PERBEDAAN TAMPILAN FISIK/VISUAL KARTU KREDIT DAN KARTU DEBIT/ATM

Contoh Kartu Kredit dan Kartu Debit/ATM (Foto Pribadi)

 

Contoh Kartu Kredit dan Kartu Debit/ATM (Foto Pribadi)
Contoh Kartu Kredit dan Kartu Debit/ATM

Penggunaan kartu kredit dan kartu debit beserta kartu pembayaran lainnya seperti prepaid/e-money dsb sebagai bagian dari APMK (Alat Pembayaran dengan Menggunakan Kartu) sudah semakin umum dewasa ini di Indonesia dalam rangka mewujudkan masyarakat non tunai (cashless society) seperti diluar sana selain juga metode pembayaran non tunai lainnya seperti aplikasi mobile, transfer banking dsb.

Tentu sudah banyak pula situs web dan blog lainnya termasuk penulis sendiri yang sebelumnya juga sudah sedikit banyak mengulas perihal serta persamaan dan perbedaan fitur kartu kredit dan kartu debit termasuk kartu ATM beserta kelebihan dan kekurangannya, satu bisa hutang dulu ke bank  (kartu kredit) yang lainnya harus langsung potong uang tabungan sendiri (kartu debit), “prestise/gengsi tambahan” dari perbedaan syarat dan ketentuan untuk mendapatkan (kartu kredit), dan juga persamaan (meskipun bisa ada juga perbedaan) beberapa fitur i.e untuk bertransaksi dimanapun termasuk untuk transaksi online dsb yang mungkin tidak terlalu perlu diulang dan diperjelas lagi detail teknisnya dsb disini (beberapa bank/issuer juga mengeluarkan kartu virtual/VCC/VCN sebagai pengganti kartu fisik untuk transaksi online). Bagaimanapun terkadang orang bahkan termasuk pengguna maupun pedagang/merchant penerima kartu kredit dan kartu debit khususnya ketika bertransaksi sering susah membedakan tampilan fisik keduanya yang sekilas memang kadang mirip. Apalagi sebagian besar kartu ATM keluaran bank ternama umumnya juga merangkap sebagai kartu debit yang biasanya juga menggunakan logo jaringan kartu kredit (i.e.Visa/Mastercard dsb) untuk aksesibilitas transaksi POS (Point of Sale) di mesin EDC yang berlogo jaringan prinsipal kartu kredit.

Logo Prinsipal VISA dan MasterCard
Logo Prinsipal VISA dan MasterCard

Hal inilah yang kadang salah menjadi kesalahpahaman bahkan masalah antara pembeli yang menggunakan kartu kredit atau kartu debit “berpenampilan kredit” dengan pedagang/merchant tertentu yang menerima pembayaran dengan kartu yang terkadang tidak bisa membedakan kartu kredit dengan kartu debit yang berlogo kartu kredit diatas, seperti pedagang yang mengenakan surcharge 3% untuk kartu kredit tapi tidak dengan kartu debit apalagi dengan mesin EDC bank yang sama/jaringan debit yang mendukung, memberlakukan perbedaan ambang limit/batas transaksi minimal dengan kartu kredit (i.e. Rp 50.000,00) jika dibandingkan kartu debit, menawarkan tanda tangan daripada PIN dsb. Ataupun hanya sekedar antar sesama teman yang mungkin saja disangka mendapatkan kartu kredit baru padahal sebenarnya hanya kartu debit biasa dsb. 😀

Sering kurang jelasnya pembahasan tentang perbedaan tampilan kartu kredit dan debit inilah yang juga mendorong penulis untuk menulis artikel di blog ini yang mudah-mudahan dapat menambah perbendaharaan referensi yang sudah ada. Agar dapat lebih cepat mengerti perbedaan kartu kredit dan kartu debit alangkah baiknya jika diawal kita dapat terlebih dahulu kembali membahas dulu bagian-bagian atau anatomi sebuah kartu kredit/kartu debit pada umumnya seperti contoh dibawah ini:

Creditcardwcontactless
Tampak Depan Kartu Kredit/Debit
CCardBack.svg
Tampak Belakang Kartu Kredit/Debit

(Source: Wikipedia https://en.wikipedia.org/wiki/Credit_card )

Standar umum ukuran/dimensi Kartu Kredit/Debit adalah:  PxL= 85.60 × 53.98 mm (3-3/8 in × 2-1/8 inch) beserta sudut bulat/tumpul dengan radius 2.88–3.48 mm https://en.wikipedia.org/wiki/ISO/IEC_7810#ID-1

Tampak Depan:
1). Nama bank/institusi penerbit kartu (issuer)
2). Chip (EMV/NSICCS) dengan cara dip sebagai pengganti magnetic stripe (swipe) di transaksi POS/EDC/ATM ataupun transaksi Card Present/Instore Payment Terminals
3). Hologram (tanda ciri pengenal keaslian kartu) i.e. Visa: Burung Merpati, Mastercard: Globe/Bola Dunia dsb. Kadang bisa juga terdapat dibelakang kartu
4). Nomor 16 digit akun kartu (i.e. Visa awalannya 4xxx, Mastercard 5xxx, American Express 3xxx dst). Selain network juga menunjukkan bank/institusi penerbit kartu beserta negara asal (BIN/IIN), jenis/level kartu, serta digit terakhir nomor akun kartu yang ditagihkan dst. Untuk lebih mengetahui tentang BIN/IIN dapat juga digoogle atau bisa dilihat disini: https://en.wikipedia.org/wiki/Payment_card_number. Terkadang 4 digit awal nomor kartu juga dicetakkan kecil dibawahnya
5). Logo network/prinsipal kartu (Visa/Mastercard/American Express dsb). Beberapa network tambahan/switching dapat dicetakkan dibelakang kartu
6). Tanggal kadaluarsa/expiry date (kadang tanggal diterbitkan kartu juga dicetakkan)
7). Nama pemegang kartu/card holder’s full name (kadang bisa memakai nick name lain jika diizinkan pihak bank/bank by request atau karakter nama terlalu panjang) termasuk untuk pemegang kartu kredit utama dan tambahan
8). Tanda chip untuk contactless payment (jika didukung/tersedia fitur contactless i.e. Visa Paywave ataupun Mastercard PayPass/Contactless)

Tampak Belakang:
1). Pita magnetik/magnetic stripe jika diperlukan data kartu untuk non-chip payment
2). Panel tanda tangan pemegang kartu yang diotorisasi (authorized signature) untuk verifikasi/otentikasi dan otorisasi pembayaran di EDC dengan tanda tangan tanpa PIN (Visa/Mastercard/American Express dsb). Terkadang sebagian nomor kartu juga dicetakkan disitu
3). Kode keamanan kartu/Card Security Code/CSC 3 angka/digit khususnya untuk verifikasi/otorisasi transaksi tanpa kehadiran kartu atau Card Not Present/online (CNP/Internet/MOTO) dimana untuk Visa istilahnya kode CVV (Card Verification Value), Mastercard CSC (Card Security Code), American Express CID dst. Note: untuk kartu American Express biasanya selain kode CVV 3 angka juga mempunyai kode keamanan 4 angka CID (Card Identification Data) yang terprint di panel depan kartu. Beberapa jenis kartu yang memang tidak didukung fitur transaksi CNP oleh issuer mungkin tidak mempunyai kode CSC

 

Umumnya kartu kredit dan kartu debit juga sama-sama mempunyai bagian tersebut diatas biarpun kadang tidak semua, lalu bagaimana cara praktis agar lebih mudah membedakan keduanya? Ada beberapa tampilan umum fisik/visual yang selain dikarenan perbedaan fitur juga kadang bersifat kosmetik sehingga kita lebih mudah membedakan keduanya pada tampilan pertama khususnya untuk kartu kredit dan kartu debit di Indonesia:

1. Desain dan warna cover depan kartu kredit apalagi yang berlevel tinggi (i.e. Gold/Platinum dsb) biasanya cenderung terlihat lebih elegan/ekslusif “wah” daripada kartu debit standar yang cenderung monoton, meskipun tidak selalu.

2. Kartu kredit biasanya pasti mempunyai tampilan huruf cetak timbul (embossed) untuk nama pemegang dan tanggal kadaluarsa kartu dibandingkan kartu debit yang biasanya dicetak biasa (printed), meskipun tidak selalu juga seperti mungkin beberapa kartu debit edisi khusus/prioritas ataupun korporat dsb (contoh: Kartu Debit Visa Bank Permata Priority serta Kartu Debit Mastercard Paspor BCA baru dsb). Sebagai tambahan untuk kartu debit keluaran luar negeri juga kadang dapat dicetakkan dengan huruf emboss seperti pada kartu kredit. Beberapa kartu debit/ATM lokal non Visa/Mastercard seperti Paspor BCA (Maestro) dan Debit Sinarmas UnionPay dibawah juga dapat mempunyai huruf timbul yang diemboss.

3. Kartu kredit biasanya pasti mempunyai nama pemegang kartu dimana kartu debit yang instant mungkin tidak selalu dicetakkan, meskipun nasabah mungkin dapat request dicetakkan namanya (tergantung fitur bank).

4. Kartu kredit khususnya di Indonesia rata-rata sudah lebih dahulu mempunyai teknologi chip (EMV) daripada kartu debit, meskipun kini sesuai target BI rata-rata bank di Indonesia sudah mulai melakukan migrasi bertahap dari pita magnetik ke chip (NSICCS) pada kartu debit/ATM sebelum tahun 2020 untuk keamanan transaksi POS/EDC/ATM apapun dengan kartu kredit/debit/prabayar. Juga biasanya fitur-fitur terbaru seperti Visa PayWave/Mastercard PayPass/Contactless dsb biasanya akan hadir terlebih dahulu di kartu kredit, at least di Indonesia.

5. Kartu debit terkadang mempunyai tulisan “debit”. Umumnya juga kartu debit di Indonesia yang lebih sering terhubung ke saving account bukan checking account seperti diluar selain nama dan nomor depan tidak diemboss/timbul juga terkadang mempunyai tanda “Electronic Use Only” termasuk logo sub brand debit jika ada seperti Visa Electron dan Mastercard Electronic serta Maestro yang menandakan bahwa kartu tersebut harus mendapatkan otorisasi real-time/melalui terminal elektronik/online langsung ke bank nya pada saat transaksi POS terjadi, jadi harus mendapatkan otorisasi pihak bank lebih dahulu sebelum transaksi approved dan tidak mengenal floor limit dan overlimit/overdraft serta tetap tidak bisa digunakan di terminal offline seperti kartu kredit di pesawat, kapal pesiar, terminal POS yang tidak terhubung kepihak bank langsung untuk otorisasi jaminan pembayaran manual dsb termasuk fitur “carbon copy” (POS credit card imprinter) ala jadul dsb tidak seperti kartu kredit yang biasanya nomor dan namanya diemboss (standar kartu kredit dari dulu). Zaman EDC elektronik/online sekarang penggunaan huruf emboss selain hanya agar tidak cepat luntur/terkikis sebenarnya lebih ke tradisi desain estetika saja daripada fitur fungsional kartu kredit awal sebagai pembeda dengan kartu debit standar.

