin EDC bank yang sama (on us)/jaringan debit yang mendukung). Kartu debit memang harusnya diproses dulu sebagai “Debit” bukan “Credit” dengan MDR yang lebih kecil khususnya di EDC on us. Juga memberlakukan perbedaan ambang limit/batas transaksi minimal dengan kartu kredit (i.e. Rp 50.000,00) jika dibandingkan kartu debit, menawarkan tanda tangan daripada PIN dsb. Ataupun hanya sekedar antar sesama teman yang mungkin saja disangka mendapatkan kartu kredit baru padahal sebenarnya hanya kartu debit biasa dsb. 😀

Sering kurang jelasnya pembahasan tentang perbedaan tampilan kartu kredit dan debit inilah yang juga mendorong penulis untuk menulis artikel di blog ini yang mudah-mudahan dapat menambah perbendaharaan referensi yang sudah ada. Agar dapat lebih cepat mengerti perbedaan kartu kredit dan kartu debit/ATM alangkah baiknya jika diawal kita dapat terlebih dahulu kembali membahas dulu bagian-bagian atau anatomi sebuah kartu kredit/kartu debit pada umumnya seperti contoh dibawah ini:

Creditcardwcontactless
Tampak Depan Kartu Kredit/Debit
CCardBack.svg
Tampak Belakang Kartu Kredit/Debit

(Source: Wikipedia https://en.wikipedia.org/wiki/Credit_card )

Standar umum ukuran/dimensi Kartu Kredit/Debit adalah:  PxL= 85.60 × 53.98 mm (3-3/8 in × 2-1/8 inch) beserta sudut bulat/tumpul dengan radius 2.88–3.48 mm https://en.wikipedia.org/wiki/ISO/IEC_7810#ID-1

Tampak Depan:
1). Nama bank/institusi penerbit kartu (issuer)
2). Chip (EMV/NSICCS) dengan cara dip sebagai pengganti magnetic stripe (swipe) di transaksi POS/EDC/ATM ataupun transaksi Card Present/Instore Payment Terminals
3). Hologram (tanda ciri pengenal keaslian kartu) i.e. Visa: Burung Merpati, Mastercard: Globe/Bola Dunia dsb. Kadang bisa juga terdapat dibelakang kartu
4). Nomor 16 digit (atau antara 13-19 digit) PAN/Payment Account Number/akun kartu dimana 1 digit awalannya (MII/Major Industry Identifier) menunjukkan major brand/prinsipal utama (i.e. Visa awalannya 4xxxxx, Mastercard 5xxxxx, American Express 3xxxxx dst). Selain network juga menunjukkan bank/institusi penerbit kartu beserta negara asal (BIN/IIN), jenis/level kartu, serta digit terakhir nomor akun kartu yang ditagihkan dst. Untuk lebih mengetahui tentang BIN/IIN dapat juga digoogle atau bisa dilihat disini: https://en.wikipedia.org/wiki/Payment_card_number. Terkadang 4 digit awal nomor kartu juga dicetakkan kecil dibawahnya untuk verifikasi kartu pada POS sales
5). Logo network/prinsipal kartu (Visa/Mastercard/American Express dsb). Beberapa network tambahan (interbank/ATM network)/switching dapat dicetakkan dibelakang kartu
6). Tanggal kadaluarsa/expiry date (kadang tanggal diterbitkan kartu juga dicetakkan)
7). Nama pemegang kartu/card holder’s full name (kadang bisa memakai nick name lain jika diizinkan pihak bank/bank by request atau karakter nama terlalu panjang) termasuk untuk pemegang kartu kredit utama dan tambahan
8). Tanda chip untuk contactless payment (jika didukung/tersedia fitur contactless i.e. Visa Paywave ataupun Mastercard PayPass/Contactless)

Tampak Belakang:
1). Pita magnetik/magnetic stripe jika diperlukan data kartu untuk non-chip payment
2). Panel tanda tangan pemegang kartu yang diotorisasi (authorized signature) untuk verifikasi/otentikasi transaksi pembayaran di POS/EDC dengan tanda tangan/tanpa PIN (diproses secara kredit lewat jaringan Visa/Mastercard/American Express dsb). Terkadang sebagian nomor kartu juga dicetakkan disitu (untuk verifikasi POS tambahan)
3). Kode keamanan kartu/Card Security Code/CSC 3 angka/digit khususnya untuk verifikasi/otorisasi transaksi tanpa kehadiran kartu atau Card Not Present/online (CNP/Internet/MOTO) dimana untuk Visa istilahnya kode CVV (Card Verification Value), Mastercard CSC (Card Security Code), American Express CID dst. Note: untuk kartu American Express biasanya selain kode CVV 3 angka juga mempunyai kode keamanan 4 angka CID (Card Identification Data) yang terprint di panel depan kartu. Beberapa jenis kartu yang memang tidak didukung fitur transaksi CNP oleh issuer mungkin tidak mempunyai kode CSC

 

Umumnya kartu kredit dan kartu debit juga sama-sama mempunyai bagian tersebut diatas biarpun kadang tidak semua, lalu bagaimana cara praktis agar lebih mudah membedakan keduanya? Ada beberapa tampilan umum fisik/visual yang selain dikarenakan perbedaan fitur juga kadang bersifat kosmetik sehingga kita lebih mudah membedakan keduanya pada tampilan pertama khususnya untuk kartu kredit dan kartu debit di Indonesia:

1. Desain dan warna cover depan kartu kredit apalagi yang berlevel tinggi (i.e. Gold/Platinum dsb) biasanya cenderung terlihat lebih elegan/ekslusif “wah” daripada kartu debit standar yang cenderung monoton, meskipun tidak selalu.

2. Kartu kredit biasanya pasti mempunyai tampilan huruf cetak timbul (embossed) untuk nama pemegang dan tanggal kadaluarsa kartu dibandingkan kartu debit yang biasanya dicetak biasa (printed), meskipun tidak selalu juga seperti mungkin beberapa kartu debit edisi khusus/prioritas ataupun korporat dsb (contoh: Kartu Debit Visa Bank Permata Priority serta Kartu Debit Mastercard Paspor BCA baru dsb). Sebagai tambahan untuk kartu debit keluaran luar negeri juga kadang dapat dicetakkan dengan huruf emboss seperti pada kartu kredit. Beberapa kartu debit/ATM lokal non Visa/Mastercard seperti Paspor BCA (Maestro) dan Debit Sinarmas UnionPay dibawah juga dapat mempunyai huruf timbul yang diemboss.

3. Kartu kredit biasanya pasti mempunyai nama pemegang kartu dimana kartu debit yang instant mungkin tidak selalu dicetakkan, meskipun nasabah mungkin dapat request dicetakkan namanya (tergantung fitur bank).

4. Kartu kredit khususnya di Indonesia rata-rata sudah lebih dahulu mempunyai teknologi chip (EMV) daripada kartu debit, meskipun kini sesuai target BI rata-rata bank di Indonesia sudah  mulai melakukan migrasi bertahap dari pita magnetik ke chip (NSICCS) pada kartu debit/ATM sebelum tahun 2020 untuk keamanan transaksi POS/EDC/ATM apapun dengan kartu kredit/debit/prabayar. Juga biasanya fitur-fitur terbaru seperti Visa PayWave/Mastercard PayPass/Contactless dsb biasanya akan hadir terlebih dahulu di kartu kredit, at least di Indonesia.

5. Kartu debit terkadang mempunyai tulisan “debit”. Umumnya juga kartu debit di Indonesia yang lebih sering terhubung ke saving account bukan checking account seperti diluar selain  nama dan nomor depan tidak diemboss/timbul juga terkadang mempunyai tanda “Electronic Use Only” termasuk logo sub brand debit jika ada seperti Visa Electron dan Mastercard Electronic serta Maestro yang menandakan bahwa kartu tersebut harus mendapatkan otorisasi real-time/melalui terminal elektronik/online langsung ke bank nya pada saat transaksi POS terjadi i.e melalui mesin EDC (Electronic Data Capture), jadi harus mendapatkan otorisasi pihak bank lebih dahulu sebelum transaksi approved dan tidak mengenal floor limit dan overlimit/overdraft serta tetap tidak bisa digunakan di terminal offline seperti kartu kredit di pesawat, kapal pesiar, terminal POS yang tidak terhubung kepihak bank langsung untuk otorisasi jaminan pembayaran manual dsb termasuk fitur “carbon copy” (POS credit card imprinter) ala jadul dsb tidak seperti kartu kredit yang biasanya nomor dan namanya diemboss (standar kartu kredit dari dulu). Zaman EDC elektronik/online sekarang penggunaan huruf emboss selain hanya agar tidak cepat luntur/terkikis sebenarnya lebih ke tradisi desain estetika saja daripada fitur fungsional kartu kredit awal sebagai pembeda dengan kartu debit standar.

6. Biasanya kartu kredit yang dikeluarkan satu bank bisa lebih banyak bervariasi logo/prinsipal termasuk jenis/level kartunya seperti Visa/Mastercard Co-branding dsb dimana kartu debit yang dikeluarkan biasanya jenis/level kartunya lebih sedikit/standar serta hanya menggunakan satu prinsipal utama saja (jika tidak Visa maka Mastercard dst) meskipun tidak selalu juga begitu i.e. Bank Sinarmas dsb. Meskipun demikian kartu debit yang juga merangkap kartu ATM biasanya mempunyai interbank/ATM network/switching yang lebih banyak penerimaannya (logo-logo dibelakang kartu), dimana otentikasi PIN debit network dan PIN kartu kredit/debit (non signature) juga melalui jaringan ATM network yang ada.

7. Bank seperti BCA membedakan prinsipal untuk kartu kredit dan debitnya dimana kartu debit BCA hanya menggunakan jaringan debit lokal seperti Debit BCA ataupun internasional seperti Maestro dan tidak menggunakan jaringan/logo pemrosesan kartu kredit seperti Visa/Mastercard seperti kartu debit bank lainnya. (Catatan: kartu debit Paspor BCA yang terbaru sekilas cukup mirip dengan kartu kredit karena selain sudah dilengkapi chip juga tetap menggunakan huruf emboss timbul dan dapat menggunakan nama nasabah) dsb. Update: Sejak November 2017 kini BCA juga sudah mengeluarkan Kartu Debit Mastercard Paspor BCA baru yang juga sudah berchip menggantikan debit Paspor BCA yang lama.

8. Untuk kartu kredit yang memang dari dulu area tujuan penggunaannya lebih internasional/world wide maka biasanya juga akan lebih banyak memakai keterangan dalam bahasa Inggris selain bahasa Indonesia dipanel belakang daripada kartu debit ataupun ATM biasa yang awalnya by design memang lebih dipusatkan pada penggunaan lokal, meskipun zaman sekarang rata-rata kartu debit khususnya yang berlogo Visa/Mastercard/Maestro (international/worldwide) juga sudah dapat digunakan untuk bertransaksi internasional (tergantung kebijakan bank).