6. Biasanya kartu kredit yang dikeluarkan satu bank bisa lebih banyak bervariasi logo/prinsipal termasuk jenis/level kartunya seperti Visa/Mastercard Co-branding dsb dimana kartu debit yang dikeluarkan biasanya jenis/level kartunya lebih sedikit/standar serta hanya menggunakan satu prinsipal utama saja (jika tidak Visa maka Mastercard dst) meskipun tidak selalu juga begitu i.e. Bank Sinarmas dsb. Meskipun demikian kartu debit yang juga merangkap kartu ATM biasanya mempunyai network ATM/debit/switching yang lebih banyak penerimaannya (logo-logo dibelakang kartu).

7. Bank seperti BCA membedakan prinsipal untuk kartu kredit dan debitnya dimana kartu debit BCA hanya menggunakan jaringan debit lokal seperti Debit BCA ataupun internasional seperti Maestro dan tidak menggunakan jaringan/logo pemrosesan kartu kredit seperti Visa/Mastercard seperti kartu debit bank lainnya. (Catatan: kartu debit Paspor BCA yang terbaru sekilas cukup mirip dengan kartu kredit karena selain sudah dilengkapi chip juga tetap menggunakan huruf emboss timbul dan dapat menggunakan nama nasabah) dsb. Update: Sejak November 2017 kini BCA juga sudah mengeluarkan Kartu Debit Mastercard Paspor BCA baru yang juga sudah berchip menggantikan debit Paspor BCA yang lama.

8. Untuk kartu kredit yang memang dari dulu area tujuan penggunaannya lebih internasional/world wide maka biasanya juga akan lebih banyak memakai keterangan dalam bahasa Inggris selain bahasa Indonesia dipanel belakang daripada kartu debit ataupun ATM biasa yang awalnya by design memang lebih dipusatkan pada penggunaan lokal, meskipun zaman sekarang rata-rata kartu debit khususnya yang berlogo Visa/Mastercard/Maestro (international/worldwide) juga sudah dapat digunakan untuk bertransaksi internasional (tergantung kebijakan bank).

9. Untuk beberapa jenis kartu debit/ATM yang oleh banknya tidak direncanakan/digunakan untuk transaksi internet/online/CNP seperti pada kartu kredit umumnya bisa saja tidak mempunyai kode keamanan 3 angka (CVV/CVC/CSC) dibelakang kartu.

 

Untuk lebih mempermudah perbandingan tampilan visual/fisik plus variasi fitur terkait dsb antara kartu kredit/debit maka disini penulis mencoba menyertakan contoh real (bukan hanya sekedar contoh model ilustrasi/desain/specimen kartu) berupa beberapa foto (scan) dari fisik kartu kredit dan kartu debit milik penulis yang dikeluarkan oleh bank yang sama (Note: beberapa bagian yang sifatnya private sengaja ditutupi atau dikaburkan untuk alasan keamanan dan kerahasiaan data) antara lain dari Bank Mandiri, Bank CIMB Niaga, dan Bank Sinarmas:

 

1. Bank Mandiri:

Kartu Kredit Mastercard Platinum Edisi Pertamina (Kiri) dan Kartu Debit Visa Platinum Edisi Prioritas (kanan)

CC DEBIT MANDIRI
Tampak Depan
BACK CC MANDIRI
Tampak Belakang

Tampak bahwa kartu debit Mandiri biarpun sudah level Platinum sekalipun namun tetap tidak diemboss berbeda dengan kartu kreditnya. Juga karena kartu debitnya berfungsi sekaligus sebagai kartu ATM maka selain ATM Mandiri aksesibilitas kartu debitnya lebih luas daripada kartu kreditnya ke ATM bank lain yang berlogo jaringan ATM Bersama, Plus, Prima, dan Link. Bahkan tampaknya pada kartu kredit Mastercard ini tidak dijumpai adanya logo Cirrus yang sering terdapat di kartu kredit Mastercard melainkan hanya logo “Pertamax Turbo” untuk penggunaan promo semacam point cashback transaksi di SPBU Pertamina (karena kartu kredit ini sebenarnya adalah co-branding kerjasama resmi antara Bank Mandiri dan Pertamina). Penarikan tunai/cash advance untuk kartu kredit Mandiri mungkin hanya dapat dilakukan di ATM berlogo Mastercard selain ATM Mandiri sendiri. Yang juga cukup menarik pada panel tanda tangan nomor kartu debit Mandiri yang terbaru ini (sudah berchip) tidak disisakan tempat lagi untuk tanda tangan nasabah selain hanya dicetakkan 16 digit nomor kartu karena sesuai dengan kebijakan baru Bank Mandiri dan mungkin sebagian bank lainnya juga maka transaksi kartu debit di EDC selain dengan chip kini wajib dengan PIN 6 digit tidak bisa lagi dengan tanda tangan, bahkan mungkin termasuk untuk transaksi internasional sekalipun (tidak/belum berlaku untuk kartu kreditnya).

2. Bank CIMB Niaga:

Kartu Kredit Mastercard Gold (Kiri) dan Kartu Debit Mastercard Standard (kanan)

CC DEBIT CIMB
Tampak Depan
BACK CC CIMB NIAGA
Tampak Belakang

Tampak bahwa tampilan depan kartu kredit Gold yang berwarna emas (glossy metalic) lebih terkesan “mewah” daripada kartu debit yang berwarna merah dop. Juga kartu kredit diemboss dan mempunyai nama sedangkan kartu debit yang instant tidak (meskipun nama mungkin dapat direquest tersendiri oleh nasabah). Karena merangkap kartu ATM maka kartu debitnya juga lebih mempunyai aksesibilitas luas ke ATM yang berlogo Cirrus, Prima, ATM Bersama termasuk jaringan MEPS asal Malaysia (negara asal Bank CIMB) daripada kartu kreditnya yang hanya mempunyai logo Cirrus selain ATM CIMB Niaga. Penarikan tunai/cash advance untuk kartu kredit CIMB Niaga mungkin hanya dapat dilakukan di ATM berlogo Mastercard dan Cirrus selain ATM CIMB Niaga sendiri. Tampak pada kartu kreditnya juga lebih didominasi bahasa Inggris daripada kartu debitnya meskipun keduanya sama-sama bisa dipakai bertransaksi internasional.

3. Bank Sinarmas:

Kartu Kredit Visa Platinum (Kiri) dan Kartu Debit UnionPay Gold (kanan)

CC DEBIT SINARMAS
Tampak Depan
BACK CC BANK SINARMAS
Tampak Belakang

Yang cukup unik adalah meskipun kartu kreditnya berlogo Visa namun Bank Sinarmas selain mengeluarkan kartu debit yang berlogo Visa juga mengeluarkan kartu debit UnionPay (asal China) yang cukup bermanfaat khususnya jika sering travel ke China. Pada tampilannya pun kedua kartunya sama-sama menarik (meskipun tampaknya desain kartu debit UnionPay Goldnya lebih menarik) karena keduanya sama-sama diemboss namun kartu debitnya tidak punya nama pemegang kartu (meskipun mungkin dapat direquest nasabah). Pada bagian belakang juga sama-sama terdapat panel tanda tangan dan sebelah kanan kode keamanan kartu 3 digit serta 4 digit terakhir nomor kartu yang dicetakkan. Meskipun tidak menggunakan jaringan Visa yang lebih umum di Indonesia karena kartu debitnya berfungsi sebagai kartu ATM maka aksesibilitas ke logo jaringan ATM bank lainnya lebih luas selain ATM Bank Sinarmas seperti yang berlogo ATM Bersama, Alto, ATM BCA, Prima termasuk dapat melakukan pembayaran debit/switching seperti jaringan Debit BCA dan Prima Debit seperti di EDC BCA (mungkin karena masih jarang EDC merchant lokal selain di China yang menerima pembayaran UnionPay langsung) dan juga pembayaran EZ-Link (contactless?) asal Singapore yang katanya juga bisa dipakai untuk bepergian di China. Penarikan tunai/cash advance untuk kartu kredit Sinarmas mungkin hanya dapat dilakukan di ATM berlogo Visa dan Plus selain ATM Sinarmas sendiri.

 

Lantas bagaimana caranya untuk membedakan kartu kredit dan kartu debit bukan dari fisiknya namun hanya dari sekedar nomornya saja seperti pada transaksi internet/CNP (kartu tidak hadir) dsb diatas? Seperti yang sudah dijelaskan diatas sebelumnya tiap kartu kredit dan kartu debit mempunyai komponen masing-masing 6 digit awal dari 16 digit nomor kartunya (BIN/Bank Identification Number dan IIN/Issuer Identification Number) yang meskipun sisanya dapat bervariasi untuk nomor akun nasabah yang ditagihkan (tetap sesuai kaidah algoritma Luhn untuk aturan generate nomor kartu kredit) maka BIN/IIN 6 digit awal ini sudah dapat digunakan untuk mengenali jenis kartu  misalnya kartu Visa awalannya 4xxx, Mastercard 5xxx, American Express 3xxx dst, nama bank/negara/issuer country, serta jenis kartu ataupun levelnya (Kredit, Debit, Prepaid, Charge Card dsb). Hal ini juga dapat menjadi data bagi pertimbangan pihak merchant yang mungkin karena suatu alasan dapat saja menerima ataupun menolak kartu tertentu dsb.

Btw sedikit OOT namun sebagai tambahan info saja selain dipergunakan pada transaksi CNP (Internet/MOTO) seperti toko online maka terkadang validasi data BIN serta data kartu lainnya seperti nomor dan nama tercetak juga dipergunakan oleh kasir di pedagang/merchant instore (toko offline) untuk mengecek keaslian data kartu yang diterima dari pembeli untuk alasan keamanan/mencegah fraud dimana bank/negara asal kartu serta nama dan nomor yang teremboss/terprint dikartu akan dicocokkan dengan data transaksi pada kartu dan database di pihak merchant. Jika berbeda setelah dicek maka dapat dipastikan kartu tersebut adalah hasil penggandaan/copy (fraud) meskipun sebenarnya hal ini mungkin tidak lagi diperlukan sekarang pada transaksi kartu  yang sudah berchip dengan data dynamic dan terenkripsi serta berpin yang umumnya lebih susah dibajak daripada kartu yang masih berpita magnetik juga dimana pada transaksi chip/PIN biasanya liability lebih diarahkan ke issuer daripada merchant jika memang terjadi kasus fraud. Selain karena alasan rekonsiliasi transaksi antara pihak merchant dan bank maka kadang hal inilah juga yang membuat kasir sering mengetikkan terlebih dahulu nomor kartu kredit/debit anda bahkan meskipun kartunya sudah berchip namun tetap menggesekkan pita magnetik kartu 2 kali (double swipe) di mesin kasir/cash register untuk mendapatkan data pembanding kartu yang kini prakteknya juga sudah dilarang oleh BI. Jika mendapatkan praktek double swipe ini maka anda sebaiknya menolak karena beresiko pencurian data anda.