9. Untuk beberapa jenis kartu debit/ATM yang oleh banknya tidak direncanakan/digunakan untuk transaksi internet/online/CNP seperti pada kartu kredit umumnya bisa saja tidak mempunyai kode keamanan 3 angka (CVV/CVC/CSC) dibelakang kartu.

Untuk lebih mempermudah comparison/perbandingan tampilan visual/fisik plus variasi fitur terkait dsb antara kartu kredit/debit maka disini penulis mencoba menyertakan contoh real (bukan hanya sekedar contoh model ilustrasi/desain/specimen kartu) berupa beberapa foto (scan) dari fisik kartu kredit dan kartu debit milik pribadi penulis yang dikeluarkan oleh bank yang sama (Note: beberapa bagian yang sifatnya private sengaja ditutupi atau dikaburkan untuk alasan keamanan dan kerahasiaan data) antara lain dari  Bank Mandiri, Bank CIMB Niaga, Bank Sinarmas, dan BCA:

 

1. Bank Mandiri:

Kartu Kredit Mastercard Platinum Edisi Pertamina (Kiri) dan Kartu Debit Visa Platinum Edisi Prioritas (kanan)

Kartu Kredit Mastercard Platinum Edisi Pertamina (Kiri) dan Kartu Debit Visa Platinum Edisi Prioritas (kanan) Bank Mandiri
Tampak Depan
Kartu Kredit Mastercard Platinum Edisi Pertamina (Kiri) dan Kartu Debit Visa Platinum Edisi Prioritas (kanan) Bank Mandiri
Tampak Belakang

Tampak bahwa kartu debit Mandiri biarpun sudah level Platinum sekalipun namun tetap tidak diemboss berbeda dengan kartu kreditnya. Juga karena kartu debitnya berfungsi sekaligus sebagai kartu ATM maka selain ATM Mandiri aksesibilitas kartu debitnya lebih luas daripada kartu kreditnya ke ATM bank lain yang berlogo jaringan ATM Bersama, Plus, Prima, dan Link. Bahkan tampaknya pada kartu kredit Mastercard ini tidak dijumpai adanya logo Cirrus yang sering terdapat di kartu kredit Mastercard melainkan hanya logo “Pertamax Turbo” untuk penggunaan promo semacam discount point cashback transaksi di SPBU Pertamina (karena kartu kredit ini sebenarnya adalah co-branding kerjasama resmi antara Bank Mandiri dan Pertamina). Penarikan tunai/cash advance untuk kartu kredit Mastercard Mandiri ini mungkin hanya dapat dilakukan di ATM berlogo Mastercard selain ATM Mandiri sendiri. Yang juga cukup menarik pada panel tanda tangan nomor kartu debit Mandiri yang terbaru ini (sudah berchip) tidak disisakan tempat lagi untuk tanda tangan nasabah selain hanya dicetakkan 16 digit nomor kartu karena sesuai dengan kebijakan baru Bank Mandiri dan mungkin sebagian bank lainnya juga maka transaksi kartu debit Bank Mandiri di EDC manapun selain dengan chip kini wajib otentikasi dengan PIN 6 digit (EMV based Chip and PIN only card). Jadi tidak bisa lagi dengan tanda tangan (EDC baik on/off us). Hal ini tidak/belum berlaku untuk kartu kredit Bank Mandiri (Chip and Signature+PIN).

Update: Ternyata untuk kartu Visa/Mastercard chip/EMV yang terbaru maka jaringan tambahan Plus/Cirrus (ATM Network and PIN) boleh saja logonya tidak dicetakkan.seperti dulu. Mungkin karena sudah dianggap standar dari Visa/Mastercard atau card network/prinsipalnya.

2. Bank CIMB Niaga

Kartu Kredit Mastercard Gold (Kiri) dan Kartu Debit Mastercard Standard (kanan)

Kartu Kredit Mastercard Gold (Kiri) dan Kartu Debit Mastercard Standard (kanan) Bank CIMB Niaga
Tampak Depan
Kartu Kredit Mastercard Gold (Kiri) dan Kartu Debit Mastercard Standard (kanan) Bank CIMB Niaga
Tampak Belakang

Tampak bahwa tampilan depan kartu kredit Gold yang berwarna emas (glossy metalic) lebih terkesan “mewah” daripada kartu debit yang berwarna merah dop. Juga kartu kredit diemboss dan mempunyai nama sedangkan kartu debit yang instant tidak (meskipun nama mungkin dapat direquest tersendiri oleh nasabah). Karena merangkap kartu ATM maka kartu debitnya juga lebih mempunyai aksesibilitas luas ke ATM yang berlogo Cirrus, Prima, ATM Bersama termasuk jaringan MEPS asal Malaysia (negara asal Bank CIMB) daripada kartu kreditnya yang hanya mempunyai logo Cirrus selain ATM CIMB Niaga. Penarikan tunai/cash advance untuk kartu kredit CIMB Niaga mungkin hanya dapat dilakukan di ATM berlogo Mastercard dan Cirrus selain ATM CIMB Niaga sendiri. Tampak pada kartu kreditnya juga lebih didominasi bahasa Inggris daripada kartu debitnya meskipun keduanya sama-sama bisa dipakai bertransaksi internasional. Terlihat tanda “Electronic Use Only” yang menandakan bahwa kartu tersebut harus mendapatkan otorisasi real-time/melalui terminal elektronik/online langsung ke bank nya pada saat transaksi POS terjadi i.e melalui mesin EDC (Electronic Data Capture).

3. Bank Sinarmas

Kartu Kredit Visa Platinum (Kiri) dan Kartu Debit UnionPay Gold (kanan)

Kartu Kredit Visa Platinum (Kiri) dan Kartu Debit UnionPay Gold (kanan) Bank Sinarmas
Tampak Depan
Kartu Kredit Visa Platinum (Kiri) dan Kartu Debit UnionPay Gold (kanan) Bank Sinarmas
Tampak Belakang

Yang cukup unik adalah meskipun kartu kreditnya berlogo Visa namun Bank Sinarmas selain mengeluarkan kartu debit yang berlogo Visa juga mengeluarkan kartu debit UnionPay (asal China) yang cukup bermanfaat khususnya jika sering travel ke China. Pada tampilannya pun kedua kartunya sama-sama menarik (meskipun tampaknya desain kartu debit UnionPay Goldnya lebih menarik) karena keduanya sama-sama diemboss namun kartu debitnya tidak punya nama pemegang kartu (meskipun mungkin dapat direquest nasabah). Pada bagian belakang juga sama-sama terdapat panel tanda tangan dan sebelah kanan kode keamanan kartu 3 digit serta 4 digit terakhir nomor kartu yang dicetakkan. Meskipun tidak menggunakan jaringan Visa yang lebih umum di Indonesia karena kartu debitnya berfungsi sebagai kartu ATM maka aksesibilitas ke logo jaringan ATM bank lainnya lebih luas selain ATM Bank Sinarmas seperti yang berlogo ATM Bersama, Alto, ATM BCA, Prima termasuk dapat melakukan pembayaran debit/switching off us seperti jaringan Debit BCA dan Prima Debit seperti di EDC BCA (mungkin karena masih jarang EDC merchant lokal selain di China yang menerima pembayaran UnionPay langsung) dan juga pembayaran EZ-Link (contactless?) asal Singapore yang katanya juga bisa dipakai untuk bepergian di China. Penarikan tunai/cash advance untuk kartu kredit Sinarmas mungkin hanya dapat dilakukan di ATM berlogo Visa dan Plus selain ATM Sinarmas sendiri.

4. Bank Central Asia (BCA)

Kartu Kredit Visa Platinum Edisi Batman (Kiri) dan Kartu Debit Mastercard Platinum Paspor BCA Edisi Prioritas (kanan)

Kartu Kredit Visa Platinum (Kiri) Edisi Batman dan Kartu Debit Mastercard Platinum Edisi Prioritas (kanan) BCA
Tampak Depan
Kartu Kredit Visa Platinum (Kiri) Edisi Batman dan Kartu Debit Mastercard Platinum Edisi Prioritas (kanan) BCA
Tampak Belakang

Kartu Debit Mastercard Paspor BCA merupakan Kartu Debit Terbaru BCA Berprinsipal Mastercard yang menggantikan kartu debit/ATM lamanya yang masih berlogo Flazz dan Maestro. Ciri khas kartu debit/ATM BCA dari dulu dibandingkan kartu debit/ATM Bank lokal lainnya yaitu baik kartu kredit maupun kartu debit BCA keduanya sama-sama mempunyai nomor kartu dan nama card holder yang selalu dicetak timbul (embossed). Juga karena kartu debitnya berfungsi juga sekaligus sebagai kartu ATM maka terdapat logo jaringan ATM BCA, Cirrus, Prima, dan Debit BCA di EDC BCA (on us). Terdapat logo “Warner Bros”dan afiliasinya karena kartu kredit Visa edisi Batman ini sebenarnya adalah co-branding kerjasama resmi antara BCA dan Warner Bros). Tampaknya pada kartu kredit Visa BCA ini tidak dijumpai adanya logo Plus yang sering terdapat di kartu kredit Visa. Penarikan tunai/cash advance untuk kartu kredit BCA mungkin hanya dapat dilakukan di ATM berlogo Visa selain ATM BCA sendiri.

Update: Ternyata untuk kartu Visa/Mastercard chip/EMV yang terbaru maka jaringan tambahan Plus/Cirrus (ATM Network and PIN) boleh saja logonya tidak dicetakkan.seperti dulu. Mungkin karena sudah dianggap standar dari Visa/Mastercard atau card network/prinsipalnya.

 

Lantas bagaimana caranya untuk membedakan kartu kredit dan kartu debit bukan dari fisiknya namun hanya dari sekedar nomornya saja seperti pada transaksi internet/CNP (kartu tidak hadir) dsb diatas? Seperti yang sudah dijelaskan diatas sebelumnya tiap kartu kredit dan kartu debit mempunyai komponen masing-masing 6 digit awal dari 16 digit (atau antara 13-19 digit) nomor kartunya (BIN/Bank Identification Number dan IIN/Issuer Identification Number) yang meskipun sisanya dapat bervariasi untuk nomor akun nasabah yang ditagihkan (tetap sesuai kaidah algoritma Luhn untuk aturan generate nomor kartu kredit) maka BIN/IIN 6 digit awal ini sudah dapat digunakan untuk mengenali jenis kartu  misalnya kartu Visa awalannya 4xxxxx, Mastercard 5xxxxx, American Express 3xxxxx dst, nama bank/negara/issuer country, serta jenis kartu ataupun levelnya (Kredit, Debit, Prepaid, Charge Card dsb). Hal ini juga dapat menjadi data bagi pertimbangan pihak merchant yang mungkin karena suatu alasan tertentu dapat saja menerima ataupun menolak kartu tertentu dsb.