Demikianlah sekilas mengenai perbedaan tampilan fisik kartu kredit dan kartu debit yang kadang dapat sering membingungkan bahkan termasuk untuk penulis sendiri hehehe. Tambahan penting lagi jika tampilan kartu anda khususnya yang debit/ATM belum mempunyai chip seperti diatas segeralah tanyakan dan mintakan pada bank anda jika sudah tersedia demi keamanan dan kenyamanan transaksi anda kedepannya (highly recommended!). Jika ada kesalahan atau kekurangan dalam penulisan maka penulis mohon maaf. Semoga dapat mencerahkan, salam 😀

 

TAMBAHAN BEBERAPA INFO LAINNYA:

Beberapa Kartu Debit/ATM Indonesia Untuk Verifikasi PayPal dan Belanja Online (Update)
https://amirz123.wordpress.com/2017/01/06/beberapa-kartu-debitatm-indonesia-untuk-verifikasi-paypal-dan-belanja-online-update/

Daftar Kartu Kredit dan Kartu Debit Bank Lokal Indonesia Untuk Transaksi Online/E-Commerce (Confirmed)
https://amirz234.wordpress.com/2017/10/11/daftar-kartu-kredit-dan-kartu-debit-bank-lokal-indonesia-untuk-transaksi-onlinee-commerce-confirmed/

Beberapa Bank Di Indonesia Yang Bisa Mengeluarkan Secure Credit Card (SCC) Atau Kartu Kredit Dengan Jaminan
https://amirz234.wordpress.com/2017/04/06/beberapa-bank-di-indonesia-yang-bisa-mengeluarkan-secure-credit-card-scc-atau-kartu-kredit-dengan-jaminan/

 

Iklan

Daftar Kartu Kredit dan Kartu Debit Bank Lokal Indonesia Untuk Transaksi Online/E-Commerce (Confirmed)

Contoh Kartu Kredit dan Kartu Debit/ATM (Foto Pribadi)

 

Contoh Kartu Kredit dan Kartu Debit/ATM (Foto Pribadi)
Contoh Kartu Kredit dan Kartu Debit/ATM

Penggunaan APMK (Alat Pembayaran dengan Menggunakan Kartu) antara lain seperti Kartu Kredit dan Kartu Debit khususnya yang berlogo/prinsipal Visa/Mastercard kini juga sudah mulai umum merambah didunia Transaksi Online/E-Commerce sebagai cara pembayaran alternatif yang praktis selain pembayaran konvensional lainnya seperti COD/tunai, transfer bank/ATM, virtual account dsb. Terlebih lagi dengan kartu kredit seperti kemungkinan membeli dengan cicilan sesuai limit, promo cashback reward point dsb. Belum lagi jangkauan kartu kredit dan kartu debit yang universal sehingga lebih mudah untuk bertransaksi tidak hanya lokal tapi juga internasional seperti PayPal dsb.

Logo Prinsipal VISA dan MasterCard
Logo Prinsipal VISA dan MasterCard

Namun di Indonesia khususnya pada kartu debit hanya segelintir bank penerbit kartu debit yang kebijakannya sudah mengizinkan transaksi online/e-commerce (CNP/MOTO/Internet) lokal dan internasional pada kartu debit tabungan yang sudah berlogo Visa dan Mastercard dengan berbagai pertimbangannya khususnya keamanan dsb, berkebalikan dengan kartu kreditnya yang rata-rata sebagian besar sudah mendukung.

Meskipun begitu mungkin juga tidak semua bank mengizinkan kartu kreditnya digunakan untuk transaksi online seperti informasi yang terakhir didapatkan penulis bahwa mungkin ada beberapa bank atau jenis kartu kredit tertentu seperti segelintir kartu kredit korporat/non personal berlimit tinggi dsb yang kartu kreditnya mungkin saja tidak diizinkan langsung digunakan untuk transaksi online/CNP (by default) kecuali atas permintaan otorisasi/izin cardholder sendiri. Sebagian merchant termasuk online juga mungkin dapat menerima atau menolak jenis/BIN kartu tertentu. Kartu kredit yang tidak bisa dipakai langsung transaksi online termasuk juga kartu kredit yang tidak berlogo Visa/Mastercard seperti BCA Card kecuali lewat fitur KlikPay BCA (local payment only).

Tentu semuanya akan kembali ke kebijakan bank penerbit kartu kredit dan kartu debit (issuer) masing-masing untuk mengizinkan atau tidak untuk transaksi online, dan bisa berbeda atau berubah kapan saja. Harap memastikan kembali semua fitur dan kebijakan tersebut kepada bank penerbit kartu kredit dan kartu debit masing-masing.

Berikut dibawah ini adalah daftar beberapa macam kartu kredit dan kartu debit beserta jenis prinsipal dan bank penerbitnya yang sudah dikonfirmasi bisa digunakan untuk transaksi online/internet/e-commerce di situs lokal dan internasional, baik yang sudah menggunakan 3dsecure (Verified by Visa/Mastercard Secure Code) seperti pada Tokopedia, Bukalapak, Bhinneka, Elevenia, Skrill dsb maupun yang tidak seperti PayPal, Ebay, Amazon, Lazada, Google Playstore, Itunes Store, Steam, PSN Store dsb:

 

1. Kartu Kredit Visa/Mastercard/JCB/American Express Credit/Charge Card (termasuk berbagai jenis nama varian kartu berdasarkan level limit transaksi dan fungsi/fitur dsb seperti Silver/Classic/Standard, Gold, Platinum, Signature/World Elite, Business, Corporate, Priority Banking, Travel, Airline Miles, Cashback, Reward, Shopping, Syariah/Hasanah, Co-branded card dsb jika ada dan cara mendapatkan kartu kredit seperti melalui i.e. jalur prosedur reguler (verifikasi data dan analyst) maupun dengan jaminan lock tabungan/deposito (SCC/Secured Credit Card) ataupun dengan jalur priority banking dsb (instant approval/by invitation/offer) jika ada dst. Juga berlaku untuk kartu kredit utama dan tambahan). Mungkin dapat menjadi bahan referensi juga bagi anda yang ingin mengajukan aplikasi kartu kredit khususnya untuk tujuan penggunaan transaksi online/PayPal dsb selain pertimbangan tawaran promo benefit lainnya dari pihak bank penerbit kartu kredit dsb:

Kartu Kredit Visa, Mastercard, dan American Express BCA (Everyday/BCA card is excluded)
Kartu Kredit Visa dan Mastercard Bank Mandiri
Kartu Kredit Visa dan Mastercard BRI
Kartu Kredit Visa dan Mastercard Bank CIMB Niaga
Kartu Kredit Mastercard Bank CIMB Niaga Syariah
Kartu Kredit Visa dan Mastercard Bank Permata
Kartu Kredit Visa dan Mastercard Bank HSBC
Kartu Kredit Visa dan Mastercard Bank Standard Chartered
Kartu Kredit Visa dan Mastercard Bank UOB
Kartu Kredit Visa dan Mastercard Bank Bukopin
Kartu Kredit Visa, Mastercard, dan American Express Bank Danamon
Kartu Kredit Visa dan Mastercard Bank ANZ
Kartu Kredit Visa dan Mastercard Bank Mega
Kartu Kredit Visa dan Mastercard Bank OCBC NISP
Kartu Kredit Visa dan Mastercard Maybank
Kartu Kredit Visa dan Mastercard Bank MNC
Kartu Kredit Visa, Mastercard, JCB, dan American Express BNI
Kartu Kredit Mastercard BNI Syariah (Hasanah card)
Kartu Kredit Visa Bank Sinarmas
Kartu Kredit Visa BTN
Kartu Kredit Visa AEON (credit company/non bank issuer)
Kartu Kredit Visa Citibank
Kartu Kredit Visa Bank Panin

Note: Jika ada bank/kartu kredit lain yang tidak/belum ada dilist maka bukan berarti tidak bisa dipakai untuk transaksi online, hanya saja belum dapat dikonfirmasi/update datanya oleh penulis dan rekan saat artikel ini dibuat. Urutan dalam list juga tidak menunjukan tingkat prestise/bonafiditas/benefit bank penerbit beserta kartunya dsb. Semua kartu kredit diatas termasuk JCB dan American Express dapat digunakan untuk transaksi online, baik yang 3dsecure maupun non 3dsecure baik lokal maupun internasional termasuk verifikasi PayPal dsb selama merchant mencantumkan logo/menerima kartu Visa, Mastercard, dan American Express/Amex. Rata-rata kartu kredit personal berlogo Visa/Mastercard/American Express yang dikeluarkan di Indonesia begitu sudah diaktifkan dapat langsung digunakan untuk transaksi internasional termasuk online.

 

2. Kartu Debit/ATM Visa/Mastercard dengan fitur “debit online” (termasuk berbagai jenis nama varian kartu berdasarkan level limit transaksi dan fungsi/fitur dsb seperti Silver/Classic/Standard, Gold, Platinum, Business, Corporate, Priority Banking, Co-branded card dsb, termasuk mungkin varian sub brand untuk kartu debit Visa/Mastercard seperti Visa Electron dan Mastercard Electronic jika ada (non embossed cards/real time authorization only), termasuk juga pemakaian nomor kartu, expiry date, dan CVV langsung dari wujud kartu debit fisiknya seperti halnya kartu kredit biasa untuk transaksi online atau sekedar menawarkan fitur generate kartu transaksi debit virtual dari saldo tabungan dengan cara SMS/Internet banking yang sebenarnya terpisah dari fitur kartu debit fisiknya sendiri). Disini juga dianggap termasuk kartu prepaid debit dan produk “instant” SCC komplementer tabungan yang limit belanjanya dapat ditop-up/reload (prepaid) diatas limit minimal prasyarat dengan transfer dana nasabah/tabungan sendiri:

Kartu Debit Visa Mandiri
Kartu Debit Visa BTN
Kartu Debit Visa BTN Syariah
Kartu Debit Visa Bank Permata
Kartu Debit Visa Bank Permata Syariah
Kartu Debit Visa Jenius BTPN
Kartu Debit Visa Bank Mega
Kartu Debit Visa Bank DBS (tabungan reguler dan Digibank)
Kartu Debit Visa Bank ANZ
Kartu Debit Mastercard Bank CIMB Niaga (kartu fisik dengan 3dsecure dan virtual/VCC Octopay)
Kartu Debit Mastercard Bank CIMB Niaga Syariah (kartu fisik dengan 3dsecure dan virtual/VCC Octopay)
Kartu Debit Mastercard BNI (hanya virtual/VCN)
Kartu Debit Mastercard BNI Syariah (hanya virtual/VCN)
Kartu Kredit Secure (Prepaid SCC) Visa Bank Sinarmas

Note: Kartu debit/ATM keluaran bank lokal lainnya selain diatas saat ini mungkin tidak/belum diizinkan untuk bertransaksi online sama sekali meskipun sudah berlogo Visa/Mastercard oleh banknya dan hanya dapat digunakan untuk transaksi POS/EDC selain penarikan uang di ATM, antara lain seperti kartu debit/ATM BRI, Bank Bukopin, Danamon, OCBC NISP, Muamalat, HSBC, Citibank dsb termasuk yang tidak berlogo Visa/Mastercard seperti kartu debit/ATM Paspor BCA dsb. Update: Baru-baru ini (pertengahan November 2017) BCA kini juga sudah mengeluarkan Kartu Debit Mastercard Paspor BCA baru yang juga sudah berchip menggantikan debit Paspor BCA yang lama. Meskipun saat tulisan ini dibuat kartu debit Mastercard BCA belum dapat digunakan untuk transaksi online via internet/CNP namun berdasarkan informasi terakhir dari BCA maka kartu debit Mastercard BCA akan tetap dapat melakukan transaksi online mungkin sekitar awal tahun 2018. Berbeda dengan kartu kreditnya kebanyakan kartu debit bank lokal di Indonesia lainnya saat tulisan ini dibuat masih belum bisa digunakan full untuk transaksi online.