Beberapa contoh situs yang dapat mengecek 6 digit BIN/IIN kartu kredit/debit/prepaid (jenis kartu, prinsipal, issuer, country dsb) secara online i.e:

https://www.bincodes.com/bin-checker/
https://binlists.com/
https://binlist.net/

Beberapa contoh situs untuk mengecek validitas 13-19 digit nomor kartu kredit/debit/prepaid (algoritma Luhn) dan generate contoh nomor kartu yang secara teknis valid namun tidak berfungsi untuk pembayaran (dummy/fake card numbers-education purpose only) secara online i.e:

https://www.bincodes.com/creditcard-checker/
https://www.tools4noobs.com/online_tools/credit_card_validate/
https://ccardgenerator.com/

 

Demikianlah sekilas mengenai perbedaan tampilan fisik kartu kredit dan kartu debit yang kadang dapat sering membingungkan bahkan termasuk untuk penulis sendiri hehehe. Tambahan penting lagi jika tampilan kartu anda khususnya yang debit/ATM belum mempunyai chip seperti diatas segeralah tanyakan dan mintakan pada bank anda jika sudah tersedia demi keamanan dan kenyamanan transaksi anda kedepannya (highly recommended!). Jika ada kesalahan atau kekurangan dalam penulisan maka penulis mohon maaf. Semoga dapat mencerahkan, salam 😀

 

TAMBAHAN BEBERAPA INFO LAINNYA:

Beberapa Kartu Debit/ATM Indonesia Untuk Verifikasi PayPal dan Belanja Online (Update)
https://amirz123.wordpress.com/2017/01/06/beberapa-kartu-debitatm-indonesia-untuk-verifikasi-paypal-dan-belanja-online-update/

Daftar Kartu Kredit dan Kartu Debit Bank Lokal Indonesia Untuk Transaksi Online/E-Commerce (Confirmed)
https://amirz234.wordpress.com/2017/10/11/daftar-kartu-kredit-dan-kartu-debit-bank-lokal-indonesia-untuk-transaksi-onlinee-commerce-confirmed/

Beberapa Bank Di Indonesia Yang Bisa Mengeluarkan Secure Credit Card (SCC) Atau Kartu Kredit Dengan Jaminan
https://amirz234.wordpress.com/2017/04/06/beberapa-bank-di-indonesia-yang-bisa-mengeluarkan-secure-credit-card-scc-atau-kartu-kredit-dengan-jaminan/

 

Daftar Kartu Kredit dan Kartu Debit Bank Lokal Indonesia Untuk Transaksi Online/E-Commerce (Confirmed)

Contoh Kartu Kredit dan Kartu Debit/ATM (Foto Pribadi)
Contoh Kartu Kredit dan Kartu Debit/ATM (Foto Pribadi)
Contoh Kartu Kredit dan Kartu Debit/ATM

 

Penggunaan APMK (Alat Pembayaran dengan Menggunakan Kartu) antara lain seperti Kartu Kredit dan Kartu Debit khususnya yang berlogo/prinsipal Visa/Mastercard kini juga sudah mulai umum merambah didunia Transaksi Online/E-Commerce sebagai cara pembayaran alternatif yang praktis selain pembayaran konvensional lainnya seperti COD/tunai, transfer bank/ATM, virtual account dsb. Terlebih lagi dengan kartu kredit seperti kemungkinan membeli dengan cicilan sesuai limit, promo cashback reward point dsb. Belum lagi jangkauan kartu kredit dan kartu debit yang universal sehingga lebih mudah untuk bertransaksi tidak hanya lokal tapi juga internasional seperti PayPal dsb.

Baik Kartu Kredit maupun Kartu Debit/ATM serta juga Kartu Prepaid jika ada khususnya yang berlogo Visa/Mastercard adalah kartu transaksi paling populer dan luas/universal penerimaan/penggunaannya secara offline dan online diseluruh dunia termasuk di Indonesia dsb.

Logo Prinsipal VISA dan MasterCard
Logo Prinsipal VISA dan MasterCard

Namun di Indonesia khususnya pada kartu debit hanya segelintir bank penerbit kartu debit yang kebijakannya sudah mengizinkan transaksi online/e-commerce (CNP/MOTO/Internet) lokal dan internasional pada kartu debit tabungan yang sudah berlogo Visa dan Mastercard dengan berbagai pertimbangannya (policy and risk analysis/management) khususnya keamanan dsb, berkebalikan dengan kartu kreditnya yang rata-rata sebagian besar sudah mendukung.

Tentu semuanya akan kembali ke kebijakan dan pertimbangan (policy and risk analysis/management) bank penerbit kartu kredit dan kartu debit (issuer) masing-masing untuk mengizinkan atau tidak untuk transaksi online, dan bisa berbeda atau berubah kapan saja. Harap memastikan kembali semua fitur dan kebijakan tersebut kepada bank penerbit kartu kredit dan kartu debit masing-masing.

Note: Penggunaan kartu debit Visa/Mastercard yang support untuk transaksi online/e-commerce akan diproses melalui jaringan pemrosesan kartu kredit Visa/Mastercard langsung (non PIN) dan bukan sebagai debit Visa/Mastercard (PIN). Analoginya transaksi di terminal EDC maka pilihan kartu debit tersebut akan diproses sebagai kredit (tanda tangan/signature, PIN opsional) bukan sebagai debit atau interbank/ATM network lainnya (wajib PIN/switching).

Berikut dibawah ini adalah daftar beberapa macam kartu kredit dan kartu debit beserta jenis prinsipal dan bank penerbitnya yang sudah dikonfirmasi bisa digunakan untuk transaksi online/internet/e-commerce di situs lokal dan internasional, baik yang sudah menggunakan 3dsecure (Verified by Visa/Mastercard Secure Code) seperti pada Tokopedia, Bukalapak, Bhinneka, Elevenia, Skrill dsb maupun yang tidak seperti PayPal, Ebay, Amazon, Lazada, Google Playstore, Itunes Store, Steam, PSN Store dsb:

 

1. Kartu Kredit Visa/Mastercard/JCB/American Express Credit/Charge Card (termasuk berbagai jenis nama varian kartu berdasarkan level limit transaksi dan fungsi/fitur dsb seperti Silver/Classic/Standard, Gold, Platinum, Signature/World Elite, Business, Corporate, Priority Banking, Travel, Airline Miles, Cashback, Reward, Shopping, Syariah/Hasanah, Co-branded card dsb jika ada dan cara mendapatkan kartu kredit seperti melalui i.e. jalur prosedur reguler (verifikasi data dan analyst) maupun dengan jaminan lock tabungan/deposito (SCC/Secured Credit Card) ataupun dengan jalur priority banking dsb (instant approval/by invitation/offer) jika ada dst. Juga berlaku untuk kartu kredit utama dan tambahan). Mungkin dapat menjadi bahan referensi juga bagi anda yang ingin mengajukan aplikasi kartu kredit khususnya untuk tujuan penggunaan transaksi online/PayPal dsb selain pertimbangan tawaran promo benefit lainnya dari pihak bank penerbit kartu kredit dsb:

Kartu Kredit Visa, Mastercard, dan American Express BCA (Everyday/BCA card is excluded)
Kartu Kredit Visa dan Mastercard Bank Mandiri
Kartu Kredit Visa dan Mastercard BRI
Kartu Kredit Visa dan Mastercard Bank CIMB Niaga
Kartu Kredit Mastercard Bank CIMB Niaga Syariah
Kartu Kredit Visa dan Mastercard Bank Permata
Kartu Kredit Visa dan Mastercard Bank HSBC
Kartu Kredit Visa dan Mastercard Bank Standard Chartered
Kartu Kredit Visa dan Mastercard Bank UOB
Kartu Kredit Visa dan Mastercard Bank Bukopin
Kartu Kredit Visa, Mastercard, dan American Express Bank Danamon
Kartu Kredit Visa dan Mastercard Bank ANZ
Kartu Kredit Visa dan Mastercard Bank Mega
Kartu Kredit Visa dan Mastercard Bank OCBC NISP
Kartu Kredit Visa dan Mastercard Maybank
Kartu Kredit Visa dan Mastercard Bank MNC
Kartu Kredit Visa, Mastercard, JCB, dan American Express BNI
Kartu Kredit Mastercard BNI Syariah (Hasanah card)
Kartu Kredit Visa Bank Sinarmas
Kartu Kredit Visa BTN
Kartu Kredit Visa AEON (credit company/non bank issuer)
Kartu Kredit Visa Citibank
Kartu Kredit Visa Bank Panin
Kartu Kredit Visa Bank DBS

Note: Jika ada bank/kartu kredit lain yang tidak/belum ada dilist maka bukan berarti tidak bisa dipakai untuk transaksi online, hanya saja belum dapat dikonfirmasi/update datanya oleh penulis dan rekan saat artikel ini dibuat. Urutan dalam list juga tidak menunjukan tingkat prestise/bonafiditas/benefit bank penerbit beserta kartunya dsb. Semua kartu kredit diatas termasuk JCB dan American Express dapat digunakan untuk transaksi online, baik yang 3dsecure maupun non 3dsecure baik lokal maupun internasional termasuk verifikasi PayPal dsb selama merchant mencantumkan logo/menerima kartu Visa, Mastercard, JCB, dan American Express/Amex. Rata-rata kartu kredit personal berlogo Visa/Mastercard/American Express yang dikeluarkan di Indonesia begitu sudah diaktifkan dapat langsung digunakan untuk transaksi internasional termasuk online.

Beberapa jenis kartu kredit/debit korporat/bisnis (commercial/non personal card) tertentu mungkin dapat diblokir untuk beberapa transaksi dengan jenis merchant tertentu (MCC/Merchant Category Code) termasuk online/diluar urusan perusahaan/kebutuhan business/travel dsb atau tidak berhubungan dengan bisnis perusahaan termasuk belanja online E-Commerce dsb i.e belanja di Shopee, beli game di Steam dsb. Meskipun hal ini juga tergantung kebijakan perusahaan/bank masing-masing sesuai kesepakatan yang ada, karena ada juga kartu komersial yang boleh dipakai pribadi oleh karyawan pemegang kartu dengan syarat transaksi yang sifatnya pribadi harus diganti/dibayarkan).

Sedangkan online merchant/payment gateway khususnya yang beroperasi di situs olshop/marketplace tertentu biasanya juga ikut memblokir/tidak menerima BIN kartu kredit/debit korporat/bisnis diatas karena high risk/lebih beresiko untuk dispute/chargeback jika ternyata kebijakan perusahaan/bank tidak mengizinkan transaksi non bisnis/keperluan pribadi dilakukan oleh karyawan pemegang kartu (authorized card holder) tersebut.

 

2. Kartu Debit/ATM Berlogo Credit Card Network/Principal (i.e Visa/Mastercard) Dengan Fitur “Debit Online” (termasuk berbagai jenis nama varian kartu berdasarkan level limit transaksi dan fungsi/fitur dsb seperti Silver/Classic/Standard, Gold, Platinum, Business, Corporate, Priority Banking, Co-branded card dsb, termasuk mungkin varian sub brand untuk kartu debit Visa/Mastercard seperti Visa Electron dan Mastercard Electronic jika ada (non embossed cards/real time authorization only), termasuk juga pemakaian nomor kartu, expiry date, dan CVV langsung dari wujud kartu debit fisiknya seperti halnya kartu kredit biasa untuk transaksi online atau sekedar menawarkan fitur generate kartu transaksi debit virtual dari saldo tabungan dengan cara SMS/Internet banking yang sebenarnya terpisah dari fitur kartu debit fisiknya sendiri). Disini juga dianggap termasuk kartu prepaid debit dan produk “instant” SCC komplementer tabungan yang limit belanjanya dapat ditop-up/reload (prepaid balance) diatas limit minimal prasyarat dengan transfer dana nasabah/tabungan sendiri:

Kartu Debit Visa Mandiri
Kartu Debit Visa BTN
Kartu Debit Visa BTN Syariah
Kartu Debit Visa Bank Permata
Kartu Debit Visa Bank Permata Syariah
Kartu Debit Visa Jenius BTPN
Kartu Debit Visa Bank Mega
Kartu Debit Visa Bank DBS (tabungan reguler dan Digibank)
Kartu Debit Visa Bank ANZ (obsolete-diganti Kartu Debit Visa Digibank Bank DBS)
Kartu Debit Mastercard Bank CIMB Niaga (kartu fisik dengan 3dsecure dan virtual/VCN CIMB Clicks)
Kartu Debit Mastercard Bank CIMB Niaga Syariah (kartu fisik dengan 3dsecure dan virtual/VCN CIMB Clicks)
Kartu Debit Mastercard BNI (hanya virtual/VCN)
Kartu Debit Mastercard BNI Syariah (hanya virtual/VCN)
Kartu Debit Mastercard BRI
Kartu Kredit Secure (Prepaid SCC) Visa Bank Sinarmas
Kartu Debit Mastercard Citibank

Note: Kartu debit/ATM keluaran bank lokal lainnya selain diatas saat ini mungkin tidak/belum diizinkan untuk bertransaksi online sama sekali meskipun sudah berlogo Visa/Mastercard oleh banknya dan hanya dapat digunakan untuk transaksi Instore/POS/EDC selain penarikan uang di ATM, antara lain seperti kartu debit/ATM Bank Bukopin, Danamon, OCBC NISP, Muamalat, HSBC, dsb termasuk yang tidak berlogo Visa/Mastercard seperti kartu debit/ATM Paspor BCA dsb. Update: Baru-baru ini (pertengahan November 2017) BCA kini juga sudah mengeluarkan Kartu Debit Mastercard Paspor BCA baru yang juga sudah berchip menggantikan debit Paspor BCA yang lama. Meskipun saat tulisan ini dibuat kartu debit Mastercard BCA belum dapat digunakan untuk transaksi online via internet/CNP namun berdasarkan informasi terakhir dari BCA maka kartu debit Mastercard BCA akan tetap dapat melakukan transaksi online mungkin sekitar awal tahun 2018. Berbeda dengan kartu kreditnya kebanyakan kartu debit bank lokal di Indonesia lainnya saat tulisan ini dibuat masih belum bisa digunakan full untuk transaksi online.

Sedangkan khusus fitur beberapa kartu debit online termasuk prepaid debit berlogo Visa/Mastercard (termasuk prepaid SCC) yang mungkin bisa menggantikan penuh fungsi kartu kredit (kecuali pada transaksi tertentu yang wajib dengan kartu kredit i.e cicilan/installment dsb karena kartu debit wajib bayar penuh/full payment) dimana transaksi diproses sebagai kartu kredit Visa/Mastercard biasa dan tidak selalu diwajibkan menggunakan 3dsecure ataupun CVV2 seperti transaksi internasional pada PayPal, Amazon, Google Playstore, Itunes Store dsb. Kartu debit tersebut saat ini adalah:

Kartu Debit Visa Bank Permata
Kartu Debit Visa Bank Permata Syariah
Kartu Debit Visa BTN
Kartu Debit Visa BTN Syariah
Kartu Debit Visa Jenius BTPN
Kartu Debit Visa Digibank Bank DBS
Kartu Debit Visa Bank ANZ (obsolete-diganti Kartu Debit Visa Digibank Bank DBS)
Kartu Debit Mastercard Bank CIMB Niaga (VCN CIMB Clicks)
Kartu Debit Mastercard Bank CIMB Niaga Syariah (VCN CIMB Clicks)
Kartu Debit Mastercard BNI (VCN BNI)
Kartu Debit Mastercard BNI Syariah (VCN BNI)
Kartu Kredit Secure (Prepaid SCC) Visa Bank Sinarmas
Kartu Debit Mastercard Citibank

 *Update Januari 2018 untuk Kartu Debit Visa Bank ANZ: Sehubungan dengan akuisisi Bank ANZ oleh Bank DBS tahun 2017 lalu maka pada tahun 2018 ini sudah mulai akan dilakukan migrasi secara mayor dari nasabah produk tabungan/deposito/kredit/CC Bank ANZ ke Bank DBS/Digibank DBS. Bagi nasabah tabungan pemilik kartu debit Bank ANZ lama dianjurkan untuk segera mengganti kartu debit lamanya dengan kartu debit Bank DBS ataupun produk Digibank DBS untuk kelancaran fungsi dan keamanannya termasuk transaksi online dsb, atau hubungi CS Bank DBS 1500327 (24 Jam).
**Update untuk Kartu Debit Mastercard Citibank (chip): Ada informasi terbaru juga (sejak sekitar September/pertengahan akhir 2017) bahwa Kartu Debit Mastercard Citibank terbaru (chip) yang merupakan salah satu bank asing yang beroperasi/terdaftar resmi di Indonesia (untuk bank asing yang beroperasi/terdaftar resmi di Indonesia tidak bermasalah jika kartunya dapat dipakai di PayPal) selain sudah dapat dipakai transaksi online 3dsecure/MSC kini juga sudah bisa non 3dsecure seperti PayPal dsb (CNP/MOTO/Internet). Untuk nasabah pemegang ATM/Kartu Debit Visa Citibank yang lama (non chip) dapat menukarkan kartu debit lamanya di kantor cabang/branch Citibank terdekat dengan Kartu Debit Mastercard Citibank terbaru (chip) yang mempunyai BIN dan fitur baru yang dapat juga dipakai untuk bertransaksi online/e-commerce. Pembukaan rekening tabungan Rupiah Citibank disini saldo setoran awalnya juga masih lumayan besar minimal Rp 50.000.000,00 yang mana dibank lokal lain dana sebesar itu sudah bisa menjadi jaminan untuk langsung membuka kartu kredit instant. Untuk keterangan FAQ selanjutnya dapat dilihat DISINI atau menghubungi Citiphone Banking 69999 (24 jam).
***Update Februari 2018 untuk Kartu Debit Visa Digibank Bank DBS: Berbeda dengan umumnya kartu kredit dan kartu debit “full online” bank lokal lainnya diatas maka untuk Kartu Debit Visa Digibank Bank DBS saat ini mungkin tidak semua international online merchant non 3dsecure/VBV diapprove (security reason)/selektif kecuali beberapa merchant non 3dsecure/VBV yang sudah bekerjasama/teregistrasi di sistem Digibank Bank DBS.
Beberapa online merchant non 3dsecure yang sudah bekerjasama/diapprove transaksinya/teregistrasi masuk whitelist Digibank Bank DBS saat ini (confirmed by bank – transaksi online non 3dsecure/VBV 100% berhasil dengan Kartu Debit Visa Digibank Banks DBS) diantaranya:
– Google Play Store Region Indonesia (IDR/RP)
– Itunes Store Region Indonesia (IDR/RP)
– Facebook Ads (IDR/RP)
– PayPal (USD)
– Spotify Premium (IDR/RP)
Transaksi dengan online merchant non 3dsecure/VBV selain yang ada di daftar atas saat ini mungkin masih akan declined/masih diblokir, namun daftar tersebut masih bisa bertambah/berubah/universal kapan saja kedepannya seperti kartu kredit dan kartu debit “full online” lainnya sesuai policy Digibank Bank DBS. Untuk transaksi online dengan merchant yang sudah 3dsecure/VBV baik domestik maupun internasional maka Kartu Debit Visa Digibank Bank DBS sudah support/rata-rata tidak ada yang diblokir pihak Digibank Bank DBS.
****Update Maret 2018 untuk Kartu Debit Mastercard BNI: Ada info terbaru bahwa sekitar akhir Maret 2018 ini Kartu Debit Mastercard BNI (fisik) mungkin juga sudah akan dapat melakukan transaksi e-commerce/online langsung dengan nomor kartu debit fisiknya seperti kartu kredit dan kartu debit online Visa/Mastercard bank lainnya. Jadi mungkin tidak/tidak perlu lagi buat request VCN/kartu virtual yang fiturnya terpisah/tidak langsung untuk transaksi online dst. Namun untuk kepastian implementasinya juga detail fitur dsb saat ini masih menunggu hasil konfirmasi/update selanjutnya dari pihak BNI. Sebagai tambahan info pengimplementasian/migrasi pergantian kartu debit ke chip (EMV/NSICCS) serta juga jenis kartu domestik tambahan berlogo GPN/NPG yang baru juga masih dalam proses/transisi untuk kebanyakan kartu debit BNI saat ini dan mungkin juga sebagian bank lainnya. Sumber: https://news.detik.com/advertorial-news-block/3897776/akhir-maret-kartu-debit-bni-bisa-dipakai-belanja-di-e-commerce, juga BNI press release: http://www.bni.co.id/id-id/beranda/berita/siaranpers/articleid/3805 atau hubungi BNI Call 1500046 (24 jam).

Sedangkan khusus penggunaan untuk PayPal maka selain kartu kredit hanya kartu debit fisik sajalah (non virtual) berlogo Visa/Mastercard keluaran bank lokal dan mempunyai statement yang diizinkan khususnya untuk verifikasi serta disimpan di akun PayPal. Penggunaan BIN dari nomor kartu virtual seperti VCC, Octopay (sekarang VCN CIMB Clicks), dan VCN BNI termasuk nomor kartu prepaid/debit keluaran institusi keuangan dari luar/non bank lokal seperti Payoneer, Xapo dsb meskipun secara teknis mungkin tetap bisa diterima dan dipakai namun sebenarnya sudah tidak lagi diizinkan pemakaiannya oleh kebijakan PayPal saat ini (akun akan beresiko terkena limit, kartu ditolak/dihapus dsb). Namun penggunaan kartu virtual serta kartu prepaid/debit keluaran issuer luar diatas untuk transaksi lewat PayPal tanpa menggunakan akun/express checkout mungkin masih dapat diizinkan/diterima.