Sedangkan khusus fitur kartu debit online (termasuk prepaid SCC) yang mungkin bisa menggantikan penuh fungsi kartu kredit (kecuali pada beberapa promo, transaksi cicilan, dan mungkin juga beberapa jenis transaksi berlangganan/praotorisasi ditagihkan kedepan dsb) pada transaksi online yang khususnya tidak selalu diwajibkan menggunakan 3dsecure ataupun CVV seperti transaksi internasional pada PayPal, Amazon, Google Playstore, Itunes Store dsb adalah:

Kartu Debit Visa Bank Permata
Kartu Debit Visa Bank Permata Syariah
Kartu Debit Visa BTN
Kartu Debit Visa BTN Syariah
Kartu Debit Visa Jenius BTPN
Kartu Debit Visa Digibank Bank DBS
Kartu Debit Visa Bank ANZ
Kartu Debit Mastercard Bank CIMB Niaga (VCC Octopay)
Kartu Debit Mastercard Bank CIMB Niaga Syariah (VCC Octopay)
Kartu Debit Mastercard BNI (VCN BNI)
Kartu Debit Mastercard BNI Syariah (VCN BNI)
Kartu Kredit Secure (Prepaid SCC) Visa Bank Sinarmas

*Update November 2017 untuk Kartu Debit Visa Digibank Bank DBS: Setelah sempat bisa digunakan di PayPal sejak Oktober 2017 tampaknya pada bulan November 2017 (sampai batas waktu yang tidak diketahui/mungkin permanen) policy/kebijakan Digibank Bank DBS kembali memblock/mendisable pemakaian kartu debit Visa Digibank pada international online merchants khususnya yang tidak menggunakan 3dsecure/VBV termasuk PayPal (security reason) meskipun fitur untuk transaksi internasional sudah diaktifkan (by default). Namun kartu debit Digibank DBS tetap dapat digunakan di beberapa online merchant yang tidak/belum menggunakan 3dsecure namun tampaknya sudah bekerjasama dengan Digibank Bank DBS (masuk database “whitelisted merchants”) serta dicharge dalam Rupiah/IDR diantaranya Google Playstore Region Indonesia, Itunes Store Region Indonesia, serta Facebook Ads. Semoga restriksi/block transaksi termasuk untuk PayPal dsb ini bisa diangkat kedepannya.

Sedangkan khusus penggunaan untuk PayPal maka selain kartu kredit hanya kartu debit fisik sajalah (non virtual) berlogo Visa/Mastercard keluaran bank lokal dan mempunyai statement yang diizinkan khususnya untuk verifikasi serta disimpan di akun PayPal. Penggunaan BIN dari nomor kartu virtual seperti VCC, Octopay, dan VCN BNI termasuk nomor kartu prepaid/debit keluaran institusi keuangan dari luar/non bank lokal seperti Payoneer, Xapo dsb meskipun secara teknis mungkin tetap bisa diterima dan dipakai namun sebenarnya sudah tidak lagi diizinkan pemakaiannya oleh kebijakan PayPal saat ini (akun akan beresiko terkena limit, kartu dihapus dsb). Namun penggunaan kartu virtual serta kartu prepaid/debit keluaran issuer luar diatas untuk transaksi lewat PayPal tanpa menggunakan akun/express checkout mungkin masih dapat diizinkan/diterima.

Maka kartu debit fisik bank lokal (termasuk prepaid SCC) yang sudah recommended pemakaiannya untuk PayPal saat ini adalah hanya (mudah-mudahan akan terus bertambah kedepannya):

Kartu Debit Visa Bank Permata
Kartu Debit Visa Bank Permata Syariah
Kartu Debit Visa BTN
Kartu Debit Visa BTN Syariah
Kartu Debit Visa Jenius BTPN
Kartu Debit Visa Digibank Bank DBS
Kartu Debit Visa Bank ANZ
Kartu Kredit Secure (Prepaid SCC) Visa Bank Sinarmas

*Update November 2017 untuk Kartu Debit Visa Digibank Bank DBS: Setelah sempat bisa digunakan di PayPal sejak Oktober 2017 tampaknya pada bulan November 2017 (sampai batas waktu yang tidak diketahui/mungkin permanen) policy/kebijakan Digibank Bank DBS kembali memblock/mendisable pemakaian kartu debit Visa Digibank pada international online merchants khususnya yang tidak menggunakan 3dsecure/VBV termasuk PayPal (security reason) meskipun fitur untuk transaksi internasional sudah diaktifkan (by default). Namun kartu debit Digibank DBS tetap dapat digunakan di beberapa online merchant yang tidak/belum menggunakan 3dsecure namun tampaknya sudah bekerjasama dengan Digibank Bank DBS (masuk database “whitelisted merchants”) serta dicharge dalam Rupiah/IDR diantaranya Google Playstore Region Indonesia, Itunes Store Region Indonesia, serta Facebook Ads. Semoga restriksi/block transaksi termasuk untuk PayPal dsb ini bisa diangkat kedepannya.

 

Demikianlah hasil terakhir ringkasan update November 2017 untuk daftar beberapa kartu kredit dan kartu debit bank lokal yang sudah bisa digunakan untuk transaksi online (masih bisa selalu bertambah/berubah kedepannya).

Harap diingat meskipun anda telah dapat juga menggunakan sebagian kartu debit untuk transaksi online namun tetap lebih dianjurkan menggunakan kartu kredit jika anda sudah punya sebelumnya dikarenakan fitur perlindungan dari pihak bank untuk kartu kredit biasanya lebih baik daripada kartu debit/tabungan khususnya dispute terhadap resiko fraud/penipuan dsb terlebih transaksi online/tidak langsung akan tetap lebih beresiko daripada transaksi langsung seperti di POS/EDC. Juga kartu kredit biasanya lebih banyak menawarkan keuntungan promo, discount, cashback, point, fitur cicilan dsb daripada kartu debit. Gunakanlah keduanya secara cermat dan bijak. Periksalah juga setiap laporan transaksi secara berkala dan jika anda merasa ada masalah dsb segera laporkanlah kepihak bank.

Beberapa bank diatas seperti BNI dan CIMB Niaga juga menawarkan fitur kartu virtual prepaid debit dengan saldo terpisah dan umur terbatas untuk transaksi online yang juga dapat meminimalisir resiko khususnya di online merchant “high risk” i.e. belum punya nama ataupun memproses sendiri transaksi tanpa menggunakan jasa payment processor eksternal/pihak ketiga seperti PayPal maupun fitur 3dsecure.

Jika ada kekurangan dan kesalahan dalam artikel ini maka penulis memohon maaf, semoga dapat membantu, salam 😀

 

Beberapa Link Referensi Lainnya:

Daftar Kartu Debit Indonesia Untuk PayPal dan Belanja Online (Update)
http://amirz123.blogspot.co.id/2016/12/daftar-kartu-debit-indonesia-untuk.html

Beberapa Bank Di Indonesia Yang Bisa Mengeluarkan Secure Credit Card (SCC) Atau Kartu Kredit Dengan Jaminan
https://amirz234.wordpress.com/2017/04/06/beberapa-bank-di-indonesia-yang-bisa-mengeluarkan-secure-credit-card-scc-atau-kartu-kredit-dengan-jaminan/

Cara Verifikasi PayPal dengan Kartu Kredit dan Kartu Debit/ATM/Debit Card Bank Lokal Indonesia
https://amirz123.wordpress.com/2017/02/02/verifikasi-paypal-dengan-kartu-debitatmdebit-card-bank-lokal-indonesia/

Mengenal Nama-Nama Bagian Serta Perbedaan Tampilan Fisik/Visual Kartu Kredit dan Kartu Debit/ATM
http://amirz365.blogspot.co.id/2017/10/perbedaan-tampilan-fisikvisual-kartu.html

Beberapa Penyedia Layanan Untuk Membuat Kartu Pembayaran Virtual/VCC/VCN Sendiri Di Indonesia
https://amirz234.wordpress.com/2017/11/04/beberapa-penyedia-layanan-untuk-membuat-kartu-pembayaran-virtualvccvcn-sendiri-di-indonesia/

 

DISCLAIMER: Berhubung kebijakan masing-masing pihak institusi/bank penerbit kartu (issuer) yang dapat berbeda atau dapat berubah kapanpun juga maka mohon maklum jika mungkin tulisan diartikel ini tidak selalu akan berlaku, dan mungkin artikel ini juga Insyaallah akan selalu diupdate jika ada perubahan atau perkembangan kedepannya.

 

 

Kartu Debit Visa Jenius BTPN, Kartu Debit Visa Indonesia 2017 Serba Bisa Untuk Transaksi In Store dan Online, Lokal dan Internasional

 

APRIL 2017

Sejauh ini menurut kajian penulis dari beberapa segi pertimbangan dan fitur kartu debit online bank-bank lokal yang tersedia saat ini, tampaknya kartu debit online terbaik Indonesia saat tulisan ini dibuat (April 2017) khususnya yang dapat dipakai sebagai alternatif kartu kredit reguler untuk transaksi online lokal dan juga internasional adalah masih tetap Kartu Debit Visa dari produk Tabungan Jenius BTPN (Bank Tabungan Pensiunan Nasional) yang kini juga sudah bisa didapatkan oleh masyarakat diseluruh Indonesia (syarat dan ketentuan berlaku):

unnamed

visa_2014_logo

m-Card adalah kartu debit utama Jenius yang merupakan Kartu Debit Visa Internasional. Dengan m-Card sekarang kamu bisa praktis tarik tunai dan transaksi di seluruh dunia, termasuk transaksi online. m-Card dapat dikontrol dari menu Card Center di Jenius app.

Cara Tepat Kontrol m-Card:

1. Bebas tentukan limit tarik tunai harian (max Rp 15.000.000)

2. Bebas tentukan limit transaksi (max Rp 100.000.000)

3. Cepat telusuri seluruh catatan transaksi dari aplikasi.

4. Praktis block dan unblock kartu tanpa membuang waktu.

TEMUKAN INFO LEBIH LANJUT

Jenius Help

1500 – 365

@jeniushelp

 

JENIUS BTPN
Kartu Debit Visa Fisik (m-Card) Jenius BTPN Dengan Chip & PayWave

 

Beberapa Fitur dan Limit Transaksi:
– Mendapatkan 1 rekening tabungan online berbasis aplikasi mobile yang juga dapat dipakai untuk transaksi transfer online antar rekening/bank biasa dsb.
– Tidak ada setoran awal, saldo minimum, biaya admin dsb, 100% gratis termasuk untuk pemesanan kartu, juga tetap mendapatkan bunga seperti tabungan reguler/biasa.
– Mendapatkan 1 kartu debit fisik utama jenis Visa Gold (m-Card) dan 1 kartu debit virtual (e-Card), serta dapat memesan 3 buah kartu debit (prepaid) fisik tambahan (x-Card) jadi 1 rekening dapat mempunyai maksimal 5 kartu debit Visa (4 fisik dan 1 virtual) yang limit/saldonya terpisah. Kartu fisik juga sudah dilengkapi Chip (EMV) dan fitur Visa PayWave (contactless card).
– Limit Transaksi harian bisa maksimal Rp 100.000.000,00/hari dan bisa diatur nasabah sendiri, tersedia juga fitur block dan unblock serta top up dan limit terpisah pada setiap kartu.
– Dapat digunakan untuk transaksi lokal dan internasional diseluruh dunia pada merchant yang berlogo Visa, baik untuk transaksi in store (POS/EDC) baik dengan PIN ataupun tandatangan pada EDC yang berlogo Visa (m-Card dan x-Card), maupun transaksi online (Internet/CNP/MOTO) baik tanpa ataupun dengan fitur 3dsecure/Verified by Visa/VBV (m-Card, x-Card, dan e-Card). Juga dapat digunakan untuk penarikan uang dimesin ATM BTPN ataupun yang berlogo Visa/Plus maupun ATM Bersama.
– Transaksi sukses di berbagai merchant online/e-commerce terkemuka lokal dan internasional (sudah dikonfirmasi) seperti: Tokopedia, BukaLapak, Lazada, Elevenia, Bhinneka, PayPal, Ebay, Amazon, Google Play Store, Apple Itunes Store, Steam, Netflix dsb. Bermacam Promo Lengkap Jenius BTPN: https://www.jenius.com/partnership/

 

DATA TAMBAHAN DAN PEMBANDING:

– BEBERAPA KARTU DEBIT/ATM INDONESIA UNTUK VERIFIKASI PAYPAL DAN BELANJA ONLINE (UPDATE):
https://amirz123.wordpress.com/2017/01/06/beberapa-kartu-debitatm-indonesia-untuk-verifikasi-paypal-dan-belanja-online-update/

– BEBERAPA BANK DI INDONESIA YANG BISA MENGELUARKAN SECURE CREDIT CARD (SCC) ATAU KARTU KREDIT DENGAN JAMINAN:
https://amirz234.wordpress.com/2017/04/06/beberapa-bank-di-indonesia-yang-bisa-mengeluarkan-secure-credit-card-scc-atau-kartu-kredit-dengan-jaminan/

 

DISCLAIMER: Berhubung kebijakan masing-masing pihak institusi/bank penerbit kartu (issuer) yang dapat berbeda atau dapat berubah kapanpun juga maka mohon maklum jika mungkin tulisan diartikel ini tidak selalu akan berlaku, dan mungkin artikel ini juga Insyaallah akan selalu diupdate jika ada perubahan atau perkembangan kedepannya.

 

 

Beberapa Bank Di Indonesia Yang Bisa Mengeluarkan Secure Credit Card (SCC) Atau Kartu Kredit Dengan Jaminan

Contoh Kartu Kredit dan Kartu Debit/ATM (Foto Pribadi)

 

visamastercard
Logo Prinsipal VISA dan MasterCard

 

Kartu Kredit/CC (Credit Card) dan Kartu Debit (Debit Card) khususnya yang berlogo (network/prinsipal) Visa/Mastercard diatas (American Express, Discover, JCB, dan UnionPay lainnya masih agak kurang umum di Indonesia saat ini) adalah bagian dari Alat Pembayaran dengan Menggunakan Kartu (APMK) di Indonesia yang berfungsi sebagai salah satu alat/metode pembayaran non tunai (cashless) yang umum digunakan untuk bertransaksi global dibanyak tempat (Dalam dan Luar negeri, Instore dan Online) ataupun melakukan pencairan/penarikan uang tunai di ATM dalam jumlah tertentu dsb. Jika untuk bertransaksi kartu kredit menggunakan limit kredit (hutang) tertentu yang diberikan pihak bank maka kartu debit akan langsung memotong dana tabungan nasabah (debit). Biasanya kartu debit juga merangkap fungsi kartu ATM bank yang bisa menarik uang tunai (withdrawal) dari saldo tabungan melalui ATM, seperti halnya kartu kredit yang juga bisa mencairkan limit kredit berupa uang tunai (cash advance) di ATM namun tentu dalam batasan dan fees tertentu.

Perbedaan dasar antara Kartu Kredit dan Kartu Debit (termasuk Prepaid/Prepaid Debit) serta Kartu ATM adalah Kartu Kredit (Credit Card atau kadang bisa Charge Card buat American Express yang biasanya pembayaran full tagihan) menggunakan sumber dana untuk transaksi/berbelanja dari limit yang dihutangkan nasabah terlebih dahulu dari pihak bank (kredit) yang akan dibayarkan kemudian, sedangkan Kartu Debit/Debet (Debit Card atau kadang disebut Bank/Check Card) sumber dananya untuk transaksi langsung dipotong dari saldo tabungan nasabah sendiri (debit). Kartu Prepaid (Prepaid Card atau Prepaid Debit Card) adalah kartu prabayar yang sumber dananya untuk transaksi merupakan dana diluar tabungan perbankan reguler (bisa dipegang siapa saja dan mungkin tidak mendapat bunga) yang saldonya ada yang fixed/tidak bisa ditop up (non reloadable) maupun bisa ditop up (reloadable). Kartu ATM (ATM Card) adalah kartu yang khusus digunakan untuk menarik uang tunai (withdrawal) dari tabungan nasabah melalui mesin ATM yang sesuai dengan bank/network yang digunakan. Seperti dijelaskan diatas kebanyakan kartu ATM bank saat ini juga merangkap kartu debit dan sebaliknya, bahkan kadang dianggap sama biarpun sebenarnya pengartiannya berbeda. Sedangkan Kartu Virtual/Virtual Card adalah kartu pembayaran dalam wujud non fisik yang nomornya digenerate hanya terbatas digunakan untuk transaksi online saja, sering juga disebut dengan istilah VCC atau Virtual Credit Card meskipun sebenarnya istilah ini suka agak rancu karena kebanyakan dari sumber pendanaannya bukan seperti kartu kredit (i.e hutang ke bank) namun lebih ke virtual prepaid/debit card yang dipotong dari saldo rekening nasabah yang dilengkapi fasilitas tersebut dan kartu virtual umumnya mempunyai umur dan saldo yang lebih dibatasi penggunaannya, juga tidak semua merchant dapat menerima kartu virtual.

Meskipun sebenarnya tampilan tidak berbeda jauh namun biasanya kartu kredit dari tampilan fisiknya desainnya lebih ekslusif dari kartu debit, nama pemegang kartu/card holder dan nomor kartu dengan huruf timbul (emboss), dan lebih dulu mempunyai chip (EMV) untuk keamanan transaksi instore/EDC dan cash advance/ATM yang saat ini masih lebih umum dijumpai pada kartu kredit daripada kartu debit khususnya di Indonesia, meskipun bank penerbit kartu debit/ATM Indonesia sudah mulai bermigrasi ke chip untuk keamanan transaksi seperti di kartu kredit sesuai aturan BI (Bank Indonesia).

Bagaimanapun juga, diluar stigma “hutang” ataupun impresi “ekslusif” status sosial ekonomi bagi pemegang kartu kredit, namun dengan penggunaan yang bijak dan terencana, dari segi layanan dan fitur kartu kredit sebenarnya lebih unggul dan menguntungkan daripada kartu debit, seperti banyaknya discount, promo, cashback, reward points, cicilan pembayaran tertunda dsb dengan keamanan dan kenyamanan bertransaksi yang lebih tinggi seperti notifikasi SMS alert dan perlindungan fraud monitoring ekstra dari pihak bank yang biasanya lebih intensif daripada kartu debit/tabungan dsb.

Untuk pebisnis yang menggunakan kartu kredit untuk pembelian barang yang akan diputar selain sekedar shopping biasa akan jauh lebih merasakan manfaat kartu kredit daripada kartu debit khususnya buat investasi jangka panjang.

Di Indonesia selain pembelanjaan di EDC (Instore) saat ini kebanyakan kartu kredit yang berlogo Visa/Mastercard juga umumnya bisa dipakai bertransaksi online/E-Commerce, kontras berkebalikan dengan kartu debitnya yang meskipun juga berlogo Visa/Mastercard namun kebanyakan masih diblokir (biasanya karena alasan keamanan dan ketiadaan infrastruktur pendukung, lebih memprioritaskan marketing kartu kredit dsb) atau tidak diberikan/hanya sebagian fitur transaksi online saja oleh pihak banknya. Saat tulisan ini dibuat masih sebagian kecil bank lokal saja yang kartu debitnya benar-benar bisa digunakan untuk transaksi online seperti DISINI, dan rata-rata untuk transaksi online kartu debit Indonesia masih belum seoptimal kartu kredit juga penggunaannya, tidak seperti dinegara lainnya.

Berbeda dengan kartu debit yang biasanya instant diberikan sebagai fasilitas pembukaan rekening tabungan (checking/saving account) maka kartu kredit baik yang melalui marketing atau reguler langsung seperti halnya kredit/pinjaman lainnya hanya dapat diberikan setelah data yang diajukan applicant/pemohon kredit bisa lolos melewati serangkaian proses verifikasi dan analisa yang kadang cukup lama dan kompleks oleh verificator dan analyst pihak bank/creditor/credit card issuer ataupun jasa outsourcing/pihak eksternal yang dikontrak oleh pihak bank/creditor/credit card issuer.

Mengapa demikian karena kegiatan kredit/peminjaman uang apapun dari bank manapun termasuk khususnya kartu kredit  yang meskipun sebenarnya merupakan kegiatan bisnis yang sangat menguntungkan dari segi perputaran fees transaksi, bunga, denda dsb namun dilain pihak tetap saja beresiko tinggi/high risk bagi pihak bank/creditor/credit card issuer sebagai kreditur (self explanatory). Karena itulah semua bentuk kredit termasuk kartu kredit akan melalui proses diatas dalam meminimalisir resiko (risk management/analysis) sehingga pihak bank/credit card issuer akan lebih diyakinkan bahwa calon nasabahnya memang mempunyai kemampuan dalam membayar hutang kreditnya kedepannya selain juga sesuai dengan ketentuan perbankan yang berlaku untuk mencegah istilahnya “kredit macet”.

Jika anda ingin mempunyai kartu kredit namun agak malas melewati segala macam proses diatas, lama, ribet, syarat-syarat berbagai macam, pengajuan CC sering ditolak, kurang yakin bakal diapproved, malas/kurang percaya memakai jasa/sales marketing CC reguler, penghasilan resmi dibawah 3 Juta Rupiah/Bulan, tidak mempunyai pekerjaan formal/karyawan/pegawai ataupun hanya pebisnis internet tanpa SIUP ataupun freelancer, pernah diblacklist bank sebagai “nasabah hitam” (high risk/bad credit score/history even fraud suspected) karena punya sejarah menunggak hutang kredit/bank sebelumnya, ingin memiliki kartu kredit banyak lebih dari dua buat yang mempunyai penghasilan resmi dibawah 10 Juta Rupiah tanpa melalui BI Checking, tidak/tidak ingin meminta kartu kredit tambahan dari ortu/suami yang sudah punya kartu kredit (biasanya untuk ibu rumah tangga ataupun anak muda/mahasiswa belum berpenghasilan hehe), ataupun anda bahkan seorang WNA/ekspatriat dsb maka sebagai alternatifnya anda dapat juga mengajukan Secure Credit Card (SCC).

Tidak seperti proses kartu kredit biasa/regular/unsecure, proses kartu kredit dengan jaminan atau sering disebut SCC (Secure Credit Card/credit card with security deposit) dikeluarkan oleh pihak bank kepada nasabah yang mempunyai tabungan ataupun deposito jumlah tertentu yang dalam semacam otorisasi perjanjian (authorization letter) dapat disanggupi untuk menjadi jaminan (lock dana) pembayaran yang dapat dipotong oleh pihak bank jika nasabah terus menunggak tagihan kartu kredit. Jaminan ini juga biasanya menentukan limit kredit yang akan diberikan kenasabah SCC oleh pihak analyst nantinya.