Note: untuk bank asing yang beroperasi/terdaftar resmi secara lokal di Indonesia maka dapat saja diterima PayPal jika kartunya memang bisa dipakai online/PayPal.

Maka kartu debit fisik bank lokal (termasuk prepaid SCC) yang sudah recommended pemakaiannya untuk PayPal saat ini adalah hanya (mudah-mudahan akan terus bertambah kedepannya):

Kartu Debit Visa Bank Permata
Kartu Debit Visa Bank Permata Syariah
Kartu Debit Visa BTN
Kartu Debit Visa BTN Syariah
Kartu Debit Visa Jenius BTPN
Kartu Debit Visa Digibank Bank DBS
Kartu Debit Visa Bank ANZ (obsolete-diganti Kartu Debit Visa Digibank Bank DBS)
Kartu Kredit Secure (Prepaid SCC) Visa Bank Sinarmas
Kartu Debit Mastercard Citibank

*Update Januari 2018 untuk Kartu Debit Visa Bank ANZ: Sehubungan dengan akuisisi Bank ANZ oleh Bank DBS tahun 2017 lalu maka pada tahun 2018 ini sudah mulai akan dilakukan migrasi secara mayor dari nasabah produk tabungan/deposito/kredit/CC Bank ANZ ke Bank DBS/Digibank DBS. Bagi nasabah tabungan pemilik kartu debit Bank ANZ lama dianjurkan untuk segera mengganti kartu debit lamanya dengan kartu debit Bank DBS ataupun produk Digibank DBS untuk kelancaran fungsi dan keamanannya termasuk transaksi online dsb, atau hubungi CS Bank DBS 1500327 (24 Jam).
**Update untuk Kartu Debit Mastercard Citibank (chip): Ada informasi terbaru juga (sejak sekitar September/pertengahan akhir 2017) bahwa Kartu Debit Mastercard Citibank terbaru (chip) yang merupakan salah satu bank asing yang beroperasi/terdaftar resmi di Indonesia (untuk bank asing yang beroperasi/terdaftar resmi di Indonesia tidak bermasalah jika kartunya dapat dipakai di PayPal) selain sudah dapat dipakai transaksi online 3dsecure/MSC kini juga sudah bisa non 3dsecure seperti PayPal dsb (CNP/MOTO/Internet). Untuk nasabah pemegang ATM/Kartu Debit Visa Citibank yang lama (non chip) dapat menukarkan kartu debit lamanya di kantor cabang/branch Citibank terdekat dengan Kartu Debit Mastercard Citibank terbaru (chip) yang mempunyai BIN dan fitur baru yang dapat juga dipakai untuk bertransaksi online/e-commerce. Pembukaan rekening tabungan Rupiah Citibank disini saldo setoran awalnya juga masih lumayan besar minimal Rp 50.000.000,00 yang mana dibank lokal lain dana sebesar itu sudah bisa menjadi jaminan untuk langsung membuka kartu kredit instant. Untuk keterangan FAQ selanjutnya dapat dilihat DISINI atau menghubungi Citiphone Banking 69999 (24 jam).
***Update Februari 2018 untuk Kartu Debit Visa Digibank Bank DBS: Berbeda dengan umumnya kartu kredit dan kartu debit “full online” bank lokal lainnya diatas maka untuk Kartu Debit Visa Digibank Bank DBS saat ini mungkin tidak semua international online merchant non 3dsecure/VBV diapprove (security reason)/selektif kecuali beberapa merchant non 3dsecure/VBV yang sudah bekerjasama/teregistrasi di sistem Digibank Bank DBS.
Beberapa online merchant non 3dsecure yang sudah bekerjasama/diapprove transaksinya/teregistrasi masuk whitelist Digibank Bank DBS saat ini (confirmed by bank – transaksi online non 3dsecure/VBV 100% berhasil dengan Kartu Debit Visa Digibank Banks DBS) diantaranya:
– Google Play Store Region Indonesia (IDR/RP)
– Itunes Store Region Indonesia (IDR/RP)
– Facebook Ads (IDR/RP)
– PayPal (USD)
– Spotify Premium (IDR/RP)
Transaksi dengan online merchant non 3dsecure/VBV selain yang ada di daftar atas saat ini mungkin masih akan declined/masih diblokir, namun daftar tersebut masih bisa bertambah/berubah/universal kapan saja kedepannya seperti kartu kredit dan kartu debit “full online” lainnya sesuai policy Digibank Bank DBS. Untuk transaksi online dengan merchant yang sudah 3dsecure/VBV baik domestik maupun internasional maka Kartu Debit Visa Digibank Bank DBS sudah support/rata-rata tidak ada yang diblokir pihak Digibank Bank DBS.

 

Demikianlah hasil terakhir ringkasan update November 2017 untuk daftar beberapa kartu kredit dan kartu debit bank lokal yang sudah bisa digunakan untuk transaksi online (masih bisa selalu bertambah/berubah kedepannya).

Harap diingat meskipun anda telah dapat juga menggunakan sebagian kartu debit bank lokal untuk transaksi online namun tetap lebih dianjurkan menggunakan kartu kredit jika anda sudah punya sebelumnya dikarenakan fitur perlindungan dari pihak bank untuk kartu kredit biasanya lebih baik daripada kartu debit/tabungan khususnya dispute terhadap resiko fraud/penipuan dsb terlebih transaksi online/tidak langsung akan tetap lebih beresiko daripada transaksi langsung seperti di Instore/POS/EDC. Juga kartu kredit biasanya lebih banyak menawarkan keuntungan promo, discount, cashback, point, fitur cicilan dsb daripada kartu debit. Gunakanlah keduanya secara cermat dan bijak. Periksalah juga setiap laporan transaksi secara berkala dan jika anda merasa ada masalah dsb segera laporkanlah kepihak bank.

Beberapa bank diatas seperti BNI dan CIMB Niaga juga menawarkan fitur kartu virtual prepaid debit dengan saldo terpisah dan umur terbatas untuk transaksi online yang juga dapat meminimalisir resiko khususnya di online merchant “high risk” i.e. belum punya nama ataupun memproses sendiri transaksi tanpa menggunakan jasa payment gateway eksternal/pihak ketiga seperti PayPal maupun fitur 3dsecure.

Jika ada kekurangan dan kesalahan dalam artikel ini maka penulis memohon maaf, semoga dapat membantu, salam 😀

 

Beberapa Link Referensi Lainnya:

Daftar Kartu Debit Indonesia Untuk PayPal dan Belanja Online (Update)
http://amirz123.blogspot.co.id/2016/12/daftar-kartu-debit-indonesia-untuk.html

Beberapa Bank Di Indonesia Yang Bisa Mengeluarkan Secure Credit Card (SCC) Atau Kartu Kredit Dengan Jaminan
https://amirz234.wordpress.com/2017/04/06/beberapa-bank-di-indonesia-yang-bisa-mengeluarkan-secure-credit-card-scc-atau-kartu-kredit-dengan-jaminan/

Cara Verifikasi PayPal dengan Kartu Kredit dan Kartu Debit/ATM/Debit Card Bank Lokal Indonesia
https://amirz123.wordpress.com/2017/02/02/verifikasi-paypal-dengan-kartu-debitatmdebit-card-bank-lokal-indonesia/

Mengenal Nama-Nama Bagian Serta Perbedaan Tampilan Fisik/Visual Kartu Kredit dan Kartu Debit/ATM
http://amirz365.blogspot.co.id/2017/10/perbedaan-tampilan-fisikvisual-kartu.html

Beberapa Penyedia Layanan Untuk Membuat Kartu Pembayaran Virtual/VCC/VCN Sendiri Di Indonesia
https://amirz234.wordpress.com/2017/11/04/beberapa-penyedia-layanan-untuk-membuat-kartu-pembayaran-virtualvccvcn-sendiri-di-indonesia/

 

DISCLAIMER: Berhubung kebijakan masing-masing pihak institusi/bank penerbit kartu (issuer) yang dapat berbeda atau dapat berubah kapanpun juga maka mohon maklum jika mungkin tulisan diartikel ini tidak selalu akan berlaku, dan mungkin artikel ini juga Insyaallah akan selalu diupdate jika ada perubahan atau perkembangan kedepannya.

 

 

Kartu Debit Visa Jenius BTPN, Kartu Debit Visa Indonesia 2017 Serba Bisa Untuk Transaksi In Store dan Online, Lokal dan Internasional

 

APRIL 2017

Sejauh ini menurut kajian penulis dari beberapa segi pertimbangan dan fitur kartu debit online bank-bank lokal yang tersedia saat ini, tampaknya kartu debit online terbaik Indonesia saat tulisan ini dibuat (April 2017) khususnya yang dapat dipakai sebagai alternatif kartu kredit reguler untuk transaksi online lokal dan juga internasional adalah masih tetap Kartu Debit Visa dari produk Tabungan Jenius BTPN (Bank Tabungan Pensiunan Nasional) yang kini juga sudah bisa didapatkan oleh masyarakat diseluruh Indonesia (syarat dan ketentuan berlaku):

unnamed

visa_2014_logo

m-Card adalah kartu debit utama Jenius yang merupakan Kartu Debit Visa Internasional. Dengan m-Card sekarang kamu bisa praktis tarik tunai dan transaksi di seluruh dunia, termasuk transaksi online. m-Card dapat dikontrol dari menu Card Center di Jenius app.