Dengan adanya jaminan inilah maka nasabah yang menjaminkan deposito akan dianggap oleh analyst dan risk management pihak bank sebagai nasabah yang “low risk” dan mempunyai scoring lebih tinggi untuk di approve kartu kreditnya sesuai bank guidelines dibandingkan dengan applicant biasa yang “medium risk” atau bahkan “high risk” (black listed) dengan tingkat resiko tidak bisa membayar hutang kredit yang lebih tinggi, sehingga pengajuan SCC oleh nasabah biasanya akan pre-approved atau bahkan langsung instant approval (pasti diapprove), proses pengajuan yang lebih cepat dari reguler, serta biasanya tidak memerlukan syarat macam-macam seperti slip gaji minimal 3 Juta Rupiah, telepon fixed line ataupun lolos BI Checking dsb selain hanya prosedur kelengkapan formalitas administratif biasa. Ibaratnya kredit maka SCC ini dapat dikategorikan sebagai kredit dengan agunan yang juga biasanya langsung instant. Jaminan deposito atau lock tabunganpun tetap dapat bunga dan dijamin LPS, dan dapat dicairkan kapanpun jika ingin menutup akun kartu kredit.

Bahkan setelah beberapa waktu billing period dengan history transaksi serta status pembayaran kredit yang dianggap baik dan lancar bisa saja pihak bank menawarkan kebijakan untuk membebaskan jaminan sama sekali (konversi SCC ke CC reguler) serta menawarkan limit kartu kredit yang lebih tinggi pada nasabah SCC kedepannya.

Harap diingat bagaimanapun SCC tetap merupakan kartu hutang yang harus dibayar seperti CC biasa, bahkan kadang tidak bisa dicicil/installment juga kadang wajib autodebet, dan jika tidak lunas setelah melewati batas tempo tertentu maka SCC biasanya akan langsung ditutup oleh pihak bank, tentunya setelah jaminannya dipotong. Untuk layanan fitur dan tampilan umum lainnya biasanya SCC sama atau tidak berbeda jauh dengan CC reguler. Juga sesuai dengan ketentuan BI pada setiap bank penerbit kartu kredit maka beberapa syarat dan ketentuan dasar bagi pengajuan nasabah SCC mungkin tetap berlaku seperti CC reguler misalnya usia minimal 21 tahun dan menyatakan sudah mempunyai penghasilan tertentu sebaiknya minimal Rp 3.000.000,00/Bulan (biarpun mungkin hanya sebatas ditulis formalitas saja di aplikasi SCC tanpa perlu bukti slip gaji/SKP) dsb.

Meskipun limit SCC biasanya tergantung jumlah jaminan (bisa hanya persentase atau bisa juga 100%), namun jika limit yang diberikan sudah berada dibawah rencana penggunaan maka nasabah tanpa perlu menambah jumlah jaminan lock deposit mungkin dapat juga menghindari overlimit ataupun declined pada transaksi dimana beberapa bank penerbit kartu/issuer CC/SCC dapat menyediakan fasilitas kenaikan limit temporer instant dengan request pada kartu kreditnya baik SCC maupun CC reguler, atau bisa juga dengan cara menaikkan limit temporer instant dengan cara mentop-up limit akun kartu dengan cara transfer banking biasa seperti halnya pada saldo kartu debit/prepaid yang juga nanti jika digunakan otomatis tidak akan ditagihkan seperti pada transaksi kartu debit biasa. Untuk lebih jelasnya dapat ditanyakan langsung ke pihak bank issuer CC/SCC jika menyediakan fasilitas ini.

Meskipun proses pengajuan SCC pada analyst biasanya tidak melalui BI Checking/SID/IDI Historis namun setelah SCC diapprove maka sebagai ketentuan BI pada setiap bank pemberi kredit dan kartu kredit maka data nasabah SCC biasanya cepat atau lambat akan tetap dimasukkan dalam sistem SID (Sistem Informasi Debitur) oleh pihak bank karena nasabah SCC tetap saja dihitung debitur hutang seperti kartu kredit reguler/kredit lainnya meskipun dengan jaminan, apalagi jika histori pembayaran transaksi baik/tinggi yang biasanya “kudu” dimonitoring. Jika ya tentu saja hal ini menguntungkan karena SCC dapat menjadi referensi batu loncatan “tips and tricks” (setelah beberapa waktu, biasanya minimal 1 tahun) jika nanti kedepannya ingin lebih mudah mengajukan kredit/pinjaman atau bahkan kartu kredit lainnya yang berlimit lebih tinggi kebank lain (apalagi biasanya kartu kredit berlimit tinggi khususnya di bank asing mensyaratkan referensi sudah adanya kepemilikan kartu kredit lain sebelumnya), sekaligus dapat memperbaiki dan meningkatkan rating credit score yang ada. Dan pastinya jika anda sampai menunggakpun maka jaminan akan langsung dipotong buat melunasi sehingga anda tidak akan masuk blacklist penunggak kartu kredit seperti penunggak kartu kredit reguler yang biasanya cukup lama ada didatabase yang bahkan bisa tahunan sebelum diputihkan.

Juga jika anda kedepannya sudah berhasil memiliki kartu kredit reguler baru lainnya dengan bantuan referensi SCC maka tentu saja anda dapat menutup SCC yang lama kapanpun jika anda mau dan dapat membuka atau mencairkan kembali dana tabungan atau deposito anda yang dijaminkan/dilock ke pihak bank sebelumnya.

Dan juga meskipun jaminan anda akan langsung dipotong jika anda sampai menunggak tagihan kartu kredit seperti diatas (beberapa bank mungkin tidak menawarkan fitur cicilan pembayaran/installment pada SCC) namun at least anda juga tidak akan perlu mendapatkan “bonus” denda/bunga/penalty keterlambatan pembayaran tagihan yang kadang menjadi momok pemegang CC, dan yang paling penting anda akan lebih dari aman karena tidak akan pernah beresiko masuk daftar hitam penunggak kredit seperti yang sudah dijelaskan diatas, dan tentunya sudah pasti anda tidak akan beresiko dikejar-kejar debt collector nantinya hehe 😀

Jika anda adalah seorang beginner/pemula yang belum pernah memiliki kartu kredit sebelumnya, maka untuk awalnya mengajukan kepemilikan sebuah SCC atau kartu kredit secure yang berlimit minimal dahulu (seperti SCC Bank Sinarmas dibawah) yang mudah, cepat dan terjangkau juga dapat menjadi pembelajaran awal buat anda untuk bagaimana mengelola kepemilikan sebuah kartu kredit secara bijak selain dapat juga sebagai referensi nantinya sebelum mengajukan kartu kredit reguler/unsecure kedepannya yang berlimit lebih tinggi seperti yang sudah dijelaskan diatas. Kecuali mungkin jika anda sebelumnya sudah berhasil “sukses” mempunyai kartu kredit tambahan dari ortu atau suami ya hehe. 😀

Selain SCC beberapa bank besar seperti Bank Mandiri dan BCA juga terkadang menawarkan fasilitas CC pre-approved/instant approval/by invitation/offer yang berlimit awal cukup tinggi (level gold/platinum keatas) beserta pagu kredit kartu tambahan jika diminta untuk nasabah priority banking yang mempunyai total tabungan atau deposito besar (biasanya sekitar 500 Juta->1 Milyar Rupiah lebih) yang juga selain biasanya tidak melalui proses analyst yang reguler juga biasanya  tidak memerlukan locking dana jaminan apapun tidak seperti SCC. Jika anda mempunyai simpanan dana yang besar serta ingin membuka CC instant tanpa jaminan mungkin anda dapat menghubungi bank anda untuk mengetahui apakah dapat menawarkan fasilitas yang sama.

Berikut dibawah ini adalah beberapa nama bank lokal di Indonesia yang dapat mengeluarkan SCC saat ini (confirmed/sudah dikonfirmasi). Meskipun sebenarnya pada kenyataannya bisa lebih banyak bank, namun kecuali Bank Sinarmas yang sudah mempunyai Program SCC Bank Sinarmas Resmi maka pada saat tulisan ini dibuat (2017) rata-rata program SCC bank lainnya masih “malu-malu” lebih tertutup/lokal/intern tanpa promo atau announcement terbuka yang lebih mudah dikonfirmasi. Anda juga bisa mencari tahu atau menanyakan ke bank-bank lainnya atau marketing CC selain disini yang mungkin saja juga menawarkan pembukaan CC dengan jaminan. Syarat dan ketentuan pembukaan aplikasi mungkin tetap berlaku meskipun biasanya hanya administratif/formalitas saja, untuk lebih jelasnya meskipun dapat menghubungi call center bank masing-masing namun anda jika tertarik lebih baik mendatangi cabang besar terdekat dan menemui bagian kartu kredit atau CS bank langsung disitu karena terkadang yang disampaikan CS call center bank dapat berbeda di real lapangan, apalagi program SCC ini memang tidak selalu terbuka seperti yang sudah dijelaskan diatas:

1. Bank Sinarmas
SCC atau dulu sering disebut “Sinarmas Indigo Credit Card” bisa didapatkan oleh nasabah terdaftar disemua cabang Bank Sinarmas (Program SCC Bank Sinarmas Resmi) dengan proses instant approval (pasti langsung diapprove) dengan hanya jaminan menaruh lock deposit (tabungan) yang dikunci terakhir minimal hanya Rp 500.000 dan saat ini akan bisa mendapatkan model kartu Visa Platinum. Untuk nasabah Sinarmas Simas Diamond yaitu yang mempunyai tabungan saldo minimal Rp 25.000.000,00 dapat mengajukan kartu kredit instant approval tanpa perlu dilock sama sekali. Sejauh ini pengurusan SCC Bank Sinarmas tampaknya jauh lebih mudah/instant dari bank lain (1-2 minggu kartu sudah bisa ditangan) dengan lock tabungan diatas yang besarnya juga sangat terjangkau untuk ukuran jaminan minimal pembukaan sebuah kartu kredit. Syarat dan ketentuan berlaku. Jika kurang limit belanja kartu SCC Sinarmas juga dapat ditop-up/reload (prepaid) kapan saja dengan cara transfer bank tanpa menambah lock deposit atau merequest kenaikan pagu kredit awal “berhutang” dari bank seperti kartu debit/prepaid biasa sehingga kadang dapat disebut juga Prepaid SCC (limit maksimal kartu hasil top-up dari transfer Rp 2 Milyar sesuai ketentuan pihak bank/regulasi LPS).

2. Bank CIMB Niaga
SCC atau dulu sering disebut “CIMB Niaga Pledge Card” bisa didapatkan oleh nasabah terdaftar disemua cabang Bank CIMB Niaga dengan proses pre-approved/instant approval (pasti diapprove namun tetap memerlukan proses pre-approval awal) dengan jaminan tabungan Xtra ataupun menaruh lock deposito yang dikunci terakhir minimal Rp 8.000.000,00. Syarat dan ketentuan berlaku.

3. Bank BNI
SCC bisa didapatkan oleh nasabah terdaftar disemua cabang BNI dengan proses pre-approved/instant approval (pasti diapprove namun biasanya tetap memerlukan formalitas proses verifikasi dan analyst standar) dengan jaminan menaruh lock deposito yang dikunci terakhir minimal Rp 10.000.000,00. Syarat dan ketentuan berlaku.

4. Bank Mandiri
SCC/CC pre-approved bisa didapatkan selektif hanya oleh nasabah tertentu (misalnya nasabah lama/preferred/priority banking atau yang mempunyai tabungan/deposito besar, baik WNI biasa ataupun ekspatriat) ataupun jika nasabah baru hanya dapat di cabang Bank Mandiri tertentu saja (biasanya setingkat KCP/KCU) dengan proses pre-approval (pasti diapprove namun biasanya tetap memerlukan formalitas proses verifikasi dan analyst standar) dengan jaminan lock deposito yang dikunci terakhir minimal Rp 12.500.000,00. Syarat dan ketentuan berlaku.

5.Bank BCA
SCC/CC pre-approved bisa didapatkan selektif hanya oleh nasabah tertentu (misalnya nasabah lama/preferred/priority banking atau yang mempunyai tabungan/deposito besar, baik WNI biasa ataupun ekspatriat) ataupun jika nasabah baru hanya dapat di cabang BCA tertentu saja (biasanya setingkat KCP/KCU) dengan proses pre-approval (pasti diapprove namun biasanya tetap memerlukan formalitas proses verifikasi dan analyst standar) dengan jaminan lock deposito yang dikunci terakhir minimal Rp 3.600.000,00. Syarat dan ketentuan berlaku.

6.Bank Mega
Meskipun saat ini tampaknya belum menawarkan SCC namun Bank Mega sudah mempunyai program kilat Aplikasi Kartu Kredit One Day Approval (Instant Issuance) yang bisa untuk nasabah maupun non nasabah Bank Mega, juga bisa diajukan secara individual ataupun kolektif, saat ini di Cabang Bank Mega Transmart Carrefour Jakarta (khusus DKI Jakarta) atau cabang lainnya yang ditunjuk dengan hasil hanya dalam satu hari saja jika diapprove/syarat memenuhi (hanya 2 jam jika sudah memiliki CC/SCC bank lain minimal 1 tahun), jauh lebih cepat dari proses reguler (yang biasanya bisa 1 bulan). Kemungkinan approval lebih besar, cepat dan jelas namun syarat dan ketentuan tetap berlaku, proses oleh verifikator dan analyst juga tetap berlaku.

Tentunya setiap bank dan jenis kartu diatas juga mempunyai fitur kelebihan semuanya masing-masing pada SCC/kartu kreditnya yang semuanya dapat anda pertimbangkan jika anda tertarik, seperti Bank BCA dengan promo cicilan discount dan cashbacknya dibanyak merchant ataupun Bank CIMB Niaga yang bisa free annual fee seumur hidup, fee dan rate konversi kurs yang baik dst.

Dan tentu saja semua SCC/kartu kredit diatas yang berlogo Visa/Mastercard biasanya pasti dijamin dapat juga dipakai untuk transaksi online, PayPal dsb dengan jaminan layanan dan fitur pendukung serta proteksi/perlindungan fraud ekstra dsb dari pihak bank yang pada umumnya lebih baik daripada kartu debit/tabungan yang ada saat ini.

Namun apapun yang dipilih semua kembali ke anda. Jika ada kesalahan dalam penulisan maka penulis mohon maaf, semoga bisa membantu, salam 🙂

DISCLAIMER: Berhubung kebijakan masing-masing pihak institusi/bank penerbit kartu (issuer) yang dapat berbeda atau dapat berubah kapanpun juga maka mohon maklum jika mungkin tulisan diartikel ini tidak selalu akan berlaku, dan mungkin artikel ini juga Insyaallah akan selalu diupdate jika ada perubahan atau perkembangan kedepannya.

 

SUMBER/TAMBAHAN

Daftar Kartu Debit Indonesia Untuk PayPal dan Belanja Online (Update)
http://amirz123.blogspot.co.id/2016/12/daftar-kartu-debit-indonesia-untuk.html

Daftar Kartu Kredit dan Kartu Debit Bank Lokal Indonesia Untuk Transaksi Online/E-Commerce Termasuk PayPal 3DSecure dsb (Confirmed)
http://amirz365.blogspot.co.id/2017/10/daftar-kartu-kredit-dan-kartu-debit.html

Mengenal Nama-Nama Bagian Serta Perbedaan Tampilan Fisik/Visual Kartu Kredit dan Kartu Debit/ATM
http://amirz365.blogspot.co.id/2017/10/perbedaan-tampilan-fisikvisual-kartu.html

 

 

CARA VERIFIKASI PAYPAL DENGAN KARTU DEBIT/ATM BTN SECARA MANUAL (UPDATE)

paypalvisa_2014_logo

https://www.kartusukasuka.btn.co.id/

DAPATKAN KARTU DEBIT VISA BTN CHIP DENGAN NAMA DAN DESAIN BEBAS JENIS SUKA-SUKA

Kebijakan PayPal hanya menerima kartu kredit dan kartu debit keluaran bank lokal yang fisik/bukan virtual. Ini quote email dari CS PayPal:

A. How do I become verified?

For the time being, the only way to become verified in Indonesia is to add a debit or credit card to your PayPal account and complete the card confirmation process.

You can use any card with a Visa, MasterCard, American Express, or Discover logo. Your card must also be enabled for making international online payments. You may need to contact your bank or card issuer to find out if online payments are enabled.

Note: We don’t accept VCC (virtual credit card or bank) for example from Neteller, Payoneer or VCN by BNI. 

Verifikasi PayPal di Indonesia secara legal saat ini hanya dapat dilakukan dengan kartu kredit atau debit bank lokal yang fisik bukan VCC/VCN.

Kartu Debit Visa BTN (Bank Tabungan Negara, termasuk juga BTN Syariah) dengan fitur Debit BTN Online adalah salah satu dari beberapa kartu debit/ATM bank lokal Indonesia saat ini yang selain bisa digunakan untuk transaksi EDC dan ATM domestik/internasional biasa juga telah dikonfirmasikan bisa juga digunakan untuk verifikasi dan transaksi full online PayPal dan Ebay sebagaimana dengan merchant online/e-commerce VBV/3dsecure seperti Tokopedia, Bukalapak dsb maupun dengan non VBV/3dsecure seperti Google Play Store, Itunes, Steam dsb.

Untuk keterangan selengkapnya mengenai kartu debit online bank lokal untuk PayPal dsb: http://amirz123.blogspot.co.id/2016/12/daftar-kartu-debit-indonesia-untuk.html

Untuk langkah umum verifikasi/konfirmasi kartu kredit dan debit lainnya pada akun PayPal dapat juga dibaca disini: https://amirz123.wordpress.com/2017/02/02/verifikasi-paypal-dengan-kartu-debitatmdebit-card-bank-lokal-indonesia/

Namun terkadang permasalahan yang sering ditemui dengan kartu debit BTN khusus untuk PayPal (yang juga  bisa saja ditemui dengan kartu kredit/debit bank lain) adalah ribet/susahnya mendapatkan kode verifikasi PayPal/Expose Code (format PP*1234CODE) yang hanya diperlukan cukup sekali saja untuk setiap penambahan kartu kredit/debit baru sekaligus memverifikasi akun PayPal dan mengangkat/meningkatkan limit akun PayPal, atau sekedar menkonfirmasi kartu baru saja (untuk meningkatkan limit transaksi belanja kartu di PayPal), khususnya jika akun PayPal sudah terverifikasi sebelumnya. Hal ini dikarenakan fitur system BTN sendiri yang secara default tidak memberikan secara detail informasi/deskripsi transaksi ke nasabah tabungan BTN.

Perlu diingat meskipun akun PayPal belum terverifikasi ataupun kartu kredit/debit belum terkonfirmasi anda tetap dapat melakukan transaksi pembayaran serta penerimaan dan penarikan dana meskipun dengan limit tertentu (untuk akun PayPal yang belum terverifikasi limit penarikan sekitar $10.000 USD/bulan atau ekivalennya dalam Rupiah): https://amirz123.wordpress.com/2017/01/14/cara-mengecek-status-akun-paypal-anda-terverifikasi-dan-terkonfirmasi/

NOTE: Pembayaran/pembelanjaan dengan kartu kredit/debit yang belum dikonfirmasi atau akun PayPal yang belum terverifikasi tetap dapat dilakukan meskipun ada batas/limit transaksi tersendiri dari PayPal (bervariasi antara lain tergantung negara dan akun). Termasuk juga pembelian dengan kartu kredit/debit lewat PayPal yang tidak menggunakan akun PayPal/Express Checkout. Anda dapat memverifikasi akun PayPal dengan kartu kredit/debit (jika akun PayPal belum terverifikasi) ataupun hanya sekedar menkonfirmasi kartu kredit/debit untuk menaikkan limit belanja kartu tersebut diakun PayPal (jika akun PayPal sudah terverifikasi sebelumnya dengan kartu kredit/debit lainnya dsb).

Jadi bagaimanapun akan tetap lebih direkomendasikan untuk mempunyai akun PayPal yang terverifikasi dan kartu kredit/debit yang terkonfirmasi, apalagi jika termasuk aktif untuk sering kirim dan terima pembayaran.

Sistem BTN Debit Online sendiri untuk saat ini hanya akan memunculkan posting deskripsi akhir transaksi kenasabah dengan format “ATM SA VISA POS” setelah 24-72 jam terposting atau lebih (atau hanya 16 digit nomor kartu+digit transaction/authorization code dengan format seperti “4215XXXXXXXX5678:910112” jika masih pending) untuk setiap transaksi online seperti di transaksi POS/EDC/ATM termasuk untuk kode verifikasi $1.95 USD (sekitar Rp 26 Ribuan kurs saat ini) PayPal (format “PP*1234CODE”) tidak akan terlihat dimutasi Internet Banking, Mobile Banking ataupun print out Rekening Koran/Statement/Buku Tabungan BTN. (Note: jika terlihat transaction/authorization code seperti “910112” dsb diatas BUKAN kode verifikasi PayPal, jadi jangan dipakai).

INTERNET BANKING BTN

Mudah-mudahan sistem BTN ini dapat diupgrade kedepannya sehingga nasabah dapat praktis langsung melihat kode tersebut ataupun detail lengkap transaksi seperti di bank lainnya, tanpa perlu cara macam-macam.

Catatan:
– Untuk langkah umum pra-verifikasi cara penambahan kartu kredit/debit sebelumnya di akun PayPal bisa kembali dilihat disini: https://amirz123.wordpress.com/2017/02/02/verifikasi-paypal-dengan-kartu-debitatmdebit-card-bank-lokal-indonesia/
– Untuk biaya pendebitan kode PayPal $1.95 USD akan direfund PayPal nanti setelah kartu selesai dikonfirmasi (lama waktunya bervariasi), termasuk otorisasi sementara (authorization hold) $1 USD biasanya akan langsung dibalikkan/void, jadi minimal limit/saldo tersedia yang dibutuhkan untuk verifikasi PayPal adalah $2.95 atau $3 USD (sekitar Rp 42.000,00 diluar saldo minimum tabungan BTN Rp 50.000,00).

Untuk saat ini beberapa cara alternatif untuk memverifikasi akun PayPal dengan kartu debit BTN (jika akun PayPal belum terverifikasi) ataupun hanya sekedar menkonfirmasi kartu debit BTN (jika akun PayPal sudah terverifikasi sebelumnya dengan kartu kredit/debit lainnya dsb) adalah:

1. MENGHUBUNGI BTN CONTACT CENTER 1500286 (24 JAM)

Untuk mendapatkan kode sebenarnya (hidden) setelah menambah dan menkonfirmasi kartu anda dapat menelepon CS BTN di 1500286 yaitu pada waktu sekitar 24-72 Jam kemudian atau lebih (jangan lebih awal karena status transaksi mungkin masih pending di sistem bank, sehingga kadang hanya mendapatkan keterangan “PAYPAL” saja bukan kode seperti PP*1234 di informasi transaksi).