Cara Tepat Kontrol m-Card:

1. Bebas tentukan limit tarik tunai harian (max Rp 15.000.000)

2. Bebas tentukan limit transaksi (max Rp 100.000.000)

3. Cepat telusuri seluruh catatan transaksi dari aplikasi.

4. Praktis block dan unblock kartu tanpa membuang waktu.

TEMUKAN INFO LEBIH LANJUT

Jenius Help

1500 – 365

@jeniushelp

 

JENIUS BTPN
Kartu Debit Visa Fisik (m-Card) Jenius BTPN Dengan Chip & PayWave

 

Beberapa Fitur dan Limit Transaksi:
– Mendapatkan 1 rekening tabungan online berbasis aplikasi mobile yang juga dapat dipakai untuk transaksi transfer online antar rekening/bank biasa dsb.
– Tidak ada setoran awal, saldo minimum, biaya admin dsb, 100% gratis termasuk untuk pemesanan kartu, juga tetap mendapatkan bunga seperti tabungan reguler/biasa.
– Mendapatkan 1 kartu debit fisik utama jenis Visa Gold (m-Card) dan 1 kartu debit virtual (e-Card), serta dapat memesan 3 buah kartu debit (prepaid) fisik tambahan (x-Card) jadi 1 rekening dapat mempunyai maksimal 5 kartu debit Visa (4 fisik dan 1 virtual) yang limit/saldonya terpisah. Kartu fisik juga sudah dilengkapi Chip (EMV) dan fitur Visa PayWave (contactless card).
– Limit Transaksi harian bisa maksimal Rp 100.000.000,00/hari dan bisa diatur nasabah sendiri, tersedia juga fitur block dan unblock serta top up dan limit terpisah pada setiap kartu.
– Dapat digunakan untuk transaksi lokal dan internasional diseluruh dunia pada merchant yang berlogo Visa, baik untuk transaksi in store (POS/EDC) baik dengan PIN (Visa debit/interbank network) ataupun tandatangan (Visa credit) pada EDC yang berlogo Visa (m-Card dan x-Card), maupun transaksi online (Internet/CNP/MOTO) baik tanpa ataupun dengan fitur 3dsecure/Verified by Visa/VBV (m-Card, x-Card, dan e-Card). Juga dapat digunakan untuk penarikan uang dimesin ATM BTPN ataupun yang berlogo Visa/Plus maupun ATM Bersama, lokal dan internasional diseluruh dunia.
– Transaksi sukses di berbagai merchant online/e-commerce terkemuka lokal dan internasional (sudah dikonfirmasi) seperti: Tokopedia, BukaLapak, Lazada, Elevenia, Bhinneka, PayPal, Ebay, Amazon, Google Play Store, Apple Itunes Store, Steam, Netflix dsb. Bermacam Promo Lengkap Jenius BTPN: https://www.jenius.com/partnership/

 

DATA TAMBAHAN DAN PEMBANDING:

– BEBERAPA KARTU DEBIT/ATM INDONESIA UNTUK VERIFIKASI PAYPAL DAN BELANJA ONLINE (UPDATE):
https://amirz123.wordpress.com/2017/01/06/beberapa-kartu-debitatm-indonesia-untuk-verifikasi-paypal-dan-belanja-online-update/

– BEBERAPA BANK DI INDONESIA YANG BISA MENGELUARKAN SECURE CREDIT CARD (SCC) ATAU KARTU KREDIT DENGAN JAMINAN:
https://amirz234.wordpress.com/2017/04/06/beberapa-bank-di-indonesia-yang-bisa-mengeluarkan-secure-credit-card-scc-atau-kartu-kredit-dengan-jaminan/

 

DISCLAIMER: Berhubung kebijakan masing-masing pihak institusi/bank penerbit kartu (issuer) yang dapat berbeda atau dapat berubah kapanpun juga maka mohon maklum jika mungkin tulisan diartikel ini tidak selalu akan berlaku, dan mungkin artikel ini juga Insyaallah akan selalu diupdate jika ada perubahan atau perkembangan kedepannya.

 

 

Beberapa Bank Di Indonesia Yang Bisa Mengeluarkan Secure Credit Card (SCC) Atau Kartu Kredit Dengan Jaminan

Contoh Kartu Kredit dan Kartu Debit/ATM (Foto Pribadi)

 

visamastercard
Logo Prinsipal VISA dan MasterCard

 

Kartu Kredit/CC (Credit Card) dan Kartu Debit (Debit Card) khususnya yang berlogo (network/prinsipal) Visa/Mastercard diatas (American Express, Discover, JCB, dan UnionPay lainnya masih agak kurang umum di Indonesia saat ini) adalah bagian dari Alat Pembayaran dengan Menggunakan Kartu (APMK) di Indonesia atau Kartu Transaksi yang berfungsi sebagai salah satu alat/metode pembayaran non tunai (cashless) yang umum digunakan untuk bertransaksi global dibanyak tempat (Dalam dan Luar negeri, Instore dan Online) ataupun melakukan pencairan/penarikan uang tunai di ATM dalam jumlah tertentu dsb. Jika untuk bertransaksi kartu kredit menggunakan limit kredit (hutang) tertentu yang diberikan pihak bank maka kartu debit akan langsung memotong dana tabungan nasabah (debit). Biasanya kartu debit juga merangkap fungsi kartu ATM bank yang bisa menarik uang tunai (withdrawal) dari saldo tabungan melalui ATM, seperti halnya kartu kredit yang juga bisa mencairkan limit kredit berupa uang tunai (cash advance) di ATM namun tentu dalam batasan dan fees tertentu.

Baik Kartu Kredit maupun Kartu Debit/ATM serta juga Kartu Prepaid jika ada khususnya yang berlogo Visa/Mastercard adalah kartu transaksi paling populer dan luas/universal penerimaan/penggunaannya secara offline dan online diseluruh dunia termasuk di Indonesia dsb.

Meskipun semua sama-sama kartu transaksi (Payment Card) dan tampilan bisa mirip satu dengan yang lain namun perbedaan dasar antara Kartu Kredit dan Kartu Debit (termasuk Prepaid/Prepaid Debit) serta Kartu ATM adalah Kartu Kredit (Credit Card atau kadang bisa Charge Card buat American Express yang biasanya pembayaran full tagihan) menggunakan sumber dana untuk transaksi/berbelanja dari limit yang dihutangkan nasabah terlebih dahulu dari pihak bank (kredit) yang akan dibayarkan kemudian (bisa full ataupun cicilan). Sedangkan Kartu Debit/Debet (Debit Card atau kadang disebut Bank Card/Check Card untuk checking account) sumber dananya untuk transaksi langsung dipotong dari saldo tabungan punya nasabah sendiri (debit).

Kartu Prepaid (Prepaid Card ataupun Prepaid Debit Card) adalah kartu prabayar yang sumber dananya untuk transaksi biasanya merupakan dana terpisah diluar saldo utama tabungan perbankan reguler/terpisah/hasil top up/prepaid balance. Kartu prepaid mungkin bisa dipegang/digunakan siapa saja yang sudah diotorisasi card holder/nasabah pemilik asli (authorized user) dan mungkin account balance tidak mendapat bunga/interest seperti akun tabungan reguler (tergantung kebijakan issuer). Saldonya ada yang fixed/tidak bisa ditop up (non reloadable) maupun bisa ditop up (reloadable). Mungkin setelah ditop up saldonya tidak dapat dicairkan di ATM//direfund selain belanja saja. Juga mungkin untuk proteksinya tidak seperti kartu kredit/debit reguler jika hilang/dicuri dsb. Untuk di Indonesia contoh mudah fitur kartu prepaid/prabayar lokal adalah seperti kartu transaksi non tunai/prabayar reloadable e-money Bank Mandiri dan Flazz BCA yang sudah umum untuk i.e transaksi bayar tol, retail dsb serta beberapa macam kartu prabayar terbitan bank lainnya/retail/co-branding dsb, juga mungkin termasuk  beberapa macam non reloadable local/retail giftcard transaksi tertentu jika ada dsb.  Sedangkan untuk fitur kartu prepaid/prabayar lokal berlogo Visa/Mastercard (international cards) di Indonesia saat ini tampaknya baru hanya 3 macam kartu fisik Visa tambahan x-Card dari Jenius BTPN saja (1 akun Jenius BTPN bisa request 3 kartu opsional/tambahan x-Card). Reloadable dan expiry date panjang, serta jika sudah di top up limit kartu terpisah dari saldo rekening utama/saldo kartu debit fisik Visa utama m-Card Jenius BTPN. Jika ingin mengambil contoh fitur kartu prepaid virtual lokal berlogo Visa/Mastercard di Indonesia mungkin adalah virtual Visa e-Card Jenius BTPN  (beda fitur e-Card dengan x-Card selain hanya di bentuk kartu virtual/fisik selebihnya fiturnya hampir sama juga i.e reloadable dan expiry date panjang, serta jika sudah di top up limit kartu terpisah dari saldo rekening utama/saldo kartu debit fisik Visa utama m-Card Jenius BTPN. Untuk contoh kartu virtual prepaid lain yang non reloadable berlogo Visa/Mastercard di Indonesia dengan umur temporer/pendek tertentu adalah virtual prepaid Mastercard VCN BNI Debit Online dan juga VCN CIMB Clicks (ex-VCC Octopay Bank CIMB Niaga On Facebook dulu).

Kartu ATM (ATM Card) adalah kartu yang khusus digunakan untuk menarik uang tunai (withdrawal) dari tabungan nasabah melalui mesin ATM yang sesuai dengan bank/network yang digunakan. Selain itu juga kartu ATM dapat melakukan transfer secara elektronik ke rekening/bank lain. Namun terdapat juga kartu ATM yang dapat melakukan pembayaran di mesin EDC tertentu seperti kartu kredit/debit (EFTPOS) i.e Kartu ATM BCA yang lama sebelum diupgrade ke Mastercard. Kebanyakan kartu ATM bank saat ini juga merangkap kartu debit dan sebaliknya ataupun hybrid, bahkan kadang dianggap sama biarpun sebenarnya pengartiannya berbeda.

Sedangkan Kartu Virtual/Virtual Card adalah kartu pembayaran dalam wujud non fisik yang nomornya digenerate hanya terbatas digunakan untuk transaksi online saja, sering juga disebut dengan istilah VCC atau Virtual Credit Card meskipun sebenarnya istilah ini suka agak rancu karena kebanyakan dari sumber pendanaannya bukan seperti kartu kredit (i.e hutang ke bank dulu/kredit) namun lebih ke virtual prepaid/debit card yang dipotong/ditop up (prepaid balance) dari saldo rekening/account/card holder yang dilengkapi fasilitas tersebut (debit), meskipun ada juga bank/issuer kartu kredit tertentu yang menawarkan fitur VCC ini (i.e Citibank dsb). Kartu virtual/VCC umumnya juga mempunyai umur dan saldo yang lebih dibatasi penggunaannya (prepaid), juga tidak semua merchant dapat menerima kartu virtual/VCC khususnya instore/offline bahkan mungkin termasuk beberapa merchant online i.e PayPal dsb (risk/policy/security reason) dsb.

Meskipun sebenarnya tampilan tidak berbeda jauh namun biasanya kartu kredit dari tampilan fisiknya desainnya lebih ekslusif dari kartu debit, nama pemegang kartu/card holder dan nomor kartu dengan huruf timbul (emboss), dan lebih dulu mempunyai chip (EMV) untuk keamanan transaksi instore/EDC dan cash advance/ATM yang saat ini masih lebih umum dijumpai pada kartu kredit daripada kartu debit khususnya di Indonesia, meskipun bank penerbit kartu debit/ATM Indonesia sudah mulai bermigrasi ke chip (NSICCS) untuk keamanan transaksi seperti di kartu kredit sesuai aturan BI (Bank Indonesia).