Sebutkan ke CS data rekening anda dan waktu transaksi (Hari/Tanggal/Jam) dan jumlah transaksi (Rp) yang dilakukan anda pada saat konfirmasi kartu sebesar $1.95 USD diPayPal, harus terperinci sesuai data transaksi yang tertera di internet/mobile banking rekening BTN anda, kemudian tanyakan perincian informasi/deskripsi detail transaksi dari merchant dan lokasinya (negara/mata uang) yang mendebit pada transaksi tersebut (informasi kode PayPal dengan format standar “US PP*1234CODE” akan ada nampak tertulis disitu sebagai keterangan/nama merchant dan lokasi pendebitan pada sistem internal bank).

Ingat mungkin anda harus sedikit “gigih” ya hehe, karena CS bank ada juga yang belum mengerti untuk mendapatkan kodenya dengan mengakses dulu ke sistem internal bank, bahkan ada yang mengatakan BTN belum bekerjasama dengan PayPal dsb (padahal jelas-jelas kartu debitnya bisa dipakai) tapi yakinlah anda pasti bisa dan dapat kok kode PayPalnya karena penulis dan beberapa yang lain juga sudah berhasil dapat kodenya, atau bisa dicoba lagi nanti atau beberapa hari kemudian.

2. MENDATANGI KANTOR CABANG PEMBANTU/KANTOR CABANG UTAMA (KCP/KCU) BTN TERDEKAT (HARI/JAM KERJA)

Jika mendapatkan kode lewat telepon susah atau pulsa terbatas, anda dapat pula mendatangi KCP/KCU BTN terdekat. Ini karena branch/cabang BTN yang lebih kecil biasanya tidak memiliki akses full/detail ke registrasi dan fitur Internet Banking/E-Channel BTN. Anda dapat menemui Customer Service Officer dan melakukan langkah yang sama seperti lewat contact center diatas untuk mendapatkan Expuse Code PayPal di detail informasi transaksi/mutasi.

3. MELAKUKAN KONFIRMASI/VERIFIKASI KARTU DAN AKUN PAYPAL SECARA MANUAL LANGSUNG KE CS PAYPAL (RECOMMENDED/INSTANT)

Meskipun verifikasi dengan mendapatkan kode asli mungkin akan terasa lebih “afdol” dan “recommended” namun jika kedua cara diatas sudah dilakukan dan anda masih juga belum “beruntung” atau bahkan jika anda merasa ribet dengan kedua cara diatas, sebagai alternatifnya maka anda dapat juga secara manual tanpa Expuse Code dari BTN dengan menghubungi CS PayPal terlebih dahulu dan mengirim foto scan depan kartu debit dan ID by Email. Hal ini juga dapat dilakukan sewaktu-waktu dengan kartu kredit/debit bank lainnya jika kode PayPalnya tidak dapat terlihat di sistem bank penerbit.

Menurut penulis sendiri bahkan cara verifikasi manual ini paling cepat, gampang, dan murah dibandingkan 2 cara diatas lainnya yang mungkin (pasti) butuh waktu dan biaya/pulsa bahkan kadang cukup ribet jika dapat CS BTN nya yang kurang mengerti (sering malah)…😃

NOTE: Harap diingat  anda tetap harus mencoba konfirmasi kartu terlebih dahulu (dengan tetap melakukan charge/debit kode $1.95 USD secara sukses dulu) atau paling sedikit 3 hari setelahnya sebelum mengajukan verifikasi manual, untuk menunjukkan saja ke PayPal bahwa kartu anda memang valid bisa dipakai untuk transaksi PayPal dan anda telah benar-benar berusaha namun sistem bank penerbit kartu (BTN) memang tidak bisa memunculkan kode PayPal, jadi bukan hanya sekedar menambahkan dan langsung menkonfirmasi kartu secara manual saja.

Hal ini bukan berarti anda harus benar-benar menghubungi lagi terus pihak bank BTN (yang memang kadang ribet) namun paling tidak dengan menunggu minimal sekitar 3 hari atau lebih adalah sebagai alasan kuat anda pada PayPal untuk meminta langkah verifikasi manual ini. 

BTW untuk yang dulu pernah ingat menggunakan kartu debit Bank Mandiri VBV dan KTP untuk verifikasi Neteller maka cara verifikasi manual PayPal ini mirip-mirip dengan cara verifikasi manual scan/foto kartu debit/ID by email ke CS Neteller dimana kode verifikasi Neteller juga tidak bisa terlihat di mutasi internet banking Bank Mandiri…😃

1. Masuk Ke Akun PayPal Anda (Lewat PC/Browser):

 

2. Scroll Kebawah, Klik link “BANTUAN DAN KONTAK”:

 3. Klik Link “Pusat Pesan”:

4. Buat Pesan Baru:

5. Pilih Topik “Rekening Bank/Kartu Kredit”, Sub Topik “Kartu Kredit – Hubungkan dan Konfirmasikan”, Ketik/Isikan 4 Digit Terakhir Nomor Kartu Debit BTN Yang Belum Dikonfirmasi, Serta Pesan Dengan Detail Selengkapnya (Boleh Pakai Bahasa Indonesia atau Inggris, Meskipun English Preferred):

Pesan berisi keluhan dan minta bantuan dengan data selengkapnya (kata-kata juga harus sopan/baik) bahwa sistem bank penerbit kartu (BTN) tidak dapat memunculkan kode PayPal (Expuse Code) di statement dan permintaan apakah dapat dilakukan verifikasi/konfirmasi kartu debit/kredit secara manual disertai kesediaan menyanggupi permintaan scan/foto dokumen yang diperlukan. Kirim disertai keterangan lengkap nama email telepon/HP akun PayPal anda.

6. Setelah kirim pesannya, langsung cek lagi Email atau inbox pesan akun PayPal anda diatas. Biasanya pada saat pertama kali pesan anda hanya dibalas oleh robot/mesin terlebih dahulu dengan hanya menawarkan FAQ bantuan umum. Untuk mendapatkan bantuan spesifik dari staf manusia anda perlu membalasnya sekali lagi cukup dengan pesan yang sama (copy paste lagi dari pesan pertama):

7. Setelah dibalas emailnya (biasanya segera) ataupun ditelepon balik pihak PayPal dalam waktu 24 Jam (bisa dalam bahasa Inggris atau Indonesia/Melayu dari orang PayPal Malaysia/Singapore) anda mungkin akan diminta mengirimkan email disertai attachment foto/scan KTP/ID dan tampak depannya Kartu Debit BTN anda tersebut dsb untuk direview ke email CS PayPal (Card Department/Account Specialist/Analyst) webform@intl.paypal.com

8. Sesuai yang disyaratkan kirim email dari akun Email anda yang sama ketika membuat akun PayPal anda ke webform@intl.paypal.com dengan sesuai rujukan pesan CS diatas beserta data attachment hasil foto/scan tampak depan kartu debit BTN serta ID (KTP/SIM) dalam file .JPG/.GIF kurang dari 2MB (harus tajam, jika kurang jelas mungkin bisa ditolak/harus diulang).

9. Tidak berapa lama kemudian (biasanya segera, namun maksimal 24 Jam atau 1 hari kerja) anda akan menerima pesan email dari PayPal service@intl.paypal.com bahwa kartu debit BTN anda sudah terkonfirmasi dan akun PayPal anda juga terverifikasi (jika sebelumnya belum terverifikasi):

10. Anda dapat mengecek kembali status di akun PayPal anda, pastikan kartu anda benar-benar sudah terkonfirmasi tanpa pesan/tanda kuning “Konfirmasikan Kartu Anda” lagi dan akun PayPal anda juga sudah terverifikasi (jika sebelumnya belum terverifikasi):

Link Untuk Mengecek Status Akun PayPal Sukses Terverifikasi:

https://www.paypal.com/id/cgi-bin/webscr?cmd=_status

 4

 

Contoh Transaksi Pembelian E-Book Di Ebay.com Dengan PayPal Sebesar 0.99 CAD (Canadian Dollar/Dollar Kanada) Menggunakan Kartu Debit/Debet Visa BTN Diatas:

Contoh Transaksi Pembelian E-Book Di Ebay.com Dengan PayPal Sebesar 0.99 CAD (Canadian Dollar) Menggunakan Kartu Debit Visa BTN Diatas:

Contoh Transaksi Pembelian E-Book Di Ebay.com Dengan PayPal Sebesar 0.99 CAD (Canadian Dollar) Menggunakan Kartu Debit Visa BTN Diatas:

Perincian Transaksi PayPal Dengan Kartu Debet/Debit Visa BTN

CatatanLimit Transaksi Harian EDC dan Online/E-Channel Kartu Debit BTN Adalah Rp 15.000.000,00/Hari atau ekivalennya dalam mata uang asing/internasional (atau tergantung jenis kartu/tabungan). Maksimal Transaksi 7 Kali/Hari (E-Channel) dan saat ini mungkin belum dapat digunakan untuk transaksi yang bersifat langganan/ditagihkan kedepan (masih bisa berubah kedepannya). Selengkapnya Bisa Dibaca DISINI (Bagian Debit BTN).

KARTU DEBIT KREDIT PAYPAL

Akhirnya, selamat menggunakan PayPal anda yang sudah terverifikasi (verified) secara legal untuk berbelanja, menerima pembayaran dan berbisnis online dsb! 😀

Jika anda ada masalah, minta bantuan, ataupun pertanyaan dsb dengan PayPal, selain dapat menghubungi CS PayPal via Email/Phone alternatifnya anda juga dapat coba menghubungi langsung staf PayPal di Facebook resmi PayPal: https://www.facebook.com/PayPal/ (in English, respon cepat biasanya dalam 1 jam) ataupun mengunjungi dan bertanya di situs resmi US-PayPal Community: https://www.paypal-community.com/t5/US-PayPal-Community/ct-p/US.

Semoga bisa juga bermanfaat. Salam…😃

 

DISCLAIMER: Berhubung kebijakan masing-masing pihak institusi/bank penerbit kartu (issuer) yang dapat berbeda atau dapat berubah kapanpun juga maka mohon maklum jika mungkin tulisan diartikel ini tidak selalu akan berlaku, dan mungkin artikel ini juga Insyaallah akan selalu diupdate jika ada perubahan atau perkembangan kedepannya. Mudah-mudahan daftar kartu debit keluaran bank lokal yang sudah bisa full online PayPal dsb ini akan bisa terus bertambah kedepannya.

 

SUMBER SELENGKAPNYA:

– DAFTAR KARTU DEBIT INDONESIA UNTUK PAYPAL DAN BELANJA ONLINE (UPDATE)
http://amirz123.blogspot.co.id/2016/12/daftar-kartu-debit-indonesia-untuk.html

– VERIFIKASI PAYPAL DENGAN KARTU DEBIT/ATM/DEBIT CARD BANK LOKAL INDONESIA
https://amirz123.wordpress.com/2017/02/02/verifikasi-paypal-dengan-kartu-debitatmdebit-card-bank-lokal-indonesia/

– CARA MENGECEK STATUS AKUN PAYPAL ANDA TERVERIFIKASI DAN TERKONFIRMASI
https://amirz123.wordpress.com/2017/01/14/cara-mengecek-status-akun-paypal-anda-terverifikasi-dan-terkonfirmasi/