Untuk sekedar tambahan info perbedaan beberapa fitur tampilan fisik kartu kredit dan kartu debit/ATM dst mungkin dapat juga dilihat DISINI.

Bagaimanapun juga, diluar stigma “hutang” ataupun impresi “ekslusif” status sosial ekonomi bagi pemegang kartu kredit, namun dengan penggunaan yang bijak dan terencana, dari segi layanan dan fitur kartu kredit sebenarnya lebih unggul dan menguntungkan daripada kartu debit, seperti banyaknya discount, promo, cashback, reward points, cicilan pembayaran tertunda dsb dengan keamanan dan kenyamanan bertransaksi yang lebih tinggi seperti notifikasi SMS alert dan perlindungan fraud monitoring ekstra dari pihak bank yang biasanya lebih intensif daripada kartu debit/tabungan dsb.

Untuk pebisnis yang menggunakan kartu kredit untuk pembelian barang yang akan diputar selain sekedar shopping biasa akan jauh lebih merasakan manfaat kartu kredit daripada kartu debit khususnya buat investasi jangka panjang.

Di Indonesia selain pembelanjaan di EDC (Instore) saat ini kebanyakan kartu kredit yang berlogo Visa/Mastercard juga umumnya bisa dipakai bertransaksi online/E-Commerce, kontras berkebalikan dengan kartu debitnya yang meskipun juga berlogo Visa/Mastercard namun kebanyakan masih diblokir (biasanya karena alasan keamanan dan ketiadaan infrastruktur pendukung, lebih memprioritaskan marketing kartu kredit dsb) atau tidak diberikan/hanya sebagian fitur transaksi online saja oleh pihak banknya. Saat tulisan ini dibuat masih sebagian kecil bank lokal saja yang kartu debitnya benar-benar bisa digunakan untuk transaksi online seperti DISINI, dan rata-rata untuk transaksi online kartu debit Indonesia masih belum seoptimal kartu kredit juga penggunaannya, tidak seperti dinegara lainnya.

Berbeda dengan kartu debit yang biasanya instant diberikan sebagai fasilitas pembukaan rekening tabungan (checking/saving account) maka kartu kredit baik yang melalui marketing atau reguler langsung seperti halnya kredit/pinjaman lainnya hanya dapat diberikan setelah data yang diajukan applicant/pemohon kredit bisa lolos melewati serangkaian proses verifikasi dan analisa yang kadang cukup lama dan kompleks oleh verificator dan analyst dari tim intern pihak bank/creditor/credit card issuer (in house) ataupun jasa outsourcing/pihak eksternal (third party) yang dikontrak oleh pihak bank/creditor/credit card issuer.

Mengapa demikian karena kegiatan kredit/peminjaman uang apapun dari bank manapun termasuk khususnya kartu kredit  yang meskipun sebenarnya merupakan kegiatan bisnis yang sangat menguntungkan dari segi perputaran fees transaksi, bunga, denda dsb namun dilain pihak tetap saja beresiko tinggi/high risk bagi pihak bank/creditor/credit card issuer sebagai kreditur (self explanatory). Karena itulah semua bentuk kredit termasuk kartu kredit akan melalui proses diatas dalam meminimalisir resiko (risk management/analysis) sehingga pihak bank/credit card issuer akan lebih diyakinkan bahwa calon nasabahnya memang mempunyai kemampuan dalam membayar hutang kreditnya kedepannya selain juga sesuai dengan ketentuan perbankan yang berlaku untuk mencegah istilahnya “kredit macet”.

Jika anda ingin mempunyai kartu kredit namun agak malas melewati segala macam proses diatas, lama, ribet, syarat-syarat berbagai macam, pengajuan CC sering ditolak, kurang yakin bakal diapproved, malas/kurang percaya memakai jasa/sales marketing CC reguler, penghasilan resmi dibawah 3 Juta Rupiah/Bulan, tidak mempunyai pekerjaan formal/karyawan/pegawai ataupun hanya pebisnis internet tanpa SIUP ataupun freelancer, pernah diblacklist bank sebagai “nasabah hitam” (high risk/bad credit score/history even fraud suspected) karena punya sejarah menunggak hutang kredit/bank sebelumnya, ingin memiliki kartu kredit banyak lebih dari dua buat yang mempunyai penghasilan resmi dibawah 10 Juta Rupiah tanpa melalui BI Checking, tidak/tidak ingin meminta kartu kredit tambahan dari ortu/suami yang sudah punya kartu kredit (biasanya untuk ibu rumah tangga ataupun anak muda/mahasiswa belum berpenghasilan hehe), ataupun anda bahkan seorang WNA/ekspatriat dsb maka sebagai alternatifnya anda dapat juga mengajukan Secure Credit Card (SCC).

Tidak seperti proses kartu kredit biasa/regular/unsecure, proses kartu kredit dengan jaminan atau sering disebut SCC (Secure Credit Card/credit card with security deposit) dikeluarkan oleh pihak bank kepada nasabah yang mempunyai tabungan ataupun deposito jumlah tertentu yang dalam semacam otorisasi perjanjian (authorization letter) dapat disanggupi untuk menjadi jaminan (lock dana) pembayaran yang dapat dipotong oleh pihak bank jika nasabah terus menunggak tagihan kartu kredit. Jaminan ini juga biasanya menentukan limit kredit yang akan diberikan kenasabah SCC oleh pihak analyst nantinya.

Dengan adanya jaminan inilah maka nasabah yang menjaminkan tabungan/deposito/deposit akan dianggap oleh analyst dan risk management pihak bank sebagai nasabah yang “low risk” dan mempunyai scoring lebih tinggi untuk di approve kartu kreditnya sesuai bank guidelines dibandingkan dengan applicant biasa yang “medium risk” atau bahkan “high risk” (black listed) dengan tingkat resiko tidak bisa membayar hutang kredit yang lebih tinggi, sehingga pengajuan SCC oleh nasabah biasanya akan pre-approved atau bahkan langsung instant approval (pasti diapprove), proses pengajuan yang lebih cepat dari reguler, serta biasanya tidak memerlukan syarat macam-macam seperti slip gaji minimal 3 Juta Rupiah, telepon fixed line ataupun lolos BI Checking dsb selain hanya prosedur kelengkapan formalitas administratif biasa. Ibaratnya kredit maka SCC ini dapat dikategorikan sebagai kredit dengan agunan yang juga biasanya langsung instant. Jaminan deposito atau lock tabunganpun tetap dapat bunga dan dijamin LPS, dan dapat dicairkan kapanpun jika ingin menutup akun kartu kredit.

Bahkan setelah beberapa waktu billing period dengan history transaksi serta status pembayaran kredit yang dianggap baik dan lancar bisa saja pihak bank menawarkan kebijakan untuk membebaskan jaminan sama sekali (konversi SCC ke CC reguler) serta menawarkan limit kartu kredit yang lebih tinggi pada nasabah SCC kedepannya.

Harap diingat bagaimanapun SCC tetap merupakan kartu hutang yang harus dibayar seperti CC biasa, bahkan kadang tidak bisa dicicil/installment juga kadang wajib autodebet, dan jika tidak lunas setelah melewati batas tempo tertentu maka SCC biasanya akan langsung ditutup oleh pihak bank, tentunya setelah jaminannya dipotong. Untuk layanan fitur dan tampilan umum lainnya biasanya SCC sama atau tidak berbeda jauh dengan CC reguler. Juga sesuai dengan ketentuan BI pada setiap bank penerbit kartu kredit maka beberapa syarat dan ketentuan dasar bagi pengajuan nasabah SCC mungkin tetap berlaku seperti CC reguler misalnya usia minimal 21 tahun dan menyatakan sudah mempunyai penghasilan tertentu sebaiknya minimal Rp 3.000.000,00/Bulan (biarpun mungkin hanya sebatas ditulis formalitas saja di aplikasi SCC tanpa perlu bukti slip gaji/SKP) dsb.

Meskipun limit SCC biasanya tergantung jumlah jaminan (bisa hanya persentase atau bisa juga 100%), namun jika limit yang diberikan sudah berada dibawah rencana penggunaan maka nasabah tanpa perlu menambah jumlah jaminan lock deposit mungkin dapat juga menghindari overlimit ataupun declined pada transaksi dimana beberapa bank penerbit kartu/issuer CC/SCC dapat menyediakan fasilitas kenaikan limit temporer instant dengan request pada kartu kreditnya baik SCC maupun CC reguler, atau bisa juga dengan cara menaikkan limit temporer instant dengan cara mentop-up limit akun kartu dengan cara transfer banking biasa seperti halnya pada saldo kartu debit/prepaid yang juga nanti jika digunakan otomatis tidak akan ditagihkan seperti pada transaksi kartu debit biasa. Untuk lebih jelasnya dapat ditanyakan langsung ke pihak bank issuer CC/SCC jika menyediakan fasilitas ini.

Meskipun proses pengajuan SCC pada analyst biasanya tidak melalui BI Checking/SID/IDI Historis namun setelah SCC diapprove maka sebagai ketentuan BI pada setiap bank pemberi kredit dan kartu kredit maka data nasabah SCC biasanya cepat atau lambat akan tetap dimasukkan dalam sistem SID (Sistem Informasi Debitur) oleh pihak bank karena nasabah SCC tetap saja dihitung debitur hutang seperti kartu kredit reguler/kredit lainnya meskipun dengan jaminan, apalagi jika histori pembayaran transaksi baik/tinggi yang biasanya “kudu” dimonitoring. Jika ya tentu saja hal ini menguntungkan karena SCC dapat menjadi referensi batu loncatan “tips and tricks” (setelah beberapa waktu, biasanya minimal 1 tahun) jika nanti kedepannya ingin lebih mudah mengajukan kredit/pinjaman atau bahkan kartu kredit lainnya yang berlimit lebih tinggi kebank lain (apalagi biasanya kartu kredit berlimit tinggi khususnya di bank asing mensyaratkan referensi sudah adanya kepemilikan kartu kredit lain sebelumnya), sekaligus dapat memperbaiki dan meningkatkan rating credit score yang ada. Dan pastinya jika anda sampai menunggakpun maka jaminan akan langsung dipotong buat melunasi sehingga anda tidak akan masuk blacklist penunggak kartu kredit seperti penunggak kartu kredit reguler yang biasanya cukup lama ada didatabase yang bahkan bisa tahunan sebelum diputihkan.

Juga jika anda kedepannya sudah berhasil memiliki kartu kredit reguler baru lainnya dengan bantuan referensi SCC maka tentu saja anda dapat menutup SCC yang lama kapanpun jika anda mau dan dapat membuka atau mencairkan kembali dana tabungan atau deposito anda yang dijaminkan/dilock ke pihak bank sebelumnya.

Note: untuk apply convert SCC ke CC reguler/referensi apply CC reguler di bank lain biasanya juga dengan prasyarat umur minimal CC/SCC 6 bulan-1 tahun keatas (recommended) sejak diterbitkan/card issuing date, serta besar pagu kredit/limit (lock dana) idealnya minimal 3 juta Rupiah atau lebih dengan history pembayaran transaksi baik/lancar. Soal kepastian approval dsb tetap tergantung analyst CC/risk management pihak bank masing-masing.

Dan juga meskipun jaminan anda akan langsung dipotong jika anda sampai menunggak tagihan kartu kredit seperti diatas (beberapa bank mungkin tidak menawarkan fitur cicilan pembayaran/installment pada SCC) namun at least anda juga tidak akan perlu mendapatkan “bonus” denda/bunga/penalty fee keterlambatan pembayaran tagihan yang kadang menjadi momok pemegang CC, dan yang paling penting anda akan lebih dari aman karena tidak akan pernah beresiko masuk daftar hitam penunggak kredit seperti yang sudah dijelaskan diatas, dan tentunya sudah pasti anda tidak akan beresiko dikejar-kejar debt collector nantinya hehe 😀

Jika anda adalah seorang beginner/pemula yang belum pernah memiliki kartu kredit sebelumnya, maka untuk awalnya mengajukan kepemilikan sebuah SCC atau kartu kredit secure yang berlimit minimal dahulu (seperti SCC Bank Sinarmas dibawah) yang mudah, cepat dan terjangkau juga dapat menjadi pembelajaran awal buat anda untuk bagaimana mengelola kepemilikan sebuah kartu kredit secara bijak selain dapat juga sebagai referensi nantinya sebelum mengajukan kartu kredit reguler/unsecure kedepannya yang berlimit lebih tinggi seperti yang sudah dijelaskan diatas. Kecuali mungkin jika anda sebelumnya sudah berhasil “sukses” mempunyai kartu kredit tambahan dari ortu atau suami ya hehe. 😀

Selain SCC beberapa bank besar seperti Bank Mandiri dan BCA juga terkadang menawarkan fasilitas CC pre-approved/instant approval/by invitation/offer yang berlimit awal cukup tinggi (level gold/platinum keatas) beserta pagu kredit kartu tambahan jika diminta untuk nasabah priority banking yang mempunyai total tabungan atau deposito besar (biasanya sekitar 500 Juta->1 Milyar Rupiah lebih) yang juga selain biasanya tidak melalui proses analyst yang reguler juga biasanya  tidak memerlukan locking dana jaminan apapun tidak seperti SCC. Jika anda mempunyai simpanan dana yang besar serta ingin membuka CC instant tanpa jaminan mungkin anda dapat menghubungi bank anda untuk mengetahui apakah dapat menawarkan fasilitas yang sama.

Berikut dibawah ini adalah beberapa nama bank lokal di Indonesia yang dapat mengeluarkan SCC saat ini (confirmed/sudah dikonfirmasi). Meskipun sebenarnya pada kenyataannya bisa lebih banyak bank, namun kecuali Bank Sinarmas yang sudah mempunyai Program SCC Bank Sinarmas Resmi maka pada saat tulisan ini dibuat (2017) rata-rata program SCC bank lainnya masih “malu-malu” lebih tertutup/lokal/intern tanpa promo atau announcement terbuka yang lebih mudah dikonfirmasi. Anda juga bisa mencari tahu atau menanyakan ke bank-bank lainnya atau marketing CC selain disini yang mungkin saja juga menawarkan pembukaan CC dengan jaminan. Syarat dan ketentuan pembukaan aplikasi mungkin tetap berlaku meskipun biasanya hanya administratif/formalitas saja, untuk lebih jelasnya meskipun dapat menghubungi call center bank masing-masing namun anda jika tertarik lebih baik mendatangi cabang besar terdekat dan menemui bagian kartu kredit atau CS bank langsung disitu karena terkadang yang disampaikan CS call center bank dapat berbeda di real lapangan, apalagi program SCC ini memang tidak selalu terbuka seperti yang sudah dijelaskan diatas:

1. Bank Sinarmas
SCC atau dulu sering disebut “Sinarmas Indigo Credit Card” bisa didapatkan oleh nasabah terdaftar disemua cabang Bank Sinarmas (Program SCC Bank Sinarmas Resmi) dengan proses instant approval (pasti langsung diapprove) dengan hanya jaminan menaruh lock deposit (tabungan) yang dikunci terakhir minimal hanya Rp 500.000 dan saat ini akan bisa mendapatkan model Kartu Kredit Visa Platinum. Untuk nasabah Sinarmas Simas Diamond yaitu yang mempunyai tabungan saldo minimal Rp 25.000.000,00 dapat mengajukan kartu kredit instant approval tanpa perlu dilock sama sekali. Sejauh ini pengurusan SCC Bank Sinarmas tampaknya jauh lebih mudah/instant dari bank lain (1-2 minggu kartu sudah bisa ditangan) dengan lock tabungan diatas yang besarnya juga sangat terjangkau untuk ukuran jaminan minimal pembukaan sebuah kartu kredit. Syarat dan ketentuan berlaku. Jika saldo limit awal belanja kartu SCC Sinarmas kurang juga dapat ditop-up/reload (prepaid balance) kapan saja dari rekening sendiri atau dengan cara transfer sesama Sinarmas/bank lain seperti pada saldo rekening kartu debit/prepaid tanpa perlu menambah lock deposit awal diatas atau merequest kenaikan pagu kredit awal “berhutang” dari bank. Persis seperti kartu debit/prepaid biasa sehingga kadang dapat disebut juga Prepaid SCC (limit maksimal kartu hasil top-up dari transfer Rp 2 Milyar sesuai ketentuan pihak bank/regulasi LPS).

2. Bank CIMB Niaga
SCC atau dulu sering disebut “CIMB Niaga Pledge Card” bisa didapatkan oleh nasabah terdaftar disemua cabang Bank CIMB Niaga dengan proses pre-approved/instant approval (pasti diapprove namun tetap memerlukan proses pre-approval awal) dengan jaminan tabungan Xtra ataupun menaruh lock deposito yang dikunci terakhir minimal Rp 8.000.000,00. Syarat dan ketentuan berlaku.

3. Bank BNI
SCC bisa didapatkan oleh nasabah terdaftar disemua cabang BNI dengan proses pre-approved/instant approval (pasti diapprove namun biasanya tetap memerlukan formalitas proses verifikasi dan analyst standar) dengan jaminan menaruh lock deposito yang dikunci terakhir minimal Rp 10.000.000,00. Syarat dan ketentuan berlaku.

4. Bank Mandiri
SCC/CC pre-approved bisa didapatkan selektif hanya oleh nasabah tertentu (misalnya nasabah lama/preferred/priority banking atau yang mempunyai tabungan/deposito besar, baik WNI biasa ataupun ekspatriat) ataupun jika nasabah baru hanya dapat di cabang Bank Mandiri tertentu saja (biasanya setingkat KCP/KCU) dengan proses pre-approval (pasti diapprove namun biasanya tetap memerlukan formalitas proses verifikasi dan analyst standar) dengan jaminan lock deposito yang dikunci terakhir minimal Rp 12.500.000,00. Syarat dan ketentuan berlaku.

5.Bank BCA
SCC/CC pre-approved bisa didapatkan selektif hanya oleh nasabah tertentu (misalnya nasabah lama/preferred/priority banking atau yang mempunyai tabungan/deposito besar, baik WNI biasa ataupun ekspatriat) ataupun jika nasabah baru hanya dapat di cabang BCA tertentu saja (biasanya setingkat KCP/KCU) dengan proses pre-approval (pasti diapprove namun biasanya tetap memerlukan formalitas proses verifikasi dan analyst standar) dengan jaminan lock deposito yang dikunci terakhir minimal Rp 3.600.000,00. Syarat dan ketentuan berlaku.

6.Bank Mega
Meskipun saat ini tampaknya belum menawarkan SCC namun Bank Mega sudah mempunyai program kilat Aplikasi Kartu Kredit One Day Approval (Instant Issuance) yang bisa untuk nasabah maupun non nasabah Bank Mega, juga bisa diajukan secara individual ataupun kolektif, saat ini di Cabang Bank Mega Transmart Carrefour Jakarta (khusus DKI Jakarta) atau cabang lainnya yang ditunjuk dengan hasil hanya dalam satu hari saja jika diapprove/syarat memenuhi (hanya 2 jam jika sudah memiliki CC/SCC bank lain minimal 1 tahun), jauh lebih cepat dari proses reguler (yang biasanya bisa 1 bulan). Kemungkinan approval lebih besar, cepat dan jelas namun syarat dan ketentuan tetap berlaku, proses oleh verifikator dan analyst juga tetap berlaku.

Tentunya setiap bank dan jenis kartu diatas juga mempunyai fitur kelebihan semuanya masing-masing pada SCC/kartu kreditnya yang semuanya dapat anda pertimbangkan jika anda tertarik, seperti Bank BCA dengan promo cicilan discount dan cashbacknya dibanyak merchant ataupun Bank CIMB Niaga yang bisa free annual fee seumur hidup, fee dan rate konversi kurs yang baik dst.

Dan tentu saja semua SCC/kartu kredit diatas yang berlogo Visa/Mastercard biasanya pasti dijamin dapat juga dipakai untuk transaksi online, PayPal dsb dengan jaminan layanan dan fitur pendukung serta proteksi/perlindungan fraud ekstra dsb dari pihak bank yang pada umumnya lebih baik daripada kartu debit/tabungan yang ada saat ini.

Namun apapun yang dipilih semua kembali ke anda. Jika ada kesalahan dalam penulisan maka penulis mohon maaf, semoga bisa membantu, salam 🙂

DISCLAIMER: Berhubung kebijakan masing-masing pihak institusi/bank penerbit kartu (issuer) yang dapat berbeda atau dapat berubah kapanpun juga maka mohon maklum jika mungkin tulisan diartikel ini tidak selalu akan berlaku, dan mungkin artikel ini juga Insyaallah akan selalu diupdate jika ada perubahan atau perkembangan kedepannya.

 

SUMBER/TAMBAHAN

Daftar Kartu Debit Indonesia Untuk PayPal dan Belanja Online (Update)
http://amirz123.blogspot.co.id/2016/12/daftar-kartu-debit-indonesia-untuk.html

Daftar Kartu Kredit dan Kartu Debit Bank Lokal Indonesia Untuk Transaksi Online/E-Commerce Termasuk PayPal 3DSecure dsb (Confirmed)
http://amirz365.blogspot.co.id/2017/10/daftar-kartu-kredit-dan-kartu-debit.html

Mengenal Nama-Nama Bagian Serta Perbedaan Tampilan Fisik/Visual Kartu Kredit dan Kartu Debit/ATM
http://amirz365.blogspot.co.id/2017/10/perbedaan-tampilan-fisikvisual-kartu.